Investasi dan Spekulasi

WHAT THEY SAID…

There are two times in a man’s life when he should not speculate : when he can’t afford it and when he can

Mark Twain

—–oOo—–

Menurut Benjamin Graham, pengarang buku “The Intelligent Investor”, definisi dari INVESTASI adalah :

an operation, which upon thorough analysis, promises safety of principal, and an adequate return. Operations not meeting these requirements are speculative.

Dalam bahasa Indonesia, definisi di atas kurang lebih berarti :

sebuah operasi, di mana melalui analisa yang mendalam, menjanjikan keamanan modal pokok, dan juga hasil yang layak/pantas. Operasi-operasi yang tidak memenuhi persyaratan di atas adalah spekulatif.

—–oOo—–

Dari definisi di atas, terlihat ada 3 elemen yang wajib kita perhatikan dalam menjalankan investasi :

  • Kita wajib melakukan analisa yang mendalam

Investasi dalam bentuk apapun, haruslah telah melalui suatu analisa yang benar-benar mendalam. Untuk investasi dalam saham misalnya, kita harus melihat bagaimana kondisi perusahaan itu sebenarnya. Ingatlah bahwa jika kita akan membeli selembar saham, kita bukanlah akan membeli secarik kertas, melainkan kita akan turut menjadi pemilik bisnis yg berdiri di balik saham itu.

Sebagai calon pemilik, Apakah kita tahu bagaimana kondisi bisnis tersebut? Berapa asetnya? Berapa hutangnya? Berapa penjualannya? Berapa marjin keuntungannya? Siapa saja pesaingnya? Siapa saja pelanggannya? Produk apa yang merupakan produk utamanya? Berapa persen kontribusi produk tersebut kepada keuntungan perusahaan?

Sebagai investor, tentunya kita ingin menjadi pemilik suatu bisnis yang solid dan menguntungkan. Pertanyaan-pertanyaan di atas hanyalah merupakan sebagian kecil dari pertanyaan yang harus kita ajukan kepada diri sendiri sebelum kita membeli saham, agar kita yakin bahwa kita tidak berinvestasi di perusahaan yang salah. Analisa terhadap kondisi perusahaan seperti di atas dikenal sebagai Analisa Fundamental, dan memerlukan penelitian yang mendalam terhadap laporan keuangan dari perusahaan itu.

Repot? Tidaklah serepot kalau modal investasi kita lenyap dan kita harus memulai segalanya dari nol lagi.

  • Kita harus senantiasa menjaga keamanan modal pokok kita

Modal pokok kita adalah ibaratnya pohon di taman kita. Kalau buahnya dicuri, tahun depan ia masih akan bisa berbuah lagi. Kalau cabangnya patah, walaupun mengganggu, selama pohon masih hidup, akan tumbuh cabang yg baru dan tetap hasilnya bisa kita nikmati di masa depan. Tetapi bagaimana jika pohon ini sampai roboh?

Dalam melakukan investasi, kita selalu wajib mengutamakan keamanan modal pokok kita. Hal ini begitu penting hingga Warren Buffet pun pernah berkata bahwa dalam investasi ada dua aturan utama : (1) Jangan pernah kehilangan uang anda; dan (2) Jangan pernah lupa peraturan no. 1.

Satu hal yang layak diingatkan di sini, bahwa setiap investasi pasti mengandung unsur resiko. Bahkan jika kita membeli obligasi negara seperti ORI atau U.S Treasuries pun tetap ada resiko yang kita tanggung. Oleh karena itu jika ada yang menawarkan investasi bebas resiko (NO RISK), langsung tinggalkan saja karena “misleading”/berusaha menyesatkan, atau bahkan sedang mencoba menipu kita.

