Mengenal Sekilas Laporan Keuangan (4)

(bersambung dari part 3)

Di artikel part 3 seri ini, kita telah melihat sekilas 2 kategori asset yang ditemukan dalam setiap laporan keuangan, yaitu Fixed Assets dan Current Assets. Dalam Part 4 ini, kita akan melihat beberapa jenis asset yg biasanya tidak dimasukkan ke dalam kedua kategori tersebut, dan biasanya ditulis terpisah. Selain itu, kita juga akan ‘berkenalan’ dengan komponen lain dari Balance Sheet/Neraca, yaitu Liabilities/Hutang.

—–oOo—–

ASSETS (lanjutan)

Selain komponen Current Assets dan Fixed Assets yg pasti muncul di neraca setiap perusahaan, ada beberapa komponen “tidak tetap” yg terkadang muncul di neraca, dan dikategorikan sebagai Asset Lain-Lainnya (Other Assets). Karena sifatnya yg ‘tidak tetap‘ ini, kalau ditanya apakah komponen-komponen ini akan ada dalam suatu laporan keuangan, maka jawabannya akan seperti  salah satu iklan rokok di Indonesia, Maybe Yes Maybe No (Bisa iya..bisa tidak).

Salah satu asset yang termasuk dalam kategori ini adalah Intangible Assets (Intangibles)

Intangible Assets secara sederhana adalah segala asset milik perusahaan yg tidak berbentuk/berwujud, seperti misalnya Merek, hak paten dan sesuatu yang dikenal dalam dunia akuntansi sebagai Goodwill.

Goodwill umumnya akan timbul dalam kasus perusahaan yg diambil-alih (dibeli orang dari pemilik lama). Sebuah contoh yg sederhana dari timbulnya Goodwill misalnya:

Misalnya total Asset berwujud dari perusahaan A adalah Rp 10 Milyar, dan perusahaan itu tidak mempunyai hutang. Anggaplah perusahaan ini berjalan cukup baik, dan mampu menghasilkan keuntungan yang baik. Meskipun demikian, pemilik perusahaan itu ingin menjual perusahaan ini, misalnya karena sudah ingin pensiun.

Bagaimana seandainya kita tertarik ingin membeli perusahaan A?

Seandainya kita hanya menawarkan harga Rp 10 milyar, maka kemungkinan besar si pemilik perusahaan akan menolaknya. Alasannya? Si pemilik perusahaan akan berpikir ‘Kalau cuma 10 milyar mah tidak perlu susah-susah cari pembeli. Saya jual asset berwujudnya saja langsung bisa dapat Rp 10 Milyar. Padahal perusahaan ini berjalan dengan baik dan mampu menghasilkan keuntungan yang baik dari operasinya. Nilai perusahaan beserta operasinya seharusnya di atas nilai asset berwujudnya yang cuma Rp 10 Milyar, karena operasi perusahaan ini juga mempunyai nilai.

Karena yang kita ingin beli dalam hal ini adalah perusahaan dan segala operasinya (alias kemampuan perusahaan itu menghasilkan keuntungan), maka dalam hal ini kita rela membeli perusahaan itu lebih mahal daripada nilai asset berwujudnya. Misalkan saja dalam hal ini kita lalu membeli perusahaan itu dengan harga Rp 12 Milyar.

Lalu sebagai pemilik baru perusahaan tersebut, bagaimana cara membukukan perusahaan yang baru dibeli ini?

Tentunya kita tidak bisa lalu seenaknya ‘mendongkrak‘ nilai Asset berwujud perusahaan tersebut yg bernilai Rp 10 Milyar menjadi Rp 12 Milyar. Kalau ini kita lakukan, berarti kita melakukan  ‘penggelembungan’ asset, yang berunsur tindakan kriminal. Tetapi jika kita hanya mencatat seharga Rp 10 Milyar, akan dikemanakan selisih Rp 2 Milyar yang kita bayarkan itu?

Dalam hal ini, yang kita lakukan adalah tetap mencatat nilai Asset berwujud perusahaan itu senilai Rp 10 Milyar. Tetapi kini timbul Asset tidak berbentuk yang disebut Goodwill, senilai Rp 2 Milyar.

Sebagai tambahan, pada umumnya (tidak selalu, tetapi hanya ‘umumnya’), Investor Value akan menghindari berinvestasi perusahaan dgn nilai intangibles yg relatif terlalu besar/mencolok dibandingkan dengan Asset berwujudnya.

—–oOo—–

Selain Intangible assets, masih ada beberapa tipe lagi asset ‘tidak tetap’ yang kerap ditemui di Neraca keuangan, misalnya saja Deferred Charges dan Investment Securities:

Deferred Charges secara sederhana adalah sama dengan Prepaid Expenses yang kita temui di Current Assets (lihat di part 3 Artikel seri ini). Perbedaannya adalah bahwa Prepaid Expenses itu hanya mencakup biaya dibayar di muka yg manfaatnya akan “dipakai” selama 1 thn mendatang, sedangkan Deferred Charges itu akan “dipakai” dalam waktu yg lebih lama lagi (>1 thn).

Misalnya saja perusahaan mengeluarkan uang utk kampanye promosi produk selama 3 tahun, ataupun menyisihkan dana untuk penelitian pengembangan produk selama 5 tahun.

Investment Securities berbeda dengan Marketable Securities yg dibeli hanya sekedar utk memanfaatkan uang yg menganggur sementara, Investment Securities memang dibeli sbg alat investasi jangka panjang.

Dalam penyusunan neraca, biasanya penyusunan penghitungan asset itu disusun berdasarkan “masa waktu”. Current Assets di paling atas, lalu disusul dengan Fixed Assets dan yg paling bawah Deferred Charges dan Intangibles.

—–oOo—–

LIABILITIES (HUTANG)

Liabilities perusahaan dibagi menjadi dua, yaitu Current Liabilities (Hutang jangka pendek) dan Long-Term Liabilities. Lagi-lagi pembedaan keduanya, sama seperti pembagian asset, adalah berdasarkan “waktu”. Current Liabilities adalah hutang yang akan jatuh tempo dalam 1 thn mendatang, dan Long-Term Liabilities jatuh tempo dalam waktu lebih daripada 1 thn.

Beberapa komponen Current Liabilities yg umumnya kita temui (tidak saya bahas semua):

  • Account Payable; ini adalah hutang perusahaan yg timbul dalam operasi sehari-hari misalnya hutang kepada supplier.
  • Notes Payable; ini adalah hutang perusahaan dalam bentuk surat hutang, baik kpd bank ataupun kreditor lainnya.
  • Accrued Expenses; ini adalah berbagai pengeluaran yg belum dibayar oleh perusahaan pd saat neraca keuangan itu dibuat, tetapi manfaatnya telah “dinikmati” oleh perusahaan. Misalnya saja pembayaran tagihan listrik adalah tanggal 5 setiap bulan. Jika misalkan perusahaan membuat Neraca itu pd tanggal 31/12/2007, maka pada saat neraca itu dibuat, sebenarnya perusahaan itu telah “menikmati” manfaat listrik pada bulan Desember itu, tetapi belum dibayar (krn tgl pembayaran berikut adalah tgl 5/1/08). Dalam akunting, perusahaan dianggap “berhutang” utk pemakaian listrik itu. Contoh lain yg masuk ke sini misalnya gaji karyawan.
  • Income Tax Payable; sama seperti kasus di atas, ini adalah pajak yang sebenarnya sudah ‘terhutang’, tetapi memang belum dibayar karena belum tiba waktu pembayaran pajaknya.

Untuk Long-Term Liabilities, contoh yang paling umum adalah berbentuk obligasi maupun surat hutang jangka panjang yang diterbitkan oleh perusahaan itu, yang secara prinsip tidak berbeda jauh dari obligasi. Karena saya telah pernah menulis artikel mengenai obligasi, maka saya tidak akan membahasnya dalam artikel seri ini lagi.

Sebagai info tambahan, dalam akuntansi bahasa Inggris, jika dalam nama suatu komponen terdapat kata ‘Payable‘, berarti komponen tersebut adalah komponen hutang. Sebaliknya, jika kita menemukan kata ‘Receivables‘, berarti komponen tersebut adalah piutang.

(bersambung ke part 5)

3 Comments

Filed under Pemikiran tentang Investasi

3 responses to “Mengenal Sekilas Laporan Keuangan (4)

  1. putrie_kmps

    maaf ni bung OOT
    di thread JS bung niken pernah membahas mengenai options, mulai dari jenis option, contoh transaksi option. Buat artikel mengenai warrant donk bung, apa itu Covered Warrant, American Warrant dan Derivative Warrant. Oh iya warrant itu bagian dari option ya? put option yang underlying assetnya saham, bener ga sih bung?

    Untuk analisa laporan keuangannya ditunggu lagi kelanjutannya…

  2. lol, kelewatan komen si putrie yg ini…

    Soal Warran mungkin mesti nunggu lama… hahaha
    Laporan keuangan saja belum selesai. Setelah itu mungkin bicara soal rasio-rasio sederhana. Setelah itu bicara soal Options

    Warran itu secara sederhana tidak berbeda jauh dengan options, cuma beda penerbitnya saja. Warran diterbitkan oleh perusahaan terkait, jadi misalnya warran PT. ABC, itu diterbitkan oleh PT. ABC. Sedangkan kalau options itu diterbitkan oleh bursa..

  3. toto_lutu

    Apa hubungannya sama Warrant Buffet ya..?😉
    Eh, warrant…warren..buffet…

    warren = system of rabbit burrows that make up a rabbit colony; crowded or intricately arranged living space

    Hmm..
    warrant = authorization, sanction; justification; authority; license to search (a house, etc.); authorization to make an arrest; guarantee; license; voucher; empowerment

    buffet = a piece of furniture that stands at the side of a dining room; has shelves and drawers

    Warren Buffet
    Tempat ngumpulnya surat2 berharga.

    ===================================

    bill = bank note, promissory note; invoice; beak; snout; headland, promontory; proposed law

    gates = portion of a wall or fence that opens and closes; any barrier which opens and closes; entrance, entryway; number of spectators at a show or event; passageway through which passengers board (a train, plane, boat, etc.)

    Bill Gates
    Gerbang Duit..!
    Dia dapet duit dari setiap gerbang (jendela) yg dia jual..

    What’s in a name?
    Buanyak…!!

    Hehehe…santai dikit bro..😉

    Edison: TOTO = toilet (merek), LU = Kamu, Tu = Dua/Two (maksa)

    Toto_Lutu= Toilet kamu dua

    Bah, garing banget interpretasinya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s