Celoteh: Ini Semua Karena……

WHAT THEY SAID…

The distinction between investment and speculation in common stocks has always been a useful one and its disappearance is a cause of concern.

We have often said that Wall Street as an institution would be well advised to reinstate this distinction and to emphasize it in all its dealings with the public. Otherwise the stock exchanges may some day be blamed for heavy speculative losses, which those who suffered them had not been properly warned against.

Benjamin Graham in ‘The Intelligent Investor’

—–oOo—–

Hari ini saya masuk ke kantor harian JanganSerakah dengan menggerutu. Ketika saya baru keluar dari lift, tiba tiba terdengar suara yang sangat saya kenal..

Loh Son, Kamu nggak jadi belanja ke pasar hari ini?

Ketika saya menengok ke arah suara tersebut, ternyata si Mister Ben (Graham, bukan Bernanke) sedang duduk-duduk di lobby bersama pak AkalSehat.

Pagi Mister Ben, pagi pak Akalsehat. Acara belanjanya batal nih mister. Pasarnya tutup lagi. Katanya karena situasi tidak kondusif, pasar tutup dulu. Ada yang bilang, kalau pasar buka di saat ini, namanya bunuh diri.

Hahaha, ada ada saja…

Yah, saya kesal juga sih mister, soalnya jadwalnya belanja bulanan saya itu sudah tiba. Gara-gara pasar gak buka-buka saya jadi tidak bisa belanja deh. Saya ngerti sih pemikiran mereka. Cuma……..

Cuma kenapa?

Yah begitulah mister, saya cuma pikir.. apakah ini akan ada efeknya? Kok rasanya ini ibarat menunda sesuatu yang tidak bisa dihindari saja. Mau ditutup sampai kapan? Saya merasa bursa ini kok seperti anak kecil yang sudah berbuat salah, lalu tahu akan kena hukum kalau pulang, sehingga anak tersebut nggak mau pulang dulu karena enggan kena hukum. Padahal kalau dia pulang nanti, malah hukumannya semakin keras karena salahnya jadi nambah, yaitu usai sekolah tidak langsung pulang.

Nah, pasti kamu dulu waktu kecil pernah seperti itu, makanya sekarang bisa terpikir begitu, timpal Pak Akalsehat. Ayo ngaku… bener kan?

Hahaha, iya nih pak Akalsehat.. saya ngaku deh, dulu kecil pernah seperti itu.

—–oOo—–

Kutipan di awal artikel hari ini ditulis oleh Mister Ben kurang lebih 35 tahun yang lalu. Kutipan tersebut jika diterjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia kira-kira adalah:

Pembedaan antara Investasi dan Spekulasi dalam saham adalah sesuatu yang sangat berguna, dan semakin hilangnya pembedaan tersebut  merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan.

Kami telah seringkali mengatakan bahwa Wall Street, sebagai suatu institusi, seharusnya melakukan pembedaan di antara keduanya, dan selalu memperingatkan perbedaan tersebut kepada publik. JIka tidak, suatu hari bursa saham mungkin akan disalahkan untuk kerugian besar akibat spekulasi, di mana orang-orang yang menderita kerugian tersebut belum pernah diperingatkan sebelumnya (akan bedanya investasi dan spekulasi)

Ketika mister Ben menuliskan hal di atas, mungkin dia tidak terpikir bahwa suatu hari tulisannya itu bukan cuma akan menggambarkan situasi di Wall Street, tetapi juga di bursa saham Indonesia.

Pertama kali saya membaca buku Intelligent Investor, hal pertama yang begitu memberikan kesan mendalam adalah betapa Mister Ben berusaha untuk menanamkan kesadaran akan bedanya investasi dan spekulasi. Dia melihat bahwa kebanyakan orang boleh dikatakan tidak memahami kalau keduanya merupakan dua hal yang begitu berbeda. Ironisnya, banyak orang yang menjalankan ‘investasi’ tanpa menyadari bahwa yang dilakukannya sebenarnya merupakan spekulasi.

Salah kaprah antara Investasi dan Spekulasi ini bukan hanya monopoli investor luar negeri. Dalam perjalanan saya beberapa tahun ini, saya melihat bahwa hal yang sama juga terjadi di Indonesia, bahkan menurut saya kondisi ini sangat ‘parah‘ di negara kita. Menyebarkan ‘pesan’ dari Mister Ben, dalam hal ini lalu menjadi salah satu ‘misi‘ utama saya di blog ini.