  • Kita harus mencoba mendapatkan tingkat hasil yang “layak/pantas” dan bukan “luar biasa/spektakuler”

Salah satu aturan utama di dunia investasi adalah “Return proportionate to Risk” atau “Tingkat hasil sebanding dengan resiko”. Tingkat resiko yang tinggi menawarkan kemungkinan tingkat hasil yang tinggi pula dan demikian juga sebaliknya. Tidak ada yang namanya “Resiko Rendah dengan Hasil yang tinggi”. Jika seseorang menawarkan anda hal seperti ini, langsung balikkan badan anda dan tinggalkan orang itu, karena lagi-lagi kalau bukan sengaja “misleading”/menyesatkan, maka orang itu sedang berusaha menipu anda.

Saat ini, setiap hari boleh dikatakan anda bisa menemui iklan Workshop Option, Forex ataupun produk derivatif lainnya yang sibuk “menjual mimpi”. Workshop-workshop seperti ini menawarkan prospek seperti “Over 1100% profit in one day!”. Apakah mungkin meraih keuntungan 1100% dalam 1 hari dengan option? Mungkin saja, retapi yang tidak ditulis dalam iklan-iklan tersebut adalah utk satu orang yang mendapatkan untung 1100% dalam sehari itu, ada berapa orang yang modalnya habis ludes. Bahkan, sebelum mendapatkan untung 1100% itu (atau juga sesudahnya), berapa kerugian yang diderita orang itu?

—–oOo—–

Suatu kenyataan yang ironis dalam dunia investasi adalah bahwa banyak orang yang tidak menyadari hal-hal di atas. Mereka terjebak dalam persepsi yang salah, sehingga mereka mengira apa yang telah mereka lakukan adalah investasi, padahal sebenarnya spekulasi.

Ada baiknya kita selalu mengingat nasehat Benjamin Graham mengenai spekulasi :

Just as there is intelligent investing, there’s also intelligent speculation. But there are many ways in which speculation may be unintelligent. Of these, the foremost are : (1) speculating when you think you are investing; (2) speculating seriously instead of as a pastime, when you lack the proper knowledge and skill for it; and (3) risking more money in speculation than you can afford to lose

Sama halnya bahwa ada Investasi dengan cerdik, ada juga Spekulasi dengan cerdik. Tetapi ada beberapa kondisi dimana spekulasi mungkin tidaklah cerdik, terutama : (1) Berspekulasi sambil menganggap bahwa anda itu berinvestasi (2) Berspekulasi secara serius (dan bukan utk bermain-main), padahal tidak mempunyai pengetahuan maupun keahlian utk itu; dan (3) Mempertaruhkan uang di spekulasi dalam jumlah yg terlalu besar

24 Comments

Filed under -INVESTASI vs SPEKULASI-, Pemikiran tentang Investasi

24 responses to “Investasi dan Spekulasi

  1. Risyadmum

    Congratulation for the blog.
    Langsung absen yah,bro🙂

    Rgds,

    hokipoki

  2. Selamat bro nikken buat blog barunya….

    Ikut absen juga….:D

    keep posting

    rgds,

    RoxaR

  3. Genova

    Selamat dgn blog barunya bung nikken,
    mw tanya soal investasi nih berhubung saya buta sama sekali soal investasi.

    Apa saja yg dibutuhkan Pertama x untuk terjun ke bidang investasi?

    Maksud saya tahap2nya apa saja?

  4. toto_lutu

    selamat bro..
    akhirnya pecah juga telurnya..😀
    jangan lupa pesan2 saya yg waktu itu..😉

  5. nico

    nah … gini lah… biar gak ilang lagi…….. ayo bos tulis lagi ilmunya … yang buku investor itu lo…

  6. tom

    seorang nabi emang susah diakui ama temen-nya sendiri.. jd agak susah menerima bila temen kuliah gw bisa jadi hebat ‘n di-elu2kan org kaya gini.

    mgkn krn gw inget temen ini pernah mati-in listrik rmh sendiri pas lg kalah maen CM-96.. atau suka ngutak-ngatik formasi WE ampe gila.

    tp tenang aja, bro.. gw gak bakal ngungkapin hal-2 kaya di atas yg bisa men-diskreditkan image bro.

    ups.

