Monthly Archives: July 2008

Krisis Kredit Amerika, Kisah Kegagalan Sektor Finansial (2)

(sambungan dari part 1)

Dalam part pertama artikel ini, saya telah bercerita tentang kesenjangan ‘menyewa jangka pendek, menyewakan jangka panjang‘ yang menimbulkan resiko likuiditas sehingga bisa menyebabkan rontoknya sebuah bank. Kesenjangan ini sendiri kerap disebut sebagai Asset-Liabilities Mismatch. Istilah lain yang juga kerap dipakai untuk menggambarkan kesenjangan ini adalah Duration Gap. Permasalahan Asset-Liabilities Mismatch ini juga yang menjadi penyebab rontoknya perusahaan Bear Sterns bulan Maret lalu.

Dalam operasinya sebelum mereka tumbang, Bear Sterns sangat aktif dalam dunia CDO. Apa itu CDO? CDO adalah suatu obligasi yang berdasarkan kepada suatu Collateralized Debt (instrumen hutang yang terkait dengan suatu barang jaminan/kolateral). Contoh Collateralized Debt misalnya adalah KPR/mortgage. Bagaimana cara kerja CDO ini? Mari kita lihat sebuah ilustrasi sederhana. Continue reading

15 Comments

Filed under Saya suka cerita Ekonomi

Fundamental Ekonomi Masih Baik???

Tadi pagi saya membaca satu artikel yang menarik di Harian Kompas. Artikel tersebut berjudul ‘Fundamental Ekonomi Masih Baik‘ (tanpa ??? seperti judul post saya ini) dan ditulis oleh Purbaya Yudhi Sadewa, Chief Economist Danareksa Research Institute. Dalam post ini saya akan coba mengulas artikel tersebut karena di Harian JanganSerakah ini saya juga merangkap sebagai Chief Economist (jabatan saya yang lain di harian ini antara lain: Editor, Personalia, IT Manajer, satpam, operator telepon, office boy/tukang sapu spam, dll)

Dalam artikel di harian Kompas tersebut, ada beberapa hal yang menarik. Tetapi bagi saya, mungkin hal yang paling menarik adalah kesimpulan di paragraf terakhirnya, yaitu :

Memang, dalam jangka pendek masih ada sentimen negatif, yang ditimbulkan oleh kenaikan inflasi, suku bunga, harga minyak yang tinggi, dan dampak sentimen negatif di bursa saham dunia, yang akan membuat IHSG sulit naik secara berkesinambungan. Namun, ini tidak akan berlangsung lama. Dengan fundamental ekonomi yang cukup baik, IHSG lambat laun akan naik secara signifikan. Pada akhir tahun IHSG diperkirakan akan jauh lebih baik dibandingkan saat ini..

Continue reading

15 Comments

Filed under Pembahasan kondisi Ekonomi Makro

JanganSerakah.com Versi Mobile

Kemarin di blog ndorokakung, saya membaca tentang situs mofuse.com. Dengan layanan dari Mofuse ini, kita bisa membuat mobile version dari blog kita. Tertarik untuk mencoba, saya pun mendaftarkan blog sederhana saya ini. Kini blog JanganSerakah.com bisa diakses versi mobile dengan handphone di alamat http://janganserakah.mofuse.mobi/

Selamat mencoba!

5 Comments

Filed under Celoteh

Edison’s Week in Review: 26 July 2008

Minggu kemarin [19 July 2008] karena saya sedang berlibur, kolom ini ‘terpaksa’ ikutan libur bersama saya. Oleh karena itu untuk Week in Review edisi minggu ini, pembahasannya mungkin akan sedikit menyinggung apa yang terjadi di minggu lalu juga.

—–oOo—–

Dari negeri paman Sam, isu yang menarik bagi saya datang dari sektor properti, yaitu terkait dengan perkembangan ‘nasib’  Housing Bill (UU Perumahan). Pada hari Sabtu ini, Senat Amerika akan mengadakan pemungutan suara atas UU ini, dan berbagai pengamat politik memperkirakan bahwa UU ini akan disahkan tanpa halangan berarti.

Jika Housing Bill ini disahkan, berarti akan ada suntikan uang yang cukup besar ke perekonomian AS, terutama sektor properti dan perbankan. Salah satu isi Housing Bill ini adalah bantuan sebesar US$300 Milyar bagi para pemilik rumah yang terancam kehilangan rumahnya akibat foreclosure (disita oleh bank karena tidak mampu membayar KPR). Dari segi jumlah, bantuan ini hampir 2x lipat stimulus ekonomi  USA di bulan February lalu (berupa keringanan pajak sebesar $168 Milyar). Continue reading

2 Comments

Filed under Edison's Week in Review

Krisis Kredit Amerika, Kisah Kegagalan Sektor Finansial (1)

PREFACE: Di akhir post “Cerita di Warung Soto: Subprime, Subprim, Supri dan Supir“, saya berjanji untuk menceritakan tentang Credit Crisis (Krisis Kredit), dan post seri ini merupakan ‘pembayaran’ janji saya tersebut.

