B.B (Berita Besar): SEC Batasi Short-Sell Fannie Mae & Freddie Mac

Kalau dunia finansial adalah sebuah film action, maka 2 minggu terakhir ini boleh dikatakan merupakan salah satu babak yang penuh aksi menarik dan memicu adrenalin.

Tadi malam sewaktu mengikuti berita live dari Amerika, saya dikejutkan oleh berita bahwa badan SEC  Amerika (Securities & Exchanges Commission) akan membatasi praktek Short-Sell untuk saham Fannie Mae, Freddie Mac dan 17 Institusi finansial lainnya, termasuk di antaranya : Goldman Sachs, Lehman Brothers, Morgan Stanley dan Merrill Lynch. Pembatasan ini berlaku selama 30 hari, dan SEC sedang mempertimbangkan untuk memperluas pembatasan short-sell ini untuk semua saham di bursa.

—–oOo—–

Bagi pembaca blog yang belum memahami apa itu short-sell, Short-sell adalah suatu strategi dalam dunia saham yang dipakai jika kita memperkirakan harga saham suatu perusahaan akan jatuh. Dalam strategi ini, seorang yang akan melakukan shortsell (yg dikenal sbg Short-seller) akan meminjam saham perusahaan itu dari orang lain, dan menjualnya di harga sekarang. Ketika harga saham itu jatuh, dia lalu akan membeli kembali saham tersebut untuk dikembalikan kepada si pemilik saham.

Sebagai ilustrasi, misalkan saat ini harga saham PT. X saat ini adalah Rp 5000/lbr. Kita memperkirakan saham tersebut akan turun harganya, dan ingin melakukan short-sell. Maka kita lalu meminjam saham PT. X dari broker kita, misalkan 100 lembar (tentunya kita akan dikenakan biaya ‘peminjaman’), dan lalu saham PT. X tersebut kita jual saat ini juga. Dengan demikian kita akan mendapatkan uang sebesar Rp 500.000,-.

Setelah beberapa lama ternyata benar saham itu turun hingga Rp 4000/lbr. Kita lalu membeli kembali 100 lembar saham PT.X seharga Rp 400.000, dan lalu kita kembalikan saham itu kepada broker kita. Dalam hal ini kita mendapat keuntungan Rp 100.000 (belum dipotong biaya ‘peminjaman saham’).

Sebaliknya, jika ternyata harga saham itu malah naik, misalnya menjadi Rp 6000/lbr, maka kita justru akan menderita kerugian Rp 100.000,- (ditambah lagi dengan biaya ‘peminjaman saham’)

—–oOo—–

Pembatasan short-sell seperti ini sendiri merupakan berita besar karena belum pernah terjadi sepanjang sejarah SEC. Tujuan SEC melakukan tindakan darurat ini adalah untuk menjaga agar kondisi bursa saham Amerika tidak memburuk, terutama untuk sektor finansialnya.

Dalam aturan pembatasan short-sell yang baru ini, sewaktu meminjam saham, seorang short-seller harus mempunyai ‘kontrak’ dengan pihak yang meminjamkan saham. Saham yang dipakai untuk short sell itu lalu ‘dikeluarkan’ dari pasar, sehingga tidak bisa dipinjam lagi. Dalam aturan lama, seorang short-seller tidak perlu melakukan hal seperti ini. Aturan baru ini dikeluarkan karena SEC mencurigai bahwa para short-seller meminjam saham yang sama berkali-kali dalam melakukan short-selling.

Di lapangan, aksi SEC ini  menimbulkan gelombang kritik dari berbagai kalangan yang umumnya meragukan keefektifan pembatasan ini, karena selain dengan short-selling, masih banyak cara yang bisa dipakai untuk ‘bertaruh’ bahwa suatu perusahaan akan ‘rontok’. Kritik lainnya yang ramai terdengar adalah karena ‘pembatasan’ ini akan menimbulkan ‘pekerjaan tambahan’ (karena harus mencatat saham mana saja yg sudah dipinjam utk short-sell). Sebagian kalangan lainnya mengkritik tindakan SEC ini sebagai ‘penopangan harga saham secara artifisial’. Blogger David Gaffen misalnya, menyebut aksi SEC ini sebagai : “Operation Stocks Go Up Always“. (Bayangkan jika harga saham hanya bisa naik dan tidak boleh turun)

Terlepas dari apakah langkah SEC ini akan efektif atau tidak untuk mencegah kepanikan di bursa saham, saya berpendapat bahwa tindakan yang diambil oleh SEC ini sangat riskan. Saya khawatir bahwa langkah drastis seperti ini malah mungkin akan semakin memperburuk keadaan, karena memberikan kesan bahwa SEC mulai ‘panik’. Bukan tidak mungkin bahwa aksi SEC ini malah semakin menambah kepanikan di pasar.

6 Comments

Filed under B.B (Berita Besar)

6 responses to “B.B (Berita Besar): SEC Batasi Short-Sell Fannie Mae & Freddie Mac

  1. Bung Nikken, saya melihat para pemegang otoritas di US sekarang mulai dalam tahap panik menghadapi masalah ekonominya.

    Langkah SEC itu seperti memberi obat penghilang rasa sakit, bukan obat penyembuh.

    Yang membuat saya terkejut, Bernanke menunda mengumumkan laporan pandangan ekonomi dan memberikan pengakuan bahwa ekonomi US sedang dalam kondisi kritis.

    Minyak sekarang tinggal menunggu waktu menuju level $170.

    Saat ini umat manusia diuji kemampuan survivalnya. Mampukah menghadapi ujian ini?

  2. Raja

    Lakukan jika itu mendatangkan kepuasan,…walau itu hanya mimpi,…tapi dalam mimpi itu ada kepuasan.
    Bermimpilah sepanjang masa…sampai 72 tahun……

  3. 140 saja industri sudah digilir listriknya… Kalau 170 hari kerja di indonesia mungkin direvisi jadi 4 hari seminggu…. enak juga ya banyak libur?🙂

  4. kingkong88

    panic and rush………

    It’s just the beginning😦

    Kepanikan sudah ditunjukkan oleh SEC, yang juga bisa dikatakan mewakili kepanikan pasar saat ini.

    Kondisi ekonomi US memang kritis, krisis di sektor housing menyebabkan tekanan tidak hanya datang dari pasar, tapi juga kepanikan mulai menyebar secara global.

    Ditunjukkan oleh kondisi sovereign funds mulai bergerak, menyelamatkan portofolio investasinya dengan mengurangi proporsi investasinya dalam Dollar US.

    tekanan pada FED makin kuat.

  5. tula

    rupiah kena efek kaga kira2? jadi takut2 an …. indo kan utangnya dolar kebanyakan …

    cadangan jg dolar …

    apa2 itung terhadap dolar …

  6. Eky

    Bagus juga klo dibatasi biar gak kayak IHSG 22 januari lalu, turun 7% akibat praktik short sell & margin trading yang gila – gilaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s