  7. edison76

    hahaha, sembarangan mengarang cerita. Itu sekring listriknya jatuh, masak orang lagi menang malah sengaja mensabotase diri sendiri?

    Teman-teman, saya perkenalkan : tom ini adalah teman lama saya yg kisahnya ada saya tulis di post “Apa yang pertama-tama kita butuhkan untuk memulai investasi”. IQ 150🙂 kalau ada persoalana matematika, tinggal oper ke dia.

    • jemmy

      kalau saya mau ikut nimbrung dalam komunitas bloger disini gimana caranya ya?tolong infokan by e-mail ke saya..trims sebelumnya…

      • konobe

        caranya? nimbrung dan kasih komen di sini aja Mas. Trus ikutan acara kumpul2 kalo kebetulan ada. Tenang aja, kita bae-bae ko.. hehehe..

  8. Risyadmum

    Terus..apa lagi bro Tom the other side of Nikkentobi? ke..ke..ke..

  9. wah.. berarti mr. tom ini bisa kutak2 rumus dan buat teori baru nih,, kalau habis baca blog ini…

    kalau melihat dan mendengar sesuatu yang ribet dan rumit oleh orang awam. Bro Tom mungkin sedikit beda ya.. langsung segar pikirannya… jangan2 bro tom ini pemenang olimpiade fisika ya…

    denger nama fisika aja udah rumit, gimana ilmunya…apalagi otak yang buat mikirnya ya…

    btw salam kenal

  10. edison76

    wah, benar tuh, teman saya tom itu sering mengeluarkan “teori-teori baru”. Jadi teringat, kemarin baru saja dia mengeluarkan teori “malas” dalam melakukan investasi… hahaha

  11. chibikenshin

    Bro Niken,
    Tolong nanya,

    Saya pernah membaca di suatu artikel bahwa future, option dan commodity itu termasuk gambling, karena tidak ada “barang” yang kita beli
    Namun ada juga yang bilang itu termasuk spekulasi, karena ada “barang” yang dibeli namun dalam bentuk kontrak.
    Menurut bro Niken future, option, dan commpdity termasuk yang mana?

    Apa beda investing, speculating, trading, dan gambling? Saya masih sulit membedakan karena ada daerah “abu”.
    (mungkin istilah2 ini bisa bro jadikan topik di postingan terbaru)

    Mohon pencerahannya.. Thx

  12. Maaf, baru hari ini respond komennya.

    Graham meminta kita untuk membedakan antara tindakan spekulasi dengan unsur spekulatif (yang terkandung di setiap instrumen).

    Misalnya begini, kita membeli obligasi 1 tahun terbitan Treasury USA. Meskipun secara umum pembelian obligasi semacam ini dikategorikan sebagai Investasi dan termasuk salah satu instrumen investasi yang teraman, tetapi tetap saja ada unsur spekulatif yang tidak bisa hilang karena memang ada resiko-resiko spt misalnya resiko kurs, resiko suku bunga, dll.

    Di lain pihak, jika kita bicara aktivitas spekulasi, kita bicara tentang operasi ‘penanaman uang’ yang tidak memenuhi prasyarat utk disebut investasi.

    Spekulasi sendiri tidak semata-mata tergantung kepada instrumennya, tetapi juga kepada cara operasional kita. Misalnya saja kita beli obligasi terbitan pemerintah Australia dengan cara melakukan Yen Carry Trade.

    Meskipun instrumennya itu adalah instrumen yang masuk kategori instrumen investasi, tetapi jika kita membelinya dengan Yen carry trade, sebenarnya operasi ini lebih layak disebut spekulasi.

    Kalau saya lihat pertanyaan bro, yang saya tangkap adalah bro bertanya tentang unsur spekulatif dari future, option dan commodity.