(PS: Mungkin ada pembaca blog yg tidak menyadari bahwa meskipun address blog ini adalah JanganSerakah.com, tetapi judul sebenarnya adalah Jangan Serakah : Bedakan antara Investasi dan Spekulasi. Hanya saja saya merasa bahwa address http://JanganSerakahBedakanAntaraInvestasiDanSpekulasi.com agak ‘sedikit’ terlalu panjang🙂 )

—–oOo—–

Sebagai institusi, BEI selama ini melakukan kesalahan yang persis sama seperti yang dituliskan oleh Mister Ben. Selama ini, saya merasa bahwa edukasi kepada publik tentang cara berinvestasi yang baik boleh dikatakan sangat minim (kalau tidak mau dikatakan tidak ada). Akibatnya, seperti yang diramalkan oleh Mister Ben, aktifitas di bursa didominasi oleh aktifitas spekulasi, dan hasilnya seperti yang bisa kita lihat sekarang ini.

Yang membuat saya terkadang tersenyum, hingga saat ini pun, BEI dan semua pelaku pasar masih menolak untuk bercermin dan cenderung menudingkan jari ke arah lain sebagai penyebab kondisi saat ini. Tudingan diarahkan ke berbagai ‘sebab’. Kepanikan yang tidak rasional, short-seller, ‘bandar’ (salah satu kambing hitam favorit ala Indonesia) hingga pihak asing yang ‘seenaknya saja’ menarik dananya keluar.

Saya jadi teringat suatu kalimat bahwa ‘ketika kita menudingkan 1 jari (telunjuk) kepada orang lain, saat itu  3 jari (jari tengah, manis dan kelingking) kita menuding kepada diri sendiri’

Hingga saat ini tidak ada sekalipun saya mendengar ada orang yg mengatakan bahwa ini semua adalah kesalahan diri sendiri, bahwa selama ini bursa kita terlalu sarat dengan aktifitas spekulasi, bahwa IHSG yang naik dari 500 menjadi 2800 hanya dalam 5 tahun itu sebenarnya sudah merupakan ‘lampu merah’ bagi para investor, bahwa bursa Indonesia kemungkinan besar sudah sangat ‘overbought‘.

Sebagai Investor, sejujurnya saya merasa bahwa tindakan BEI dalam beberapa hari ini agak absurd dan saya meragukan efektifitasnya. Menutup bursa beberapa hari dengan alasan ‘mencegah kepanikan’ itu, bagi saya merupakan pemikiran yang tidak logis, dan kemungkinan malah menimbulkan kepanikan yang semakin besar. Apakah ketika bursa dibuka lagi kondisi fundamental ekonomi global sudah berubah, sehingga Bursa kita tidak akan turun drastis lagi? Atau mungkin sebaiknya BEI menutup terus saja bursa hingga kondisi global sudah membaik?

32 Comments

Filed under Celoteh

32 responses to “Celoteh: Ini Semua Karena……

  1. ycs

    analogi yang bagus. Justru itu, sekarang anak yang tidak mau pulang itu jumlah pengikutnya tambah banyak (termasuk saya). sangking takutnya. Soalnya dengar2 hukumannya sudah amat berat. Nah, bagaimana caranya supaya kita bisa pulang, tetap terima hukuman, tapi ya jangan berat2 deh, namanya juga masih kecil🙂

  2. congo

    sadly but true…

  3. karena ini merupakan yang pertama kali terjadi ( disuspen 3 hari ), apa betul rumor yang mengatakan ini adanya intervensi dari penguasa2 RI dimana untuk melindungi asset2-nya mereka, dimulai dengan di-suspen-nya saham2-nya Grup Bakrie dengan dalih untuk melindungi investor2 dari kepanikan yang irasional ?

  4. putrie_kmps

    Wah kok post yang kali ini menyalahkan BEI, kurang setuju nih… hehehe…

    Klo dikatakan edukasi terhadap publik yang dilakukan sangat minim saya kurang setuju. BEI sendiri mengadakan program sekolah pasar modal untuk umum dan tidak dipungut bayaran (malah dapat snack dan makan siang)

    Sebagai gambaran saja, program ini dibagi 3 kelas, Basic (pengenalan pasar modal), Intermediate (pengenalan lanalisa pasar baik teknikal dan fundamental), Advance (pengenalan instrumen derivatif). Oh iya setelah selesai sekolah dapat sertifikat untuk setiap kelas. Jangan khawatir ga ada ujian kelulusan kok.

