Exchange Traded Fund (ETF) & Exchange Traded Note (ETN)

Salah satu keuntungan menjadi investor di luar negeri dibandingkan dengan investor di pasar Indonesia adalah banyaknya alternatif instrumen investasi yang bisa kita pilih. Setiap instrumen investasi mempunyai karakteristik yang unik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mengingat setiap investor mempunyai karakteristik investasi yang berbeda-beda pula, maka dengan beragamnya instrumen yang tersedia, kita bisa memilih instrumen yang karakteristiknya lebih cocok untuk diri kita.

Salah satu produk yang populer di pasar luar negeri adalah produk ETF (Exchange Traded Fund) dan ETN (Exchange Traded Note). Dalam post ini, kita akan “berkenalan” dengan kedua produk ini.

ETF pada dasarnya merupakan sebuah Reksadana. Tetapi berbeda dengan reksadana “biasa”, ETF berbentuk saham (common stock) dan diperdagangkan di bursa Saham. Karena ETF berbentuk saham, dalam membeli ataupun menjual ETF tidak ada bedanya dengan membeli ataupun menjual saham. Sebagai perbandingan, pembelian dan pencairan unit penyertaan di Reksadana “biasa” hanya bisa dilakukan dengan perusahaan penerbit reksadana yang bersangkutan dan berbagai agen yang ditunjuk oleh perusahaan tersebut.

—–oOo—–

Di luar negeri, perkembangan pasar ETF sangat marak, sehingga lahir berbagai macam ETF yang menawarkan “isi” yang berbeda-beda. Ada ETF Index yang berisikan seluruh saham dalam suatu index sehingga pergerakannya akan “menjiplak” pergerakan index tersebut. Ada ETF sektoral yang berisikan saham-saham dalam suatu sektor, misalnya sektor finansial ataupun sektor retail. Bahkan ada juga ETF komoditas yang meniru pergerakan harga komoditas tertentu seperti emas, soft commodities dan lain-lain.

Beberapa contoh saham ETF adalah:

  • SPY yg merupakan representasi dari seluruh saham dalam index S&P500.
  • DIA yg merupakan representasi dari seluruh saham dalam index Dow Jones
  • QQQQ yg merupakan representasi dari seluruh saham dalam index Nasdaq.
  • XLF yg merupakan representasi dari saham saham dalam Sektor Finansial di index S&P500
  • EEM yg merupakan representasi dari index-index pasar saham “Emerging Market”/negara berkembang
  • GLD yg mengacu pada pergerakan harga komoditas Emas

Jika kita berinvestasi dengan ETF, boleh dikatakan bahwa tidak ada bedanya dengan berinvestasi secara langsung dalam komponen ETF itu. Misalkan pada contoh ETF di atas, jika kita membeli saham ETF SPY, boleh dikatakan tiada bedanya dengan kita membeli satu per satu saham 500 perusahaan terbesar Amerika yang terdaftar di Index S&P500. Tentunya dalam hal ini, jika kita membeli satu per satu saham 500 perusahaan tersebut, kita akan membutuhkan dana yang sangat besar. ETF dengan demikian menawarkan suatu kemudahan untuk investor melakukan diversifikasi dalam investasinya.

Di Indonesia sendiri, produk ETF ini kurang berkembang dan hingga saat ini yang saya tahu baru ada dua produk ETF, yaitu R-LQ45X (yang kinerjanya mengacu pada kinerja index LQ-45) dan R-ABFII (yang kinerjanya mengacu pada index obligasi).

—–oOo—–

Suatu produk investasi lainnya yang tersedia untuk investor luar negeri adalah ETN (Exchange Traded Note). Produk ETN ini sendiri di luar negeri boleh dikatakan termasuk baru. ETN pertama baru diterbitkan tahun 2006 lalu oleh Barclays Bank PLC. Produk ETN ini sendiri belum bisa ditemukan di Indonesia.

