Monthly Archives: June 2008

Proforma Earning: Sebuah Cerita Cinderella

Siapa yang tidak kenal Cinderella? Boleh dikatakan tidak ada orang yang belum pernah mendengar cerita tentang gadis yang satu ini. Ketika kecil, kita dibuai oleh cerita tentang Cinderella yang penampilannya lusuh dan kumal, dengan satu kibasan tongkat sihir Ibu Peri berubah menjadi seorang putri yang cantik, siap untuk pergi menemui Pangeran di pesta dansa.

Mungkin banyak orang yang tidak mengetahui bahwa di dunia investasi kita juga bisa menemukan cerita Cinderella. Meskipun demikian, cerita Cinderella di dunia Investasi tidaklah sama seperti yang dipopulerkan oleh Walt Disney. Jika cerita Cinderella versi Walt Disney berakhir dengan bahagia, maka cerita Cinderella versi dunia Investasi ini biasanya justru berakhir dengan tangisan sedih para Investor. Cerita Cinderella versi dunia Investasi ini biasanya dikenal dengan nama Proforma Earning (Laba Proforma) Continue reading

8 Comments

Filed under Instrumen Investasi

Obligasi, Suku Bunga dan Credit Rating

Dalam post “BOND….James BOND” saya telah membahas beberapa konsep dasar dalam investasi obligasi. Salah satu hal yang dibahas dalam post itu adalah bahwa harga pasar sebuah obligasi itu berfluktuasi, sehingga Yield obligasi itu pun juga akan berfluktuasi.

Pergerakan harga pasar sebuah obligasi bisa disebabkan oleh banyak hal. Meskipun demikian, bisa dikatakan 2 faktor utama yang mempengaruhi harga pasar (dan tentunya juga Yield) dari obligasi adalah perubahan tingkat suku bunga dan perubahan Credit Rating (Kualitas Kredit) dari perusahaan penerbit obligasi itu. Continue reading

2 Comments

Filed under Instrumen Investasi

Kredit Tanpa Agunan dan Ilusi Bunga Flat

Pernahkah teman-teman mengalami hal seperti ini? Anda sedang bekerja/ngopi/makan siang/nyetir, ketika tiba-tiba……

(ring…ring…handphone berbunyi… nomor tidak dikenal)

“Hallo?”

Selamat siang pak. Nama saya X dari Bank Y. Saya menelpon untuk menginformasikan kepada bapak bahwa bapak telah terpilih untuk mendapatkan fasilitas kredit tanpa agunan sebesar 50 juta dari bank kami. Uang ini nanti bebas bapak pakai untuk…….”

Saya yakin kejadian di atas sudah pernah dialami oleh kebanyakan pembaca blog ini. Beberapa tahun terakhir, berbagai institusi perbankan begitu gencarnya menawarkan Kredit Tanpa Agunan (KTA) kepada masyarakat. Saking gencarnya, hingga dalam satu bulan, saya bisa menerima telpon seperti di atas dua atau tiga kali.

Menulis post tentang KTA ini, saya jadi teringat akan suatu kejadian di bulan Oktober tahun lalu  ketika saya diberikan sebuah “PR” oleh orang tua saya. Saya diminta untuk membantu mengurus penyelesaian hutang  bank salah satu karyawan kami. Jumlah hutang karyawan itu kepada berbagai bank mencapai lebih dari Rp 40 juta, terdiri dari hutang KTA dan kartu kredit. Dengan gaji pokoknya yang hanya Rp 1,2 juta per bulan tentunya situasi karyawan tersebut bagaikan sebuah mimpi buruk, terlebih mengingat kondisi karyawan tersebut yang sudah ada tanggungan (istri dan 1 anak) Continue reading

207 Comments

Filed under Perencanaan Keuangan

BOND…. James BOND

Mungkin hampir semua orang pernah mendengar kalimat yang saya jadikan judul post ini. Aktor kawakan Sean Connery adalah orang yang pertama kali mengucapkan kalimat tersebut dalam film Dr. No di tahun 1962, film pertama dalam franchise James Bond. Kalimat itu sendiri lalu menjadi ciri khas James Bond untuk memperkenalkan dirinya, dan termasuk salah satu kalimat yang paling diingat (memorable) dalam sejarah perfilman. Dalam post ini, BOND yang ingin saya bicarakan bukanlah agen rahasia 007 dari badan intelligen MI6 Inggris tersebut. Meskipun demikian,  BOND yang menjadi topik post ini ini tidak kalah banyak penggemarnya. BOND yang saya maksud di sini adalah BOND, si instrumen investasi, atau yang kita kenal di Indonesia sebagai OBLIGASI. Continue reading

