Edison’s Week In Review: 9 Agustus 2008

Selama menulis artikel seri Week In Review, terkadang ada minggu yang ‘sepi’ di mana  relatif tidak ada berita yang menarik untuk dibahas, sehingga saya bingung mau menulis apa. Sebaliknya, juga ada minggu yang begitu ‘ramai’ sehingga saya lagi-lagi bingung mau menulis apa, karena tentunya tidak semua hal bisa saya bahas (krn keterbatasan tempat). Minggu ini masuk dalam kategori yang ke-2 ini.

—–oOo—–

Untuk mengawali Week In Review minggu ini,  saya ingin menyinggung sedikit dulu mengenai konflik antara Russia dan Georgia di Ossetia Selatan. Konflik ini tentunya sangat tidak seimbang mengingat perbedaan kekuatan di antara keduanya yang begitu besar sehingga bisa diibaratkan sebagai konflik antara kancil dan gajah. Dampak dari konflik ini kepada para investor global sendiri masih sulit diperkirakan, karena tergantung kepada seberapa lama konflik ini berlangsung dan apakah pihak barat (terutama NATO) akan ikut campur, mengingat Georgia adalah negara yang pro-barat (bahkan mempunyai keinginan untuk bergabung dengan NATO)

Berita selanjutnya yang ingin saya bahas adalah mengenai minyak bumi. Dalam beberapa minggu terakhir, terutama semenjak merosotnya harga minyak bumi, saya kerap mendapat pertanyaan ‘Mengapa tidak pernah membahas tentang minyak di Week in Review? Padahal itu kan sangat berpengaruh terhadap kondisi saat ini.

Dalam 3 minggu terakhir, harga minyak telah turun jauh dari hampir $150/barrel, hingga kemarin ditutup pada kisaran harga $115/barrel. Akibat penurunan yang drastis ini, ramalan angka $70/barrel ataupun $80/barrel mulai santer diucapkan oleh beberapa ‘ahli’. Ibaratnya sebuah lomba, kini para pelaku pasar beradu siapa yang berani mengeluarkan angka ramalan harga minyak yg lebih rendah, sehingga mengingatkan saya pada iklan rokok ‘How low can you go?‘.

Fenomena ‘How low can you go?‘ ini bagi saya sendiri sangat menarik. Ini mengingat baru beberapa bulan yang lalu, arus opini di pasar justru berlomba untuk meramalkan angka yang lebih tinggi, entah apakah itu $150/barrel, $170/barrel, atau bahkan $200/barrel.

Jadi, mana yang lebih benar? Apakah harga minyak benar akan turun hingga $70-$80? Atau harga minyak sekedar mengambil nafas untuk kemudian ‘tancap gas’ lagi?

—–oOo—–

Sesungguhnya, sangat sulit untuk mempunyai gambaran yang jelas mengenai kondisi pasar minyak bumi saat ini. Dalam satu diskusi di thread JanganSerakah di forum kaskus, saya pernah bercerita bahwa berbagai data yang terkait dengan topik ini, tetapi selain sulit didapatkan, data yang didapat pun sulit untuk dianalisa dan digabungkan.

Sebagai contoh, ketika kita berkata ‘Crude Oil’, sebenarnya definisi dan batasan penggunaan kata ‘Crude Oil’ itu sangat kabur. Ada berbagai jenis minyak bumi, seperti Light crude, Heavy Crude, dan Extra Heavy Crude. Riset yang satu dengan riset yang lain sulit untuk dibandingkan karena batasan yang mereka teliti pun berbeda.

Kesulitan lainnya yang timbul dalam melakukan analisa terhadap pasar minyak bumi adalah akibat data yang kerap tidak akurat. Di beberapa negara, data mengenai cadangan minyak bumi diklasifikasikan sebagai rahasia negara sehingga tidak bisa diakses oleh sembarang orang. Ada juga kecurigaan bahwa beberapa negara anggota OPEC sengaja memberikan informasi yang tidak akurat karena berbagai alasan (misalnya untuk mendapatkan jatah kuota produksi yang lebih besar)

Sulitnya mendapatkan data yg akurat untuk melakukan analisa ini membuat saya terpaksa memberikan opini yang mungkin berwarna ‘abu-abu’ dan bersifat subjektif untuk subjek ‘minyak bumi’ ini. Saya pribadi berpendapat bahwa pasar minyak bumi di saat ini sarat dengan kegiatan spekulasi. Mengapa saya bisa sampai mempunyai pendapat seperti ini?

Saya teringat akan kejadian di bulan Juni lalu. Ketika itu, harga minyak bumi yang sudah mencapai $130-an dalam waktu singkat turun menjadi $120-an. Penurunan harga yang drastis itu lalu diikuti dengan kenaikan yang drastis sebesar kira-kira 11% hanya dalam 2 hari. Kenaikan drastis ini sempat mengundang komentar miring dari seorang senator USA yg bertanya ‘Jika bukan karena spekulator, mengapa minyak bisa naik 11% hanya dalam 2 hari? Apakah di Timur Tengah telah pecah perang baru yang saya belum dengar beritanya?‘ Berdasarkan logika, pergerakan liar yang naik turun seperti ini memang biasanya menandakan maraknya aktivitas spekulasi di pasar.

—–oOo—–

Saya sendiri tidak bisa memperkirakan berapa tepatnya harga minyak bumi di kemudian hari, dan sejujurnya saya bahkan tidak yakin ada analis yang bisa memberikan perkiraan yang ‘jitu’ untuk harga minyak bumi di masa depan. Jika di kemudian hari memang ada analis yang perkiraannya harga minyaknya tepat, saya cenderung untuk menganggapnya sebagai ‘lucky guess‘.

Meskipun saya tidak mempunyai perkiraan yang ‘detail’ untuk harga minyak, saya mempunyai pandangan yang lebih umum/general untuk kondisi di masa depan. Ada opini yang beredar yang mengatakan bahwa era Cheap Oil/minyak murah sepertinya sudah berakhir, dan saya pribadi sangat setuju  dengan pendapat ini.

Masyarakat dunia sudah terlanjur ‘kecanduan’ minyak, dan sulit untuk mengurangi konsumsinya. Untuk mendapatkan contoh real dari ‘kecanduan’ ini tidak perlu terlalu jauh, cukup kepada diri kita sendiri. Meskipun harga BBM telah mengalami kenaikan, berapa banyak dari kita yang mengurangi konsumsi BBM kita (misalnya dengan melakukan Car Pooling, dll)? Pertumbuhan permintaan minyak dalam jangka panjang akan cenderung naik, sedangkan kita tahu bahwa minyak adalah komoditas yang tidak bisa diperbaharui sehingga pasokannya akan terbatas.

Ada seorang teman yang kurang setuju dengan pandangan saya ini. Teman tersebut lalu mengambil contoh harga minyak di tahun 1970an yang juga sempat melonjak jauh, tetapi kemudian turun drastis. Saya sendiri merasa keadaan saat ini agak tidak sama dengan kondisi saat itu. Pada era 70-an, kenaikan harga minyak disebabkan oleh karena gangguan pada supply/pasokan akibat krisis Timur Tengah. Pada saat ini, meskipun ada peran spekulator, tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa memang terjadi kenaikan  yang besar dalam permintaan/demand minyak bumi akibat pertumbuhan ekonomi di berbagai kawasan dan negara.

—–oOo—–

Di dalam negeri, Bank Indonesia mengumumkan kenaikan BI rate menjadi 9% seperti yang diperkirakan oleh banyak pihak. Selain itu juga ada pengumuman rencana penerbitan ORI seri 5 di bulan September yang sudah bisa mulai dipesan di akhir bulan ini. Masa penawaran ORI seri 5 itu adalah dari tanggal 19-29 Agustus. Bagi teman-teman yang berminat bisa menghubungi 18 agen penjual yang ditunjuk:

Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, Bank Permata, Bank Lippo, Bank Panin, Bank Danamon, BII, Bank Mega, Bank Bukopin, Bank NISP, Citibank, Bank Niaga, HSBC, Trimegah Securities, Danareksa Sekuritas, dan Reliance Securities

Sampai saat ini saya belum mendapatkan informasi tentang berapa besarnya Kupon ORI seri 5 ini, tetapi perkiraan saya adalah sekitar 10,75%-11%. Jika besarnya kupon ORI seri 5 di bawah angka ini, saya khawatir ‘nasib’nya akan seperti ORI seri 4 yang harganya jatuh di pasar sekunder. Oleh karena itu jika ternyata kuponnya di bawah angka tersebut, mungkin perlu dipertimbangkan untuk membeli ORI 5 di pasar sekunder saja, dan tidak melalui penawaran perdana.

Pesan saya untuk para investor yang tertarik untuk membeli ORI, “Tidak semua agen penjual itu sama“. Masing-masing mengenakan biaya yang berbeda besarnya. Lakukan ‘window shopping’ dulu agar bisa mengetahui agen mana yang mengenakan biaya paling murah.

5 Comments

Filed under Edison's Week in Review

5 responses to “Edison’s Week In Review: 9 Agustus 2008

  1. Blazy DK

    minggu ini g ada perkembangan berarti dr krisis kredit di US bro?

    Edison: Rata-rata beritanya masih seputar writedown lagi. Utk minggu ini, berita writedown yg agak ramai adalah dari Eropa.

  2. Blazy DK

    ow…ok deh bro,tanks🙂

  3. kosay

    Bro kalau boleh tahu pada umumnya agen penjual ORI mengenakan biaya apa aja kepada konsumennya?
    Lalu ORI tersebut dikenakan pajak penghasilan tidak?
    Kalo bole, di kasi review singkat dari ORI dilihat dari performanya d pasar sekunder….Thx Before
    Maklum masih buta soal ORI….. :p

    Edison: saya baru tadi berpikir…apa saya perlu menulis artikel khusus ORI, soalnya sebenarnya sudah banyak orang yang menulis artikel ttg ORI…🙂

    ORI sebenarnya tidak berbeda dengan obligasi biasa lainnya. Utk pajaknya, sewaktu pertama kali keluar ORI, sempat simpang siur apakah sudah ‘final’ atau bunga yg diterima masih perlu dilaporkan utk Pajak Penghasilan., tetapi ternyata saya baca bahwa pajak bunga atas ORI (20%) sudah bersifat final sehingga tidak dihitung lagi utk Pajak Penghasilan.

    Utk setiap bank, feenya akan berbeda beda, tetapi umumnya ada biaya beli, biaya jual, biaya ‘penyimpanan’.

  4. toto_lutu

    IMHO..
    Kalau bicara tentang cadangan minyak suatu negara seperti bicara tentang amunisi di medan perang.
    Tentunya tidak ada pihak yg mau ‘ditelanjangi’ ‘kekuatannya’.

    —–oOo—–

    Bro Ed..
    Kalau mau bahas tentang ORI, sebaiknya bukan hanya di ORI-nya (lagi) saja..tapi juga tentang ‘kenapa’ dan ‘bagaimana’ yg melingkupi ORI.

  5. ipung aja

    wah..bro reviewnya menarik bgt tuch
    apalagi ttg ORI5 ,btw ORI5 harganya mulai jatuh dipasar perdana bid/ask 99,25-100,25
    apakah bakal terus lanjut seiring kenaikan BI rate?
    kira2 kpn ya moment yg tepat tuk beli di psr sekunder?? thx

    Edison: Pada spread bid/ask 99,25/100,25, tentunya masih rugi jika membeli di pasar sekunder. Bro baru bisa masuk ketika harga asknya dibawah 100…..

    Jika kenaikan BI rate tidak terlalu drastis, penurunan harga ORI 5 mungkin akan agak pelan.

    Faktor yang akan berperan besar dalam pergerakan harga ORI ini adalah bagaimana pergerakan BI rate ke depannya, dan juga seberapa besar minat investor kepada instrumen hutang pemerintah. Saya sendiri baru akan tertarik utk menambah portofolio ORI 5 saya jika Yield To Maturitynya mencapai 14%-15%. (link kalkulator online utk menghitung Yield To Maturity ada di artikel Bond..James Bond)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s