Para pembaca blog yang rajin mengikuti berita ekonomi, mungkin sudah mengetahui bahwa ada sesuatu yang ‘kurang beres’ dengan sektor finansial di Amerika (dan juga Eropa). Meskipun demikian, mungkin hanya sebagian yang mengerti apa penyebab krisis tersebut serta konsekuensi dari krisis tersebut. Mudah-mudahan cerita saya ini bisa memberikan sedikit gambaran apa yang sebenarnya sedang terjadi di sektor finansial saat ini. Continue reading

6 Comments

Filed under Saya suka cerita Ekonomi

Bond Laddering dan Cerita Dua Ekor Ayam

PREFACE: Post saya kali ini akan berbicara mengenai instrumen obligasi. Untuk bisa mengikuti pembicaraan dalam post ini, pemahaman dasar tentang instrumen obligasi sangat diperlukan. Bagi para pembaca blog yang belum terlalu akrab dengan instrumen obligasi, mungkin bisa membaca terlebih dahulu 2 post saya yg lama: BOND…. James BOND dan Obligasi, Suku Bunga dan Credit Rating.

—–oOo—–

Seperti yang pernah saya jelaskan di blog ini, perubahan tingkat suku bunga akan menimbulkan perubahan harga obligasi. Meskipun demikian, besarnya perubahan harga obligasi ini akan berbeda-beda. Obligasi yang maturity/jatuh temponya masih lama, harganya akan lebih fluktuatif (bisa mengalami perubahan harga yang lebih besar). Sebaliknya, Obligasi yang maturity/jatuh temponya tidak lama lagi, akan relatif lebih stabil harganya (tidak akan banyak mengalami perubahan).

Mengapa demikian? Untuk menjelaskan hal ini, cara termudah mungkin adalah memakai ilustrasi berikut ini : Continue reading

12 Comments

Filed under Instrumen Investasi

Insider’s Holding: Ketika Manajemen dan Kita Satu Kapal

WHAT THEY SAID…

Setiap kali saya melakukan kesalahan yang bodoh, saya ingin agar anda setidaknya bisa sedikit ‘terhibur’ karena kerugian finansial yang saya alami akan jauh lebih besar daripada kerugian anda.

Warren Buffet kpd pemegang saham Berkshire Hathaway

—–oOo—–

Mungkin di dunia ini tidak terlalu banyak CEO yang bisa mengikuti Buffet mengucapkan kalimat seperti di atas. Buffet sendiri memang layak mengucapkan kalimat tersebut karena sekitar 99% dari nilai kekayaan dia adalah berbentuk saham Berkshire Hathaway, perusahaan yg dikelolanya (Buffet adalah CEO perusahaan tersebut). Charlie Munger, partner Buffet dan wakil CEO Berkshire juga tidak jauh berbeda, hampir seluruh kekayaannya ditempatkan dalam bentuk saham Berkshire Hathaway. Konsekuensinya adalah jika keduanya sampai melakukan kesalahan bodoh dalam menjalankan Berkshire Hathaway, maka kerugian yang mereka tanggung akan sangat besar, baik dalam nilai nominal maupun dalam persentase terhadap nilai kekayaan mereka. Continue reading

7 Comments

Filed under Instrumen Investasi

Celoteh : Ketika Saya Dimarahi Mister Ben G.

Tadi sore di kantor redaksi Harian Jangan Serakah, ketika saya bersiap siap untuk pulang, telpon di meja saya berbunyi.

“Ya, Edison di sini.”
“Son, can you come up to my office please?”

Ternyata di ujung telpon sana adalah Mister Ben Graham, pemilik Harian ini. Saya pun lalu bergegas naik ke ruangannya. Meskipun dia sudah pensiun, sebagai pemilik harian ini, dia tetap memiliki ruangan di kantor ini. Ketika memasuki ruangannya, saya mendengar suara seseorang dari arah sofa di ruangan itu. Ternyata di sofa itu pak Akalsehat, teman baik si Mister sedang tertidur sambil mengigau. Continue reading

19 Comments

Filed under Celoteh

B.B (Berita Besar): SEC Batasi Short-Sell Fannie Mae & Freddie Mac

Kalau dunia finansial adalah sebuah film action, maka 2 minggu terakhir ini boleh dikatakan merupakan salah satu babak yang penuh aksi menarik dan memicu adrenalin.

Tadi malam sewaktu mengikuti berita live dari Amerika, saya dikejutkan oleh berita bahwa badan SEC  Amerika (Securities & Exchanges Commission) akan membatasi praktek Short-Sell untuk saham Fannie Mae, Freddie Mac dan 17 Institusi finansial lainnya, termasuk di antaranya : Goldman Sachs, Lehman Brothers, Morgan Stanley dan Merrill Lynch. Pembatasan ini berlaku selama 30 hari, dan SEC sedang mempertimbangkan untuk memperluas pembatasan short-sell ini untuk semua saham di bursa. Continue reading

6 Comments

Filed under B.B (Berita Besar)

Investasi dan Ban Serap

WHAT THEY SAID…

By failing to prepare, you are preparing to fail.

Benjamin Franklin

—–oOo—–

Di thread “Jangan Serakah” forum Kaskus, saya beberapa kali  dimintai masukan oleh teman-teman yang baru ingin mulai memasuki dunia investasi. Biasanya, kepada teman-teman tersebut, pertanyaan pertama yang selalu saya ajukan adalah , “Apakah kamu sudah punya ban serap?

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan oleh orang-orang yang baru memulai investasi adalah lupa untuk membawa ‘ban serap’ untuk perjalanan investasinya. Di kehidupan sehari-hari, jika kita akan bepergian jauh dengan mobil, tentunya aneh kalau kita tidak membawa ban serap. Sama juga halnya dengan Investasi. Investasi adalah suatu perjalanan panjang (10 thn… 20 thn… 30 thn, bahkan hingga akhir hayat kita), sehingga tentunya kita juga wajib mempersiapkan ‘ban serap’. Lalu seperti apa ‘ban serap’ dalam investasi itu? Continue reading

4 Comments

Filed under Perencanaan Keuangan