11 Comments

Filed under Instrumen Investasi

Jadilah Pemilik Usaha dan bukan “Penyewa” Saham

WHAT THEY SAID…

Oktober adalah salah satu bulan yang berbahaya untuk berspekulasi dalam saham. Bulan-bulan berbahaya lainnya adalah July, January, September, April, November, Mei, Maret, Juni, Desember, Agustus dan February

Mark Twain

—–oOo—–

Judul post ini muncul di kepala saya ketika membaca kritik John Bogle terhadap mentalitas publik saat ini yang telah bergesar dari “memiliki saham” (own-a-stock) menjadi “menyewa saham” (rent-a-stock). Bagi saya, kritik ini menimbulkan kesan yang mendalam karena dengan gambaran yang sederhana tapi akurat melukiskan kesalahan yang begitu meluas di publik “investor” saat ini.

Dalam hiruk pikuk dunia investasi saat ini, kebanyakan orang lupa bahwa selembar saham adalah bukti kepemilikan atas suatu usaha. Tanpa disadari (oleh mereka sendiri), mereka memperlakukan saham ibaratnya selembar kupon lotere. Beli, berharap harganya naik, lalu segera jual.  Jika harganya tidak naik, juga jual (alasannya : “untuk apa memegang saham yang harganya tidak naik-naik?“). Akibatnya, saham yang dipegang pun berganti-ganti terus, sehingga terkadang seseorang lebih sering “ganti saham” lebih daripada “ganti sepatu/tas”. Continue reading

7 Comments

Filed under Pemikiran tentang Investasi

Mimpi dan Realita (part 3)

(sambungan dari part 2)

Melanjutkan pembahasan di part satu dan dua, dalam post ini saya akan kembali berbicara seputar keterangan pers Gubernur BI Boediono pada keterangan persnya 5 Juni lalu. Seperti yang telah kita tahu, dalam keterangan pers tersebut, pemerintah menetapkan target inflasi untuk tahun 2009 di tingkat 6,5%±1%. Angka yang dikeluarkan pemerintah ini menurut saya merupakan sebuah angka yang menarik untuk diamati.

Pertama-tama mari kita pertimbangkan angka inflasi untuk tahun 2008 ini, yaitu menurut pemerintah akan sebesar 11,5%-12,5% (yang saya rasa terlalu rendah, dan  kemungkinan besar di atas 15%). Terlepas dari perkiraan mana yang lebih tepat, dari angka-angka inilah kita sebenarnya bisa mendapat suatu “pesan” tersembunyi dari pemerintah. Continue reading

3 Comments

Filed under Pembahasan kondisi Ekonomi Makro

Mimpi dan Realita (part 2)

(sambungan dari part 1)

Beberapa hari lalu, saya telah menulis bagian pertama artikel ini yang membahas mengenai keterangan pers Gubernur BI tentang target inflasi utk tahun ini dan tahun depan. Reaksi dari teman-teman yang membaca post itu cukup beragam. Ada yang jadi takut, ada yang pasrah, ada yang mengeluh, dan ada juga yang “penasaran”. Dalam hal ini, yang membuat mereka “penasaran” adalah jika saya berpendapat bahwa target inflasi tahun ini yang 11,5-12,5% kurang realistis, berapa angka inflasi yang akan terjadi menurut saya?

Dalam post ini sebenarnya saya ingin berbicara mengenai target inflasi pemerintah untuk tahun 2009 yang dikatakan akan berada pada tingkat 1 digit, tepatnya pada tingkat 6,5%±1%. Tetapi mungkin ada baiknya saya awali dulu post ini dengan membahas “estimasi kasar” angka inflasi untuk tahun 2008 ini sebelum melihat ke tingkat inflasi 2009. Continue reading

2 Comments

Filed under Pembahasan kondisi Ekonomi Makro

Mimpi dan Realita (part 1)

WHAT THEY SAID…

Wishful thinking is one thing, and reality another

Jalal Talabani

—–oOo—–

“Mimpi dan Realita adalah dua hal yang berbeda”, begitu kira kira maksud presiden Irak yang saya kutip ini. Kalimat tersebut sangat pas untuk menggambarkan apa yang terlintas dalam pikiran saya ketika menyempatkan diri membaca keterangan pers Gubernur BI 5 juni lalu.