    Kalau Future dan option secara umum mempunyai unsur spekulatif yang sangat tinggi, dan biasanya dipakai sebagai instrumen spekulasi.

    Untuk commodity, saya kurang jelas di sini bro bicara commodity dalam form apa? commodity fisik? commodity futures?

  13. mulan jamidong

    hampir sama dengan blog ini http://ekonomiorangwarasdaninvestasi.blogspot.com/
    sama2 bagus dam memberi pencerahan apa 1 guru 1 ilmu ya

    thank you so much

  14. waduh…makasih mbak mulan atas supportnya.

    Bisa ‘hampir sama’ dengan blog mas imam semar itu termasuk pujian yg tinggi sekali….. terus terang saya merasa masih kurang pantas nerima pujian seperti itu… hahaha

    Mudah-mudahan saya bisa terus memperbaiki blog ini sehingga di kemudian hari bisa sama bermanfaatnya dengan blog mas imam semar tersebut.

  15. cheenotz

    Korekkkk !!!
    Eehhh bener maksud saya 😀
    market price vs bisnis value
    speculation vs investing

    both investor attitude related …

    check my blog at http://simplevalue.blogspot.com

  16. Bro Edison,

    saya cari-cari tema dinar enggak nemu, jadi nanya disini aja yah….ada beberapa teman tanya kalo investasi di dinar gimana? saya jawab, saya kurang paham kalo mengenai valas…bisa bantu bro? ngomong2 saya tetap gk bisa sign up di wordpress

  17. Jaman sekarang mmg hrs hati2 dalam memutuskan investasi

  18. Dlm bisnis memang harus dilihat mana yg investasi, mana yg spekulasi. Kalo Forex, Option, Stock rasanya lbh dekat ke spekulasi. Kalo Property, Emas, Logam Mulia, cenderung ke investasi

  19. @Pak Edison
    aku baca ini di website-nya John C. Maxwell http://www.lawsofteamwork.com yang ada hubungannya dengan investasi VS spekulasi. Walaupun ada hubungannya dengan relationship/hubungan antar manusia, tapi pandangannya membedakan antara investasi dan spekulasi menurutku bagus banget. Jadi aku pengen bagi. Maaf ya kepanjangan. kalo kepanjangan hapus aja ya pak. maaf juga ga sempet terjemahin. jadi apa adanya aja aku salin. btw kayaknya aku udah JSholic dech (kecanduan harian JS), sehari aja aku ga liat aku jadi penasaran ada artikel apalagi yang dikeluarin temen2 kontributor. Gimana ya Pak Edison cara ngatasin kecanduanku ini?

    From Slot Machine to Stock Market: Investment Strategies for Relationships
    By Dr. John C. MaxwellIn the early years of my career, I did not have a correct view of life. I approached life as if it were a slot machine. I wanted to put as little as possible into it, and I always hoped to hit the jackpot. I’m embarrassed to say that I often had a similar approach in my interaction with people. I was more focused on what people could do for me than what I could do for them. As a result, I would try to make relational “withdrawals” without ever having made any deposits. Needless to say, I was not very successful.

    As I matured, I begin to place a higher value on people. As I made this transition, I noticed a fascinating development: the more I gave to relationships, the more I seemed to gain from relationships. In my book, Winning With People, I named this phenomenon The Boomerang Principle. What you put into relationships has a way of coming back to you.

    During my time in leadership, I’ve noticed that people fall into three broad categories with regards to how they view relationships.

    1) Takers

    Takers receive and never give. They are the people in life who have a me-first mentality. They try to extract as much as they can from the relationships in their lives, and they rarely, if ever, consider giving back.

    2) Traders

    Traders receive and then give. Traders will only send you a Christmas card, if you’ve mailed one to them. They picture relationships as an equation in need of balance. If someone helps them, they feel a debt of gratitude. If they aid another person, they expect a favor in return.