Apakah ETN itu? Definisi ETN adalah suatu instrumen hutang senior tanpa agunan yang kinerjanya mengacu pada kinerja suatu patokan index tertentu. “Senior” dalam hal ini berarti bahwa instrumen hutang ini termasuk dalam hutang-hutang yang mempunyai hak klaim pertama atas aset perusahaan jika misalnya perusahaan penerbit ETN itu bangkrut.

Untuk mempermudah pemahaman tentang produk ini, mungkin ada baiknya kita melihat ETN ini dalam bahasa “sehari-hari”.

Jika ingin disederhanakan, ETN adalah suatu obligasi yang diperjual belikan di bursa saham, dimana tingkat bunga dari obligasi ini tergantung kepada kinerja suatu index. ETN sendiri tidak memberikan bunga sehingga merupakan tipe obligasi Zero Coupon Bond. Dalam hal ini penerbit ETN berjanji akan membayarkan kepada pemegang ETN sewaktu ETN itu “mature”/jatuh tempo. Jumlah yang dibayarkan adalah sebesar nilai nominal dari ETN dikalikan dengan faktor nilai index pada saat jatuh tempo itu, dipotong dengan biaya pengelolaan tahunan.

—–oOo—–

Sebagai ilustrasi, kita akan melihat ETN pertama di dunia, iPath Dow Jones-AIG Commodity Index Total Return ETN, yang diperdagangkan dengan kode ticker DJP. ETN ini diterbitkan pada tanggal 6 Juni 2006 dan mempunyai masa maturity/jatuh tempo 30 tahun (6 Juni 2036). Nilai pokok setiap lembar ETN ini adalah $50. Kinerja ETN ini sendiri akan mengacu kepada Dow Jones-AIG Commodity Index, yang memantau pergerakan harga-harga berbagai komoditas. Pada tanggal penerbitannya (6 Juni 06), nilai Dow Jones-AIG Commodity Index tersebut ditutup pada tingkat 175,267.

Dalam kasus ini, Barclays Bank PLC, sebagai penerbit ETN tersebut berjanji bahwa pada tanggal maturity/jatuh tempo (6 Juni 2036), akan membayarkan uang kepada pemegang ETN tersebut. Besar uang yang dibayarkan untuk setiap lembarnya adalah $50 dikalikan dengan perbandingan nilai index pada tanggal 6 Juni 2036 dibandingkan tanggal 6 Juni 2006. Misalkan saja pada tanggal 30 Juni 2036 nanti nilai Index itu adalah 2000, maka untuk setiap lembar ETN, Barclays akan membayar sebesar $570.55, yang perhitungannya didapat dari $50*(2000/175,267). Nilai uang di atas belum dipotong dengan biaya tahunan sebesar 0,75%.

Pembeli ETN dalam hal ini tidak perlu menunggu hingga ETN tersebut “mature”/jatuh tempo, karena ETN ini berbentuk saham sehingga setiap hari dapat diperjual-belikan di bursa saham. Harga pasar ETN itu sendiri setiap harinya akan tergantung kepada beberapa faktor, tetapi mungkin bisa dikatakan bahwa 2 faktor utama yang menentukan harga harian ETN itu adalah nilai Index tersebut pada hari itu dan juga rating keuangan perusahaan penerbit ETN itu. Sebagai contoh, harga penutupan per tanggal 6 Juni 2008 untuk ETN DJP ini adalah $68,69

—–oOo—–

Suatu hal yang harus ditekankan di sini adalah bahwa ETF dan ETN merupakan dua produk yang berbeda. ETF merupakan berbasis ekuitas dan mempunyai asset dibelakang ETF itu. Sebaliknya, ETN merupakan instrumen hutang senior tanpa agunan, sehingga investor ETN sangat tergantung kepada kondisi keuangan perusahaan penerbit ETN tersebut. Meskipun penerbit ETN itu sangat solid, misalkan seperti Barclays Bank PLC dalam contoh di atas yang selama 24 tahun terakhir ratingnya stabil di tingkat AAA sampai AA, tetap saja ada resiko yang ditanggung oleh investor ETN.

Di lain sisi, ETN memiliki kelebihan dalam segi “Tracking Error”, dimana ETN tidak akan mengalami tracking error (tracking error=0). Setiap ETF (dan juga Reksadana index “biasa”) yang mengacu pada suatu index akan selalu mengalami kendala yang disebut tracking error tersebut.

Pengaruh dari “tracking error” adalah bahwa kinerja ETF (dan reksadana index “biasa”) tidak akan bisa sama 100% dengan kinerja index acuannya (bisa lebih tinggi dan bisa lebih rendah), meskipun biasanya penyimpangannya sangat kecil. Saya pribadi belum pernah membaca prospektus ETF ataupun reksadana index “biasa” yang tracking errornya sampai di atas 2,5%.

18 Comments

Filed under Instrumen Investasi

18 responses to “Exchange Traded Fund (ETF) & Exchange Traded Note (ETN)

  1. Risyadmum

    Sangat bermanfaat ,bro Nikken. Wawasan saya bertambah terus.

    Tetap produktif menulis,ya..

  2. tula

    tracking error itu apa ya mas edison ?

  3. kalau secara sederhana, tracking error itu adalah deviasi/penyimpangan.

    Kalau untuk ilustrasi sederhananya, misalkan saya adalah ETF dan bro tula adalah Acuan (yg akan ditiru oleh ETF).

    Kita lalu berdiri berhadapan. Lalu gerakan apapun yang bro lakukan, saya mencoba meniru/menjiplak gerakan itu (ibaratnya cermin). Tentu saja saya tidak akan bisa meniru 100% sama persis gerakan bro.

    Sama seperti itu juga ETF tidak bisa meniru sampai 100% sama dengan acuannya (karena berbagai hal).

  4. tommy

    Bro Edi,
    saya masih kurang jelas bgm proses jual beli ETF yang ada di Indonesia…(apakah harus lewat broker, seperti jual beli saham ?) Selama ini saya sudah ikut reksadana saham. ETF di Indo sudah brp lama? Dan mnrt Bro Edi, apakah selama ini ETF tsb bagus kinerjanya ? Trims sebelumnya🙂

    Edison: ETF memang berbentuk saham, sehingga jual belinya melalui broker layaknya jual beli saham ‘biasa’ lainnya.

    ETF di Indonesia umurnya memang masih pendek, Untuk ETF R-LQ45X (acuan ke index LQ-45) listingnya baru akhir tahun lalu (Desember kalau tidak salah)? Karena ini adalah ETF index (acuannya adalah index LQ-45), maka tentu kinerjanya tidak beda dengan kinerja index LQ-45 (plus minus Tracking Error).

  5. DW

    Bro,

    Mau tanya, ETF itu apakah sama sebenarnya dengan ‘main’ Index yang suka ditawar2kan oleh perusaaan trading? (yang saya dengar dan lihat sangat beresiko). Kalau berbeda, dimanakah perbedaannya?

    Trims jawabannya

  6. @DW

    Maaf baru dijawab sekarang.

    ETF dengan ‘main’ Index seperti yg sering ditawarkan perusahaan trading itu berbeda bagaikan bumi dan langit. ETF itu pada intinya adalah reksadana, hanya saja dia diperjual-belikan di bursa saham

    ‘Main Index’ seperti yg ditawarkan perusahaan trading itu hanya merupakan kegiatan spekulasi berupa ‘tebak-tebakan’ pergerakan harian index.

  7. tanya

    1. Apakah Index Fund itu termasuk ETF? ie. Vanguard 500 Index Fund yang mengacu kepada Index S&P 500

    2. ETN = Zero Coupon Bond (indonya = instrumen hutang senior tanpa agunan?). Tapi di atas ditulis ETN ini berbentuk saham sehingga setiap hari dapat diperjual-belikan di bursa saham.
    Jadi sebenernya ETN itu bisa berbentuk bond or share?

  8. tanya

    Krn pilihan saya terbatas, stlh saya cek, index fund yg bs saya ambil lsg dari fund house nya (ie. Vanguard) ternyata initial contributionnya besar (alias di luar jangkauan)

    Lalu setelah saya cuci mata lewat institusi finansial (ING), mrk menawarkan beragam funds, termasuk index fund, dgn initial contribution yg lebih rendah yg masih bisa saya usahakan. Dgn begitu saya jg bs lbh banyak pilihan index funds (gak cm sebiji doang). Tapi yah itu, mrk nguntunginnya jg lumayan banyak lewat berbagai fee.

    Adakah cara lain utk bisa beli selain melalui institusi finansial (ING, GENERALI?) yg menawarkan beragam funds?

    Krn kl melalui mrk, jato feenya yah besar jg. Gak rela tapi jg gak ada dana buat beli lsg hahaha.. enaknya gmn yah? beginilah kalo org yg gak berdana tapi maksa mo invest..

  9. @tanya

    Index Fund dan ETF Index itu bisa dikatakan seperti ‘saudara sepupu’. Perbedaan di antara keduanya hanyalah bahwa ETF index itu diperjual-belikan di bursa saham.

    Sebagai contoh, untuk ‘meniru’ kinerja index S&P500, perusahaan investasi Vanguard mengeluarkan produk Index Fund (code: VFINX) dan juga mengeluarkan produk ETF Index (code: VV).

    ETN secara ‘bentuk’ adalah saham (sehingga diperjual belikan di bursa saham).

    Hanya saja bedanya dengan saham ‘biasa’, bisa dikatakan ETN ada masa ‘jatuh temponya’ di mana setelah jatuh tempo, penerbit ETN akan membayar kepada pemegang ETN itu sejumlah uang sesuai dengan ketentuan ETN tersebut.

    Sebagai investor non-amerika, memang utk masuk di Index Fund Vanguard butuh dana yg relatif besar ($100 ribu initial, selanjutnya $5 ribu).

    Bagi yang kesulitan untuk invest dalam jumlah tersebut, pilihan termudahnya mungkin adalah melalui ETF Index saja. Seperti yg saya katakan, Vanguard juga mengeluarkan produk tersebut dengan kode VV (mengacu ke S&P500). Harganya per hari ini sekitar $40+ per lembar

    Tetapi cari broker yg murah ya? Kalau tidak nanti malah habis di komisi broker🙂 Tetapi juga jangan sembarangan broker, pastikan itu broker resmi dan ikut program penjaminan sekuritas USA.

    • Pak Edison bisa share nama-nama broker resmi dan murah yang ada di Indo untuk beli ETF index. soalnya aku blank sama sekali tapi pengen banget punya ETF index spt disarankan pak Edison. Kalo ga bisa di share disini, tolong e-mail ya ke aku. tx

  10. tanya

    Makasih buat penjelasannya.. saya punya bbrp lagi..

    1. Saya cek Vanguard Australia, ternyata di sana Vanguard punya index fund yg diperjualbelikan di bursa saham; dari fixed interest (VAFIIF), equity shares (VISIF), property securities (VAPSIF). Jadi apakah sebenarnya index funds tsb adalah ETF krn diperjualbelikan di bursa saham? Terpaksa ngulang krn lain dgn site amrik yg dgn jelas mengkategorikan ETF, site aus tidak.

    2. Index Fund fixed interest spt VAFIIF ternyata termasuk bond dkk. Jadi bisa dikategorikan ETN dong yah?

    3. Biasa broker charge berapa sih? ING charge 4%, trus ada 0.6% transaction fee/transaction (dibanding Vanguard direct total spread costnya 0.4%), 1.46% ongoing fee (Vanguard 1.11%), plus acc holding fee $48 (Vanguard $66)

    4. Kalau kita buka acc dgn broker luar, apakah dikenakan tax pendapatan di indo? atau di negara di mana broker itu terdaftar? Jd kl brokernya terdaftar di US, dikenakan tax US? Kalau iya, apa gak lebih baik org beli via broker dr tax free haven ie. isles of man?