Dalam rapat Dewan Gubernur BI yang terakhir itu, Gubernur Bank Sentral Boediono menyampaikan :

Inflasi pada 2008 kemungkinan akan meningkat pada kisaran 11,5-12,5% (yoy). Namun kami memperkirakan bahwa dengan berbagai kebijakan yang telah dan akan dilakukan, baik oleh Bank Indonesia maupun Pemerintah, inflasi akan kembali mengarah ke satu digit di tahun 2009 pada kisaran 6,5%±1%. Bank Indonesia akan memfokuskan pada upaya meredam dampak tidak langsung dari kenaikan harga BBM dan pangan.

Lalu apa kaitannya keterangan pers ini dengan ucapan Jalal Talabani yang saya kutip di atas? Continue reading

Leave a comment

Filed under Pembahasan kondisi Ekonomi Makro

Asuransi Jiwa : Bukan Untuk Setiap Orang

WHAT THEY SAID…

Perusahaan asuransi bisa memberitahukan kepada anda dengan sangat akurat BERAPA banyak orang yang akan meninggal besok hari. Yang tidak mereka ketahui hanyalah SIAPA

Anonymous

—–oOo—–

Ketika menulis post ini, saya sedikit tersenyum membayangkan reaksi yang akan timbul jika post ini dibaca oleh agen asuransi jiwa. Saya terpikir untuk menulis tentang topik asuransi jiwa setelah topik ini muncul dalam dalam percakapan saya dengan seorang teman dari thread “Jangan Serakah” di forum Kaskus, sebut saja namanya L. Dalam percakapan itu, L mempertanyakan apakah setiap orang wajib memiliki asuransi jiwa, terutama orang yang sudah mapan sekali?

Isu mengenai apakah setiap orang wajib memiliki asuransi jiwa boleh dikatakan sebagai isu yang agak “kontroversial”. Sebagian Financial Planner/Perencana Keuangan (dan hampir semua agen penjual asuransi jiwa) akan mengatakan bahwa setiap orang wajib memiliki asuransi jiwa. Di lain sisi, ada beberapa Financial Planner lainnya yang berpendapat bahwa asuransi jiwa bukanlah sesuatu yang wajib dimiliki oleh SEMUA orang. Berdasarkan pada judul post ini, para pembaca blog ini mungkin sudah bisa memperkirakan saya memihak pada “kubu” yang mana. Continue reading

67 Comments

Filed under Perencanaan Keuangan

Investor Pasif dan Bogleheads

WHAT THEY SAID…

Jangan mencoba mencari jarum dalam jerami. Beli saja jeraminya

John Bogle

—–oOo—–

Investor, menurut Ben Graham, dapat dibagi ke dalam dua golongan : Investor Aktif dan Investor Pasif. Penggolongan ini sendiri tidak mempunyai artian/konotasi positif ataupun negatif, dalam hal ini “Pasif” bukanlah berarti jelek dan “Aktif” juga bukan berarti bagus.

Investor Pasif, dalam hal ini adalah tipe Investor yang dalam menjalankan investasinya mengutamakan keamanan modal pokok, serta (tidak kalah pentingnya) kebebasan dari segala “kerepotan” (dalam mengelola investasinya)

Investor Aktif, di lain pihak, adalah tipe Investor yang bersedia mencurahkan waktu dan pikiran untuk menseleksi instrumen investasi yang AMAN. Sebagai imbalan atas “keringat”-nya ini, seorang investor bisa mengharapkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Investor Pasif. (Perlu ditekankan di sini, bahwa untuk “tingkat keuntungan yang lebih tinggi” ini baru sekedar “bisa mengharapkan” dan bukan “dijamin”) Continue reading

11 Comments

Filed under Pemikiran tentang Investasi