    3) Investors

    Investors give and then receive. These are the people who give purely for the joy of giving. They add value to others, not as part of a cold calculation, but as a habit. Although doing so may not earn them an instant return, in the long run they reap the gratitude and goodwill of those they have helped.

    Investment Strategies for Relationships
    Instead of viewing relationships as a slot machine, picture them like the stock market. To get rich, make regular deposits in people over an extended period of time. At first, you may feel like the value of what you’re putting in isn’t worth the investment. However, like the stock market, in the long run, you’ll reap dividends and earn rewards.

    1) Think “Others First”

    Human nature tends to focus us on personal needs, but investing in relationships requires us to prioritize others. Instead of self-advancement, think others-enhancement. Like a responsible investor, resist the temptation to “time” the relational market, using someone only for short-term gain. That’s a strategy doomed to fail. On the contrary, make a habit of adding value in relationships and trust that the long-term results will be in your favor.

    2) Focus on the Investment, Not the Return

    If you’ve ever purchased stocks personally, then you know the agony of watching the vicissitudes of the market. Like a roller coaster, your portfolio climbs up one day only to lurch down the next day. Instead of agonizing over returns, a shrewd investor focuses on making the investment. The same principle holds true in relationships. Don’t expect specific and immediate benefit from your relational inputs. Through time, you’ll be taken care of as long as you’re willing to invest.

    3) Make Educated Investments

    Not all investments yield the same interest, and not all relationships produce the same reward. As a leader, make investing in others a general principle, but be deliberate about putting energy into low-risk, high-reward relationships. Seek out talented people with teachable dispositions, and offer your relational capital to those who will make the most of it.

    4) Initiate the investment

    A stockbroker won’t hack into your bank account and invest money on your behalf. You have to be willing to take the first step. Don’t be stingy with your relational investments, giving only to those who’ve first given to you. Rather, take responsibility for setting the tone of adding value in your relationships.

    AboutJohn C. Maxwell is an internationally recognized leadership expert, speaker, and author who has sold over 16 million books. His organizations have trained more than 2 million leaders worldwide. Dr. Maxwell is the founder of EQUIP and INJOY Stewardship Services. Every year he speaks to Fortune 500 companies, international government leaders, and audiences as diverse as the United States Military Academy at West Point, the National Football League, and ambassadors at the United Nations. A New York Times, Wall Street Journal, and Business Week best-selling author, Maxwell was named the World’s Top Leadership Guru by Leadershipgurus.net. He was also one of only 25 authors and artists named to Amazon.com’s 10th Anniversary Hall of Fame. Three of his books, The 21 Irrefutable Laws of Leadership, Developing the Leader Within You, and The 21 Indispensable Qualities of a Leader have each sold over a million copies

  20. Bro Edison….

    Ada beberapa teman menyarankan untuk switching dari RD saham ke Fixed income atau money market dulu sampai selesai pilpres dan lihat kondisi. Sementara akhir2 ini bursa banyak merahnya yang pastinya di RD jadi merah juga. Saya punya RD yg saya taruh lumpsump, nah karena tiap minggu dapat report dari banknya, jadi keliatan tuh turunnya. Sedang yang DCA saya gk terlalu khawatir. Agak trauma dengan tahun lalu nih. Eh nyambung gak yang dengan pertanyaannya dengan judul disini?

  21. Pembahasan yang menarik Bro Edison. Saya baru pertama kali membaca blog yang mengangkat pembahasan ini, terlebih di Indonesia.

    Elemen-elemen tersebut sangat bermanfaat bagi tiap investor dalam melakukan proses, sebelum, selagi, dan setelah investasi.

    Apapun instrumen nya, tetap selaku investor sebaiknya mengetahui elemen proses2 dasar tersebut.

  22. Bro Edison ditanyain sama Ben Graham tuh. kemana aja kok ga ngantor2?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s