    Hanya saja publikasi mengenai adanya program ini masih kurang jadi kegiatan ini tidak banyak publik yang tahu. Saya sendiri baru sempat mengikuti kelas basic. Peserta yang ikut sangat variatif, mulai dari yang mahasiswa hingga dosen, yang menganggur dan yang sudah pensiun, pria dan wanita.

    Ada yang menarik dari peserta yang mengikuti kelas ini. Tujuan para peserta ikut sekolah ini sepertinya bukan untuk mengetahui cara ber”investasi” melainkan cara mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya atau disebut serakah (ini saya tangkap ketika sesi tanya jawab). Akhirnya para calon investor ini bukannya berinvestasi melainkan berspekulasi.

    Seharusnya BEI menambah satu kelas lagi yang benar2 basic (dibawahnya basic apa ya?) dan materi yang diajarkan tentu saja “Jangan Serakah, Bedakan antara Investasi dan Spekulasi” dengan pengajar ya siapa lagi klo bukan bung Nikken alias Edison. Ayo bung mau tidak, nanti saya beritahu orang BEI, hihihi….

    Untuk informasi lebih lanjut bisa dilihat di link berikut. http://www.idx.co.id/MainMenu/Education/StockExchangeEducationProgram/tabid/91/lang/en-US/language/en-US/Default.aspx

  5. Hahahahahaha….bagus Putri, saya sebagai mantan pegawai juga merasa tersungging….tapi sebenarnya memang langkah BEI untuk mensuspend sangat tidak rasional, terbukti dari banyaknya keraguan efektifitas dari pasar modal Indonesia. Bukannya ini malah memperparah secara jangka panjang untuk Indonesia (apalagi terhadap investor asing yang katanya uangnya BUANYAK!!!!)……Jadi lebih bijaklah dalam bertindak sebagai regulator…..

  6. hahaha, para pegawai dan eks pegawainya tersungging🙂

    Tapi kalau saya pikir, dibandingkan dengan jumlah calon investor, bentuk edukasi yg sudah dilakukan oleh BEI itu sangat minim, sosialiasinya juga tidak terdengar.

    Dan meskipun saya tidak tahu persis materi apa yg diajarkan dalam kelas yg diadakan BEI itu, saya punya firasat bahwa materi yg paling penting dalam pendidikan investor pasti tidak ada, yaitu pola pandang yg benar terhadap investasi.

  7. LogOut

    Melihat situasi dan kondisi saat ini, walau BEI di tutup beberapa hari, akan tetapi para investor yang ingin cabut tetap saja mengantri.
    Ibarat kita menonton di bioskop, apa bila ada film bagus, semua orang dengan sabar mengantri.
    Begitu pula dengan BEI, orang2 yang ingin mencabut dana nya, dengan sabar menunggu di buka kembali BEI, dan bahkan bisa lebih parah lagi. Kemungkinan antrian panjang akan sangat besar.
    Kita tunggu saja nanti, bagaimana hasil nya?😀

  8. L053Rs

    he3, cuman skedar iseng isi comment. Mungkin BEI disuspend agar pemerintah bisa memikirkan cara yg bisa diambil untuk menyelamatkan bursa kita? Yg tadi aq baca dkoran seperti melakukan buyback saham skitar 4T? Kira2 dana itu cukup tidak ya buat menyetabilkan bursa?
    Btw, bung edison kira2 harga saham saat ini masih terlalu mahal apa tidak y? Benar tidak bahwa skarang saatnya membeli saham ^.^
    Banyak tanya, maklum msh newbie he3…


    Edison:
    Jawaban yg bisa saya berikan cuma ‘Dibandingkan dengan tahun lalu, saham saat ini sudah JAUH lebih MURAH’. Apakah sekarang saatnya membeli saham? Jawaban paling relevan adalah : tahun lalu saya tidak tertarik sama sekali utk memulai program investasi saham rutin di Indonesia, sedangkan sekarang saya malah menggerutu karena bursa tutup ketika jadwal bulanan utk beli sahamnya tiba.

  9. kalau saya sih setuju saja BEI ditutup, tapi masalahnya adalah katanya hari ini dibuka, eh ternyata tidak jadi.

  10. toto_lutu

    @putrie_kmps
    Saya setuju bro Ed jadi pengