Celoteh: Hiruk Pikuk ORI 005

Hari ini penawaran perdana utk ORI 5 sudah berakhir. Terlepas dari apakah ikut membeli atau tidak di pasar perdana, rasa ingin tahu masyarakat terhadap ORI 5 ini sepertinya cukup tinggi. Ini terlihat dari cukup besarnya viewcount di dua artikel saya yang terkait dengan ORI 5.

Dari pengamatan saya selama masa penawaran perdana ORI 5 ini, baik atas orang-orang di ‘lapangan’, maupun atas pertanyaan yang saya dapat (di blog maupun di e-mail), ada satu hal menarik yang saya temui.  Apakah hal yang menarik perhatian saya itu? Hal yang menarik perhatian saya yaitu kekhawatiran orang-orang ORI 5 ini akan bernasib sama dengan ORI 4 yang harganya jatuh di pasar sekunder.

Begitu meluasnya kekhawatiran ini, sampai-sampai orang bank Panin tempat saya membeli ORI sampai bertanya kepada istri saya, ‘Kok beli ORI sih? Kan ada kecenderungan turun..’. Menarik bukan jika si penjual saja sampai ‘ragu‘ pada barang dagangannya? Kekhawatiran ini juga saya rasakan dari banyaknya pertanyaan di email yang bernada serupa, dan juga dari komentar di blog yg bertanya ‘beli sekarang atau di pasar sekunder ya?‘.

—–oOo—–

Dalam hal ini, saya pikir harus ada perubahan pola pandang dalam investasi di obligasi, terutama dalam kaitannya dengan ORI 5 ini.

Yang pertama adalah, fokus utama kita dalam investasi ORI itu hendaknya bukan untuk mendapatkan ‘Capital Gain’/Keuntungan berupa kenaikan harga ORI tersebut. Mengapa demikian?

Sebagai obligasi, memang harga ORI bisa naik/turun, misalkan karena perubahan tingkat suku bunga (bagi yg belum mengerti mengapa demikian, baca dulu artikel ini). Tetapi, kenaikan/penurunan harga ini tidak  akan besar karena jangka waktu ORI ini hanya 5 tahun. Lain ceritanya jika masa berlaku ORI itu adalah 20-30 tahun (Obligasi jangka panjang harganya akan lebih fluktuatif).

Hal kedua yang mungkin harus disadari oleh para investor di ORI 5 ini adalah bahwa pada akhirnya, pertanyaan utama yang harus ditanyakan cuma 1: ‘Jika misalkan saya memegang ORI 5 itu sampai jatuh tempo, apakah yield/hasil sebesar 11,45% selama 5 tahun cukup menarik untuk saya?

—–oOo—–

Masih terkait dengan masalah di atas, seperti saya katakan, kriteria utama pertimbangan kita seharusnya adalah ‘apakah yield/hasil obligasi tersebut cukup atraktif utk kita?‘. Dalam melakukan pertimbangan ini, tentunya ada beberapa hal yang harus kita lihat, misalnya:

  • Bagaimana yield obligasi tersebut jika dibandingkan dengan investasi sejenis (obligasi lain)?
  • Bagaimana yield obligasi tersebut jika dibandingkan dengan investasi di instrumen keuangan lain, terutama saham?
  • Bagaimana perkiraan kondisi ekonomi makro (inflasi, suku bunga dll) di masa depan, terutama selama masa berlakunya obligasi tersebut?

Untuk perbandingan ORI dengan obligasi sejenis, sudah pernah saya bahas dalam salah satu artikel saya, dimana di artikel itu, saya menulis bahwa dibandingkan dengan SUN yg hampir sama kelasnya, ORI ini lebih atraktif.

Bagaimana jika dibandingkan dengan saham? Saya pribadi merasa bahwa di tingkat sekarang ini, pasar saham di Indonesia belum terlalu atraktif bagi saya karena saya menuntut ‘bemper’ (margin of safety) yang besar sebelum saya mau masuk di bursa saham Indonesia. Bursa saham Indonesia sangat dipengaruhi oleh pasar komoditas, dan seperti kita tahu, pasar komoditas itu sangat sulit diperkirakan arahnya. Tanpa adanya ‘bemper’ yang besar, saya lebih tertarik utk terus berkutat di bursa saham luar negeri.

—–oOo—–

Lalu bagaimana dengan analisa terhadap kondisi ekonomi makro? Di sini perlu kita sadari bahwa, sebenarnya utk memperkirakan kondisi 1 tahun ke depan saja sudah merupakan suatu tugas yang sulit, apalagi jika kita ingin memperkirakan kondisi 5 tahun ke depan (seperti masa berlaku ORI ini).

Dalam jangka waktu 1 tahun ke depan, tidak tertutup kemungkinan bahwa suku bunga akan naik (bahkan dalam satu artikel lama, saya sempat menuliskan bagaimana perkiraan saya utk inflasi dan suku bunga Indonesia utk 1 tahun ini). Tetapi mengikuti contoh Graham, saya bertanya kepada diri saya sendiri ‘Bagaimana jika saya salah?‘.

Sebagai investor, saya berusaha mempersiapkan diri untuk kedua kemungkinan tersebut. Itulah sebabnya mengapa saya hanya membeli ORI di penawaran perdana ini dalam jumlah yang relatif tidak besar (hanya sebagian dari dana yg menganggur).

Dalam hal ini, jika perkiraan saya mengenai inflasi dan suku bunga benar, yaitu inflasi akan relatif tinggi sehingga memaksa pemerintah menaikkan suku bunga, maka kemungkinan besar :

  • Harga ORI akan turun di pasar sekunder. Dalam hal ini, uang yang saya investasikan di ORI 5 melalui penawaran perdana ini akan mengalami ‘kerugian’.
  • Jika kenaikan suku bunga benar terjadi, maka ada kemungkinan yang cukup besar bahwa bursa saham kita akan semakin ‘melorot’, apalagi jika kenaikan suku bunganya relatif besar.

Pada skenario ini, bursa saham akan menjadi lebih atraktif (karena sudah turun), sehingga dana menganggur saya akan saya masukkan ke bursa saham.

Tetapi bagaimana jika perkiraan saya mengenai inflasi dan suku bunga ternyata salah? Bagaimana jika inflasi ternyata tidak ‘menggila’ sehingga pemerintah tidak menaikkan lagi suku bunga? Maka yang akan terjadi kemungkinan besar adalah:

  • Harga ORI di pasar sekunder justru naik.
  • Dunia usaha tidak dihantam oleh kenaikan suku bunga, sehingga ancaman terhadap bursa saham berkurang 1 buah (meskipun ancaman dari goncangan pasar komoditas tetap besar).

Pada skenario ini, meskipun peluang saya utk masuk di bursa saham Indonesia jadi lebih kecil, minimal ORI yang saya beli di pasar perdana akan memberikan saya hasil yang ‘lumayan’.

28 Comments

Filed under Celoteh

28 responses to “Celoteh: Hiruk Pikuk ORI 005

  1. bro nikken….
    ORI 005 tidak diminati investor.tetapi saya sudah memutuskan untuk membeli di penawaran perdana.semoga nasibnya tidak seperti ORI 004 ,Harganya jatuh dipasar sekunder.apakah ORI 005 yg paling sepi peminatnya dibanding ORI sebelumnya? saya cuma punya 2 ORI .(ORI 004 & 005).

    Edison: Saya juga beli di pasar perdana. Saya pribadi tidak terlalu keberatan jika harga ORI 5 ini nantinya jatuh. Justru jika sampai jatuh drastis (kalau perlu sampai ke 90), saya tertarik utk memindahkan lagi sebagian uang nganggur saya ke sana.

  2. menurut saya, bila ingin investasi ori lebih baik fokus pada kuponnya saja, potensi capital gain hanyalah tambahan.

    Edison: Yup, seperti yg saya katakan, jika ingin fokus ke capital gain dalam obligasi, ORI kurang cocok karena pergerakannya tidak akan banyak (krn jatuh temponya cuma 5 thn).

  3. ndarmogandul

    dari analisa ini,.. bagaimana bila obligasi di bandingkan dengan reksadana,.. saya liat anda jg kontributor di portal reksadana? sebaiknya ikut reksadana saham ato fix income?

    thanks


    Edison:
    baik saham maupun fix income itu punya karakteristik dan fungsi masing-masing. Keduanya seharusnya menjadi bagian dari portofolio kita. Dengan demikian portofolio kita akan lebih ‘balance’ hasilnya.

    Kalau dipaksa memberi ‘rekomendasi’ berdasarkan kondisi saat ini, mungkin saya pikir yang paling atraktif utk sementara ini adalah fixed income jangka pendek, spt yg ada di dalam RD Pendapatan tetap.

  4. putrie_kmps

    wah ternyata beli ORInya di bank Panin ya bung
    belum punya dana nganggur buat beli ORI nih, padahal pgn.
    Grrrrh knp tiket mudik mahal bgt

  5. er-na

    “Justru jika sampai jatuh drastis (kalau perlu sampai ke 90), saya tertarik utk memindahkan lagi sebagian uang nganggur saya ke sana.”,
    kenapa Pa ?


    Edison:
    Soalnya jika harganya jatuh drastis, yieldnya akan lebih atraktif lagi. Jika misalkan setelah 1 tahun harga ORI 5-nya jadi 90, maka Yield to Maturity-nya (hasil jika dipegang sampai jatuh tempo) hampir 15%/thn.

    Angka yield sebesar itu sudah agak lama tidak terlihat…. terus terang kangen juga sama bunga yg besar seperti jaman dahulu🙂

  6. putrie_kmps

    @ er-na
    dengan harga yang jatuh sampai ke 90 tentu ini harga yang murah, pegang saja ORI ini hingga maturity date atau jika harga naik hingga lebih dr 100, akan menguntungkan untuk dijual

  7. putrie_kmps

    “wah ternyata beli ORInya di bank Panin ya bung
    belum punya dana nganggur buat beli ORI nih, padahal pgn.
    Grrrrh knp tiket mudik mahal bgt”

    Edison: Padahal inflasi agustus katanya cuma 0,51%!!!🙂 hahahaha

  8. Natasha

    Ada juga lho, pembeli ORI disamping mengharapkan imbalan dari modal yang ditanamkan, namun juga memenuhi ajakan pemerintah untuk berpartisipasi dalam pembangunan. Hitung-hitung balas budi terhadap fasilitas pelebaran jalan hotmix yang dinikmati saban hari dalam perjalanan dari dan menuju tempat kerja.

  9. er-na

    Yap, betul. Ikut membantu negara.! !
    Yah, walau ga besar sech uang yang saya tanam tapi mudah-mudahn “bukti cinta saya” pada INDONESIA-ku ini bisa bermanfaat.
    amien

  10. Temanggung

    Mudah-mudahan semuanya akan membaik di ORI selanjutnya. Menurut saya, Bank Panin sebagai Agen Penjual tidak boleh bersikap pesimistis, apalagi sebagai Agen Penjual berarti dia merupakan pihak yang dipercaya oleh Pemerintah untuk menjual produk Pemerintah, lagian mereka juga dapat fee. Harga ORI di pasar sekunder yang turun, menurut saya tidak terlalu bermasalah jika kita memegang prinsip hold to maturity, karena kupon yang kita terima tetap tiap bulannya. Dan pada saat jatuh tempo, Pemerintah tetap akan membayar pokok sebesar 100%.

    Edison: Harus diketahui bahwa tidak semua karyawan di agen penjual benar-benar mengerti mengenai produk ORI. Pembelian di bank itu biasanya melalui CS, dan terkadang CS tersebut pemahaman mengenai obligasi saja masih rendah. Jadi komentar-komentar mereka tidak perlu terlalu dipikirkan.

    Saya jadi teringat sewaktu saya membeli ORI 1. Karena saya membelinya di Panin di dekat toko istri saya, administrasinya diurus oleh CS di cabang tersebut (meskipun pembeliannya sebenarnya tetap lewat teman istri saya yg di kantor pusat). Teman saya sampai geram memberi instruksi kepada CS di cabang tersebut, soalnya nggak ngerti ngerti🙂

  11. abdi dalem

    wah ternyata peminat ORI semakin meningkat jumlahnya seiring dengan keuntungan/return yang tinggi dan jaminan keamanan berinvestasi yang tidak ada di instrumen lainnya. Lagian kalau bukan di pasar perdana kapan lagi kita bisa beli ORI, soalnya walaupun harga di pasar sekunder turun tapi barangnya tetap aja tidak tersedia. Ya.. namanya juga produk investasi, pasti ada “provokator” yang akan mempermainkan harganya

  12. SunnY

    Sori masih baru di dunia investasi..
    Btw ORI tuh brp ya harganya ?

    gmn perhitungannya ya Son…

    Thanks Son..

    Edison: Coba sunny baca artikel di blog ini yg seputar obligasi. ORI sendiri harga PARnya adalah Rp 1 juta, tetapi di pasar sekunder kini agak turun, tetapi belum tahu persis harga jualnya di lapangan (bukan sekedar quotation) sekarang berapa…

  13. agungndaru

    saya setuju beli ori itu untuk tambahan dalam invetasi fix income kita , bukan dalam main invest kita. sistem yang kita pakai dalam keputusan memegang ori adalah hold to maturity adalah lebih baik. Saya pikir bagaimanapun dilihat dari kaca mata investasi ORI masih memberikan imbal hasi yang bagus, maka kita lebih baik berpikir jernih sebelum memutuskan untuk berinvestasi, bukan ikut arah angin atau spekulasi saja. Berabe kalau kita bukan ahli keuangan kalau spekulasi, bisa2 tekor.

  14. irwan

    Bro Edison, banyak sekali pencerahan yang saya dapatkan sejak menemukan site ini. Semoga amalnya mendapatkan balasan yang setimpal dari Yang Maha Kuasa.
    Btw, Saya mau tanya. Kalo mau membeli Obligasi Korporasi gimana caranya?
    Jual belinya seperti apa? Dan biasanya bagaimana caranya Perusahaan tersebut membayar kuponnya kepada investor.
    thanks yaa.

    Edison: hahaha, yang saya tulis ini rasanya belum bisa disebut amal, karena bagi saya ini adalah penyaluran hobi menulis.

    Biasanya utk membeli obligasi korporasi adalah melalui perusahaan sekuritas ataupun bank-bank tertentu (Commonwealth kalau tidak salah sering menawarkan). Utk informasi detail, minimum, fee, dll, bisa bro tanyakan kepada mereka.

    Tetapi ingat ya, jika ingin membeli obligasi korporasi, itu harus melakukan analisa terhadap perusahaannya dahulu. Minimal harus mencoba melihat kemampuan perusahaan utk membayar hutangnya.

    Satu persyaratan minimum yg harus dipenuhi adalah bahwa dalam 10 thn terakhir keuntungan perusahaan itu setiap tahunnya harus mampu utk membayar seluruh bunga hutangnya beberapa kali lipat (tergantung industrinya). Misalnya saja kita menentukan minimum adalah 7 kali lipat. Artinya kita lihat selama 10 tahun terakhir, apakah keuntungan perusahaan itu ada lebih dari 7 kali lipat total bunga yang dibayarnya…

    Dengan demikian, meskipun keuntungan perusahaan itu turun, kita tetap relatif aman, karena selama ini keuntungan perusahaan sangat jauh di atas bunga yg harus dibayar.

    Dahulu salah satu sebab ENRON tumbang karena keuntungan 1 tahunnya tidak cukup utk membayar BUNGA tahunan dari seluruh hutangnya (belum menghitung cicilan hutangnya)

    Kalau penjelasan singkat saya ini kurang jelas… lain kali akan saya buat jadi artikel🙂

  15. riza

    Kalo saya sekarang memiliki ORI 3 dan ORI 4, dan kita bandingkan dengan bunga deposito dari bank yang mencapai 12.50%.  Apa yang harus dilakukan ? Menjual ORI nya beralih ke deposito atau bertahan ?

    Edison: Pertama-tama harus disadari dahulu bahwa deposito bank yg bunganya 12,5% itu tidak dijamin oleh program LPS krn di atas suku bunga wajar. Ini berbeda dengan ORI yg jika bro pegang hingga jatuh tempo, boleh dibilang keamanannya sangat terjamin. Bro harus sadar bahwa bank yang menawarkan deposito dengan bunga tinggi itu biasanya berarti dia agak kesulitan menghimpun dana masyarakat sehingga terpaksa menawarkan bunga yg tinggi.

    Mengenai pertanyaannya tentang ORI 3 dan ORI 4:

    Jatuh tempo ORI 3 adalah persis 3 tahun lagi. Jika bro jual, harganya mungkin sekitar 94. Artinya bro akan loss 6%. Sedangkan jatuh tempo ORI 4 adalah 3,5 tahun lagi. Jika bro jual, harganya mungkin sekitar 93,5. Artinya bro akan loss 6,5%.

    Pertanyaan utama yang harus kita tanyakan di sini, adalah seandainya kita menjual ORI tersebut, lalu menempatkanya di produk yg menawarkan bunga yg lebih tinggi, apakah loss yg 6% utk ORI 3 akan bisa ‘tertutup’ oleh selisih bunganya dalam waktu 3 tahun?

    Tentunya di sini kita harus membandingkan produk yg gradenya sama. Dalam kasus ini, kita tidak boleh membandingkan ORI dgn deposito bank yg di atas suku bunga normal, karena resiko keduanya berbeda. Perbandingan yang perlu kita lakukan adalah membandingkan ORI dengan deposito yg bersuku bunga wajar. Pada saat ini, suku bunga wajar adalah 9,25%.

    Kalau kita lihat dari sudut ini, seandainya bro menjual rugi ORI 3-nya utk ditaruh di deposito (yg bunga wajar), maka agar loss 6%-nya bisa tertutup, bunga deposito wajar di Indonesia harus sebesar kira-kira 11,5% selama 3 tahun non stop (tidak boleh di bawah itu). Jika bunga depositonya tidak sampai sebesar itu, maka loss akibat jual rugi ORI 3, tidak tertutup.

    Permasalahannya, apakah bunga Deposito normal yg bunganya saat ini cuma 9,25% akan segera bisa ‘ngebut’ dan naik hingga 11,5% dan bertahan di level itu selama 3 tahun? Meskipun tidak mustahil, tetapi kemungkinannya rasanya tidak terlalu besar. Ingat ya, di sini saya berbicara mengenai deposito yg ‘normal’ dan tidak di atas suku bunga wajar.

    Berdasarkan hal di atas, saya pikir rasanya lebih baik ORI 3 dan ORI 4-nya dipegang saja sampai jatuh tempo.

  16. biyo

    Dgn gonjang ganjing surat utang di amerika apa ada kemungkinan terjadi gagal bayar thd produk ORI ini.

    agak susah juga saya mengira ngira ya. sptnya kemungkinan gagal bayar cukup kecil krn jangka waktu ORI ini yg cukup pendek. ( 5 tahun). kecuali kalo 10 tahun mungkin kondisi negara bisa berubah total apalagi klo sampe terjadi kudeta, indonesia pecah spt unisoviet, dll. tapi kalo cuma ganti presiden spt nya ok ok aja. liat aja setelah suharto turun, kita udah ganti 4 presiden tapi tidak terlalu banyak berubah di sektor ekonomi.

    yg agak menentramkan mungkin pemerintah cukup concern dgn kepentingan publik spt krisis 98 pemerintah menggelontor bank bank dgn BLBI utk menyelamatkan uang rakyat terutama bank bank besar yah.

    klo menurut bung edison ( yg punya blog ..gimana nih risiko gagal bayar ORI )

    Edison: Kalau pendapat saya, kalau kita mau khawatir ORI gagal bayar, kita juga harus khawatir nasib tabungan dan deposito kita, karena resiko bank rontok lebih besar daripada resiko pemerintah rontok🙂

  17. putrie_kmps

    Bung klo mau beli ORI di pasar sekunder lewat mana ya bung? Yang feenya atau spreadnya kecil (tetep g mau rugi)
    Kemarin nanya di Mandiri ga bisa…

    Edison: Aneh… Masak nggak bisa? Padahal dia adalah agen penjual ORI di pasar perdana. Bagaimana jika pembeli ORI di pasar perdana ingin menjual ORInya? Apakah Bank Mandiri yang ‘nampung’ semua tanpa dilepas lagi kepada pasar sekunder? Rasanya tidak masuk akal…

    Coba bro tanya lagi yang lebih jelas. Kemarin itu saya pernah mendengar bahwa ORI 5 tidak ‘tersedia’ di pasar sekunder, krn memang tidak yang mau menjual. Tetapi ORI 3 dan 4 tetap ada. Jangan-jangan maksudnya dia bukan ‘tidak bisa’ tetapi ‘ORI 5 tidak ada’.

  18. kriuk

    pengalaman saya beli ORI di bank mandiri juga gitu. customer service ga tahu prosedur beli ORI di pasar sekunder..setelah tanya ke bos nya ternyata bisa dan baru di layanin. rata rata cs lebih tertarik jualan produk produk yg ngasi fee ke dia. setelah proses ORI saya si cs tetep aja ngebujuk saya utk beli produk unit link.

    bisa juga kontak langsung ke mandiri sekuritas..cuma ya rada susah juga kontak kesana..kadang ada yg angkat ..kadang ga jelas. klo mau beli lebih baik ORI2..karena harga di ps sekunder jatuh..dan jatuh temponya gak lama. th 2010 klo ga salah.

  19. wah t4 yg tepat buat belajar investasi nih😀
    sdh saya bookmark bang
    semoga saya bisa belajar banyak disini

  20. putrie_kmps

    hmmm bung kriuk, klo dr ceritanya berarti sebenarnya beli ORI pasar sekunder di Mandiri bs ya? kita harus tanya ke bosnya begitu? Bosnya duduknya di mana ya?

    Edison: Marahin CS-nya. Bilang, “gimana sih jadi CS tidak tahu pasar sekunder ORI.. mana supervisor kamu?”

    tapi kalau CS-nya cantik, jangan terlalu galak, bro kan masih lajang……. siapa tahu terjadi cerita ‘Cinta bersemi karena ORI’…. hahaha

  21. newinv

    Pak Edison, mohon penerangan bank mana yang jual ORI 005 di pasar sekunder dengan spread yang kecil? Kalau di Bank CIMB Niaga skrg dia jual 92.00 tapi kalau dilihat dari harga di koran Bisnis Indonesia seharusnya 85.00, jadi spread yg diambil CIMB Niaga terlalu mahal dan saya rugi kalau beli disana.

  22. putrie_kmps

    @ newinv
    koran bisnis indonesia berpatokan pada harga transaksi di bursa, sedangkan di Bank (bukan hanya di CIMB Niaga) selalu harga jualnya lebih tinggi dari harga bursa untuk memperoleh keuntungan sebagai agen penjual. Tiap Bank memiliki spread yg berbeda2.

    Anda bisa melakukan perbandingan dengan menanyakan ke berbagai bank untuk mencari harga yang paling murah, dengan catatan Anda menanyakan ke berbagai bank tersebut di hari yang sama. Klo hari tidak sama, harga di bursa juga berbeda.

    Satu lagi, tiap Bank juga memiliki batasan yang berbeda untuk minimal transaksi atau minimal pembelian yang bisa dilakukan, sebagai contoh Mandiri minimal pembelian 100jt, saya tidak tau di CIMB Niaga berapa. Untuk penjualan juga ada minimal transaksinya, jadi tanyakan lebih detail ke Bank tersebut

    Oh iy, perusahaan sekuritas juga melayani pembelian ORI di pasar sekunder

  23. newinv

    Hi putrie_kmps,

    Kalau minimal pembelian gak disebut sama org CIMB Niaga. Tentu saja, kalau pembelian lebih besar, harga sell ORI bisa dinego lebih rendah.

    Apakah sekuritas cenderung ambil spread yg lebih kecil dibanding bank?

  24. putrie_kmps

    @ newinv

    Wah maaf nih saya belum pernah bandingin, jadi ga bs ngasih jawaban

  25. LogOut

    Halo bro,
    Mo nanya neh, Dimana gue bisa ngikutin harga pasar sekunder ORI 005, karena gue ada dana disitu.
    Thanks ya .

    Edison: Utk informasi harga yg paling relevan, tentunya adalah informasi harga dari tempat kita membeli ORI tersebut, karena kita menjualnya juga akan kepada mereka.

    Tentunya tidak ada salahnya utk mencari tahu informasi harga jual-beli di agen penjual lainnya utk sebagai referensi tambahan, sehingga jika harga di agen penjual tempat kita membeli ORI terlalu jauh, kita bisa ‘ngomel’ dan tanya kenapa🙂

  26. LogOut

    Punya alamat website yang bisa memantau pasar sekunder ORI nda bos?
    thx

  27. LogOut

    @putrie_kmps

    Thanks ya..:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s