Apa yang pertama-tama kita butuhkan untuk memulai Investasi?

WHAT THEY SAID…

Hidup penuh dengan ketidak pastian. Tiada satu orang pun yang bisa tahu berapa tingkat keuntungan dari investasi, suku bunga serta inflasi di masa depan. Meskipun demikian, saya bisa menjamin satu hal kepada anda. Orang-orang yang memiliki program investasi akan memiliki uang lebih banyak di hari tuanya dibandingkan dengan orang-orang yang tidak (memiliki program investasi)

Noel Whittaker

—–oOo—–

Genova dalam comment terhadap post pertama di blog ini mempunyai pertanyaan yang menurut saya sangat bagus dan seharusnya direnungkan oleh setiap orang yang akan masuk ke dunia investasi:

Apa saja yg dibutuhkan pertama kali untuk terjun ke bidang investasi?

Kebanyakan orang kemungkinan besar akan menjawab pertanyaan di atas dengan “Modal”. Meskipun saya setuju dengan jawaban itu, tetapi dalam hal ini “modal” yang ada dalam pikiran saya mungkin akan berbeda dengan “modal” yang dipikirkan sebagian besar orang.

Berbicara tentang “modal” umumnya pikiran kita langsung melayang ke jumlah uang ataupun “barang” yang dibutuhkan (tempat usaha, tanah, dll). Tidak heran jika kita ditawarkan untuk invest (baik berupa instrumen investasi maupun berupa peluang bisnis), maka kerap kali pertanyaan pertama yg ditanyakan adalah “berapa/apa modal yang dibutuhkan?”. Ada juga sebagian orang yang berpikir selangkah lebih dalam, dan menanyakan “pengetahuan/keahlian apa yang dibutuhkan untuk investasi ini?”. Meskipun ini pertanyaan yang bagus, tetapi sayangnya “pengetahuan/keahlian” bukanlah “modal” utama yang dibutuhkan oleh seorang investor.

Modal utama seorang investor ada dua : Pola pikir/Mindset dan Displin sebagai seorang Investor. Tanpa dua modal ini, seorang calon investor biasanya melenceng dan malah masuk ke jalur “spekulasi”. Begitu kita masuk ke jalur “spekulasi” ini, maka kita tentunya harus siap menerima “hasil” seorang spekulan, yaitu bisa mendapat keuntungan yang besar, tetapi bisa (dan justru kebanyakan terjadi) mengalami kerugian yang sangat besar.

Untuk mengembangkan pola pikir “ala” investor, tentunya harus dimulai dari pemahaman yang benar tentang “investasi” itu sendiri. Definisi Investasi yang diberikan oleh Ben Graham seperti yang di-quote di post pertama blog ini, dapat dipakai untuk segala jenis investasi dan tidak terbatas kepada investasi dalam instrumen keuangan saja.

Tentu saja tidak ada gunanya jika definisi tersebut hanya kita hafalkan. Kita juga harus senantiasa menerapkan itu dalam pengambilan keputusan tentang investasi kita. Coba pikirkan kembali apakah investasi kita selama ini telah memenuhi ketiga persyaratan yang disebutkan oleh Graham (melakukan analisa yang mendalam, adanya keamanan modal pokok dan tingkat hasil yang layak/pantas). Jika kita membiasakan diri untuk selalu menganalisa setiap kesempatan investasi dengan berdasarkan ketiga persyaratan tersebut, lambat laun pola pikir kita akan terbiasa berpikir seperti seorang investor.

Seorang investor juga membutuhkan tingkat disiplin yang tinggi. Disiplin di sini bukan hanya disiplin dalam melakukan investasi, tetapi juga disiplin mental. Investasi merupakan suatu perjalanan yang panjang dan dalam perjalanan ini akan banyak godaan dan cobaan yang kita alami yang bisa membuat kita melenceng dan keluar dari jalan investasi.

Sebuah contoh nyata, seorang teman saya baru-baru ini mulai masuk ke dunia investasi. Sebelum dia mulai memasuki dunia ini, dia telah berulang kali berdiskusi dengan saya tentang investasi sehingga boleh dikatakan dia sudah paham tentang bagaimana seharusnya seorang investor berpikir dan bertindak. Tetapi sewaktu dia pergi ke sebuah brokerage untuk membuka account, dia langsung mengirimkan sms kepada saya yang bunyinya “ha..ha.. godaan kesombongan manusia gede banget di sini”. Sepulangnya dari sana, dia bercerita bahwa suasana di brokerage itu (dengan papan ticker yang berkelap kelip) sangat menggoda untuk melupakan segala ajaran tentang investasi yang telah kami diskusikan sebelumnya. Terlebih lagi teman saya ini adalah seseorang yang sangat pintar secara intelektual, sehingga saya tahu bahwa godaan dia untuk mengembangkan berbagai “teori” dan “rumus” sangat besar.

Pola pikir “ala” Investor dan disiplin yang tinggi ibaratnya merupakan suatu wadah yang baik. Jika wadah anda bolong, apapun yang kita masukkan ke dalamnya (uang, ilmu, waktu) akan bocor dan tidak berguna.

5 Comments

Filed under Pemikiran tentang Investasi

5 responses to “Apa yang pertama-tama kita butuhkan untuk memulai Investasi?

  1. Genova

    Lalu setelah modal, apalagi yang harus kta siapkan? dlam arti, jalan menuju berinvestasi..

    nb: kalo bs perbanyakin contoh ajah, coz saya rada lambat mencerna hal2/kata2 yg rumit.. ^_^

  2. toto_lutu

    wah..asik nih bakal ada panduan step by step..
    lanjut bro..

    kalo boleh nebak (mudah2an salah), langkah selanjutnya adalah menetapkan tujuan dengan tidak lupa melihat kondisi terkini (ibaratnya mau pergi ke suatu tempat tapi gak tau sekarang ada di mana…kan repodth).
    penetapan tujuan ini harus yg bisa dicapai (reach-able & reasonable), bukan yg mengawang-awang karena selain akan membutuhkan usaha yg jauh lebih keras, dikhawatirkan nanti akan kehilangan semangat di tengah jalan karena kelamaan sampainya.

    lalu mempelajari bagaimana dan dengan apa tujuan tersebut dapat dicapai.
    kemudian disusunlah rencana pencapaian tujuan tersebut dan menjalankannya dengan disiplin dan konsisten.

    hehe..kok sederhana banget ya..
    pasti ada yg salah..
    gak papalah..
    sedikit umpan lambung..

  3. felv

    Wah, congratz yah bro Nikken.. Saya start dari awal lagi baca nya deh, tapi ttp bermanfaat. Thx..

  4. pesan moral ben graham jauh lebih dalam dari apa yang ada dibuku jika kita mau memahaminya ya…

    tulisannya mantap bro..

  5. edison76

    thanks buat commentnya. Saya sendiri merasa bahwa banyak sekali yang bisa kita pelajari dari buku itu. Setiap kali membaca ulang buku itu, saya selalu menemukan hal baru yg terlewatkan sebelumnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s