  11. tanya

    ada pertanyaan baru lagi nih..

    barusan saya liat ishares.com (afiliasi Barclays Global Investors, N. A.) n mrk berspesialisasi di ETF (walaupun di msg2 judul fundnya ada tulisan ‘index fund’ dan bukan ETF) dgn kategori produk equity berdasarkan:
    1. market cap (broad/large/ med/ small)
    2. style (growth/value)
    3. sector/industry
    4. international/regional
    5. specialty/real estate

    yg mau saya tanyakan:
    1. style (growth/value) itu maksudnya apa sih?
    2. hedge fund itu maksudnya di’pact’ dgn kurs tertentu? efeknya apa? Vanguard ada index fund yg jenis ini.

  12. tanya

    stlh baca2, kok kl berdasarkan style (growth/value) kesannya seperti spekulasi yah.. growth berspekulasi dgn projeksi pertumbuhan ke depannya value berspekulasi dgn potensial yg saat ini belum terlihat..

    tp bacaan2nya kontradiksi.. A blg growth lbh riskan krn pd awalnya dah highly priced krn perusahaannya sehat, jd kl jato yah lbh dlm jatonya.. B blg value yg lbh riskan krn perusahaannya in trouble dr awal, jd kl marketnya jato, perusahaan ini lbh susah ngadepinnya..

    bener gak sih pengertian saya?

    tp kl berdasarkan data S&P & VL Financial Strength rating (utk large cap – lihat bawah) kayanya pengertian saya salah deh.. atau saya yg salah baca data??

    &P Quality Rating At or Above Large-Cap Style A+ A A- Growth 29.5% 34.4% 42.6% Value 19.0% 22.8% 32.6%

    VL Financial Strength Rating at or Above Large-Cap Style A++ A+ A Growth 37.5% 61.2% 86.4% Value 13.7% 45.2% 73.3%

    asli, belon jg mulai invest, pala g dah botak duluan!!!

  13. @tanya

    Pada akhirnya, kembali lagi ke ‘basic’🙂

    Yg disarankan bagi kebanyakan orang adalah RD index yg low cost, broad diversification, passively managed dan low-cost…

    Nah, dari yg bro lihat itu, berapa yg memenuhi semua persyaratan di atas?

    Sebagai contoh, Vanguard pun ada produk RD yg Value style, tetapi Bogle pun (sebagai pendiri Vanguard) pernah berkata bahwa dalam jangka panjang dia tidak yakin RD tersebut bisa mengalahkan RD index tradisional🙂

    Jika yang menjual produknya saja berpikir seperti itu, kenapa bro malah harus ‘jadi botak’?🙂

  14. tanya

    memangnya ada yg tradisional? maksudnya tanpa embel2 kategori? malah makin bingung nih!

    Edison: Yg tradisional itu yg seperti Vanguard 500 index fund. Ini berdasarkan market cap. Tidak pakai embel embel style spt ‘aggresive’, ‘value’, ‘growth’, dll..

  15. belajarmakeupgratis

    Setelah saya baca tulisan ini. saya juga ingin membeli reksadana indeks. Terutama yang low cost spt Vanguard. atau juga membeli ETF spt dikatakan pak Edison. Tapi saya tidak tau cara untuk membelinya dari Indonesia? Ada yang bisa bantu?

    • Di Indonesia, pilihan utk index-investing memang relatif sedikit… yg ada baru Kresna Index (dr Kresna Securities), ETF LQ-45 (bisa dibeli lewat broker saham), dan Danareksa Indeks Syariah (DINAR) dari Danareksa

  16. Terimakasih pak Edison.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s