Celoteh: Perkembangan Menarik di Sektor Finansial Amerika

Dalam Ulasan Mingguan Sabtu kemarin (Edison’s Week in Review: 12 July 2008), saya ada menyinggung tentang kondisi 2 perusahaan Mortgage di Amerika, Fannie Mae (NYSE:FNM) dan Freddie Mac (NYSE:FRE), dan dalam post tersebut saya juga mengungkapkan pendapat saya bahwa pemerintah USA mungkin akan terpaksa melakukan Bailout/Penyelamatan terhadap kedua perusahaan tersebut.

Seperti yang saya telah tulis di post kemarin, Fannie Mae dan Freddie Mac merupakan dua perusahaan yang unik.  Meskipun merupakan perusahaan publik (sahamnya diperjual belikan di bursa saham), keduanya merupakan perusahaan yang pendiriannya disponsori oleh negara (GSE/Government Sponsored Enterprise).

Pemerintah USA mensponsori pendirian kedua perusahaan tersebut untuk memperlancar likuiditas di sektor Mortgage (KPR). Untuk itu, Fannie Mae dan Freddie Mac mendapatkan fasilitas khusus yang tidak dinikmati perusahaan publik lainnya:

  • Keduanya mendapatkan fasilitas kredit/pinjaman langsung dari Treasury (DepKeu), masing-masing sebesar US$2,25 Milyar
  • Keduanya dibebaskan dari pajak penghasilan daerah (State & Local Income Tax)
  • Keduanya dibebaskan dari berbagai biaya SEC (Securities & Exchange Commission)
  • Keduanya bisa memakai Bank Sentral sebagai banknya.

Dengan fasilitas yang didapatkan tersebut, tidak heran jika keduanya tumbuh dengan sangat cepat sehingga di tahun 2004, Greenspan (Gubernur the Fed saat itu) sempat berkomentar bahwa pertumbuhan kedua GSE ini harus dikontrol/dibatasi.

—–oOo—–

Ketika saya menulis tentang kondisi Fannie Mae dan Freddie Mac 2 hari lalu, saya tidak menduga bahwa ternyata keesokan harinya (alias kemarin) sudah akan terjadi perkembangan menarik di kasus ini. Di hari Minggu, US Treasury (DepKeu USA) mengeluarkan beberapa pernyataan pers seputar kedua perusahaan tersebut yang intinya kira kira:

  • Untuk menjaga likuiditas kedua perusahaan tersebut, Pemerintah USA akan menambah nilai fasilitas kredit (lewat Treasury) yang diberikan kepada keduanya. Belum ada pengumuman berapa tambahan fasilitas kredit tersebut (semula ‘hanya’ US$2,25 Milyar)
  • Memberikan kewenangan sementara kepada Treasury untuk melakukan pembelian saham kedua perusahaan tersebut jika memang diperlukan.

—–oOo—–

Mungkin sebagian pembaca blog belum memahami apa ‘menariknya’ berita di atas. Bagi teman-teman yang senang mengikuti berita ekonomi dan finansial, mungkin tahu bahwa hari Sabtu dan Minggu biasanya merupakan hari ‘sepi’ dan jarang sekali ada kejadian menarik (karena libur). Oleh karena itu, jika di hari Sabtu dan Minggu ada berita seperti ini, sebenarnya itu sudah merupakan suatu ‘berita besar’.

Saya selalu was-was setiap kali Pemerintah USA sampai merasa perlu melakukan tindakan seperti ini di akhir pekan. Terakhir kalinya Pemerintah USA sampai ‘tidak libur di akhir pekan‘ adalah ketika Bear Sterns goyah di pertengahan Maret kemarin. Sama seperti waktu itu, kali ini ‘ancaman’ terhadap perekonomian  sangat besar, terutama kepada sektor finansial dan property.

Minggu kemarin, (meskipun tidak saya ceritakan di Ulasan Mingguan), sebenarnya ada kejadian lain yang cukup besar. Hari Jum’at, Bank/perusahaan mortgage IndyMac Bancorp tumbang dan terpaksa diambil alih oleh FDIC (semacam LPS Indonesia). Perkiraan awal kerugian yang akan terpaksa ditanggung oleh FDIC adalah antara 4-8 Milyar US$. Dari segi ukuran, tumbangnya IndyMac Bancorp ini adalah yang no 3 terbesar di sejarah US, no.1 adalah American Savings & Loan, dan no. 2 adalah First Republic Bank. Tumbangnya dua perusahaan tersebut menimbulkan krisis Savings & Loan di tahun 1988.

Dengan tumbangnya IndyMac Corp, berarti hingga July sudah ada 5 bank yang dijamin oleh FDIC yang ‘rontok’ di tahun ini. Di tahun ini jumlah bank yang ‘diawasi’ oleh FDIC karena berpotensi bermasalah  per 31 Maret sudah mencapai 90 buah (meningkat dibandingkan dengan tahun tahun kemarin)

Perkiraan saya, pemerintah USA khawatir bahwa tumbangnya IndyMac Bancorp ini akan bisa menimbulkan kepanikan yang lalu menjalar dan semakin memperparah kondisi likuiditas Fannie Mae dan Freddie Mac. Kekhawatiran inilah yang membuat pemerintah USA kemarin ‘lembur’ untuk mencari solusi terhadap permasalahan likuiditas yang dihadapi oleh kedua perusahaan tersebut.

7 Comments

Filed under Celoteh

7 responses to “Celoteh: Perkembangan Menarik di Sektor Finansial Amerika

  1. Blazy DK

    yah…mudah2an aja the fed berhasil meredam semua gejolak akibat subprime, tp sampe kapan ya/sejauh mana kemampuan the fed atau pemerintah AS mampu mengcover kerugian2 ini?

  2. kingkong88

    bro dari kemaren-kemaren feeling gw agak ga enak neh, menyangkut masalah mortgage ini, yang perkiraan saya bakalan bertambah lebih parah dan kayaknya bakalan ada contagion effect ato efek domino ke sistem finansial dunia (tanda2nya bahkan udah jelas sekali dan mulai kerasa khan ? )

    Ingat: efek ini diperparah dengan tingginya inflasi dunia akibat tingginya harga komoditas dunia, terutama Minyak. Probabilitas Stagflasi? besar kemungkinannya kalo menurut saya bentar lagi muncul. Seperti mimpi buruk di hari senin, terus mimpi yang lebih buruk lagi di hari-hari berikutnya😦

    Sampai kapan pemerintah US akan mencoba bail out semua ? ingat, kondisi ini mungkin bisa sedikit dikontrol oleh US, tapi apa bisa mereka mengontrol kepanikan di pasar finansial ?

    Besar kemungkinan Financial Rush akan menyebabkan tumbangnya sektor finansial dunia dan sentimen negatif yang luar biasa dari pasar finansial. Jangankan setahun, dengan adanya financial rush seminggu saja bisa hancur sektor finansial dunia. Benar-benar mengkhawatirkan…

    Belum juga dari sisi produsen dan konsumen, kondisi ini jelas akan memberikan pukulan hebat bagi produsen dan konsumen, mati suri kalo menurut saya. Consumer confidence terus melemah, purchasing power semakin melemah, di sisi lain produsen mencoba untuk mengefisienkan produksi, tapi apa yang mau diefisienkan ?? operasional ga jalan, cash inflow mandek, cash out mengalir deras….

    bisa kebayang seberapa buruknya kondisi ini ? business cycle jelas-jelas sudah menunjukkan kondisi pada slump ato recession, injeksi finansial mandek, bank-bank bertumbangan, sektor properti hancur lebur. Begitu buruk kah kondisi saat ini ?

    Tumbangnya Mae & Mac jelas sekali menunjukkan seberapa parahnya kondisi saat ini.
    Minggu kemaren saya abis dari NY, benar-benar parah jika melihat kondisi sektor properti US saat ini. Hampir Semua bangunan dan properti di deretan jalan-jalan For sale…. berminat bro ?😀

    Sampai-sampai restoran padang langganan saya di Pusat kota manhattan sampai tutup karena ga kuat lagi nalangin biaya operasionalnya.😦

    Kepanikan dan ketakutan jelas sekali terlihat di mimik wajah orang-orang di sana. Mimik wajah yang bersumber dari akumulasi ketidakpercayaan mereka terhadap intervensi FED dan pemerintah US selama menangani masalah ini.

    Apa bisa pemerintah US mengatasi hal ini ?

    Semoga saja…..

    Regards,
    Tony

    ———————-

  3. iya bro, apa yg bro tulis itu persis seperti yang saya khawatirkan.

    btw, kapan-kapan kita makan nasi padang bareng sambil ngobrol yuk (sama sama doyan nasi padang..hahaha) , tapi nggak usah sampai di Manhattan, di jakarta aja🙂

  4. Blazy DK

    bro kingkong, menurut bro kondisi AS saat ini apa separah di indonesia th 1998?

  5. wah baru ketemu blog bagus nih,
    salam kenal

  6. antialias

    baru tau ya blognya bagus hehehe …
    ide aja bro ..
    kasih/embedd script untuk update RSS feed/indikator ekonomi terbaru biar lebih maknyuss …

  7. di wordpress.com nggak bisa pakai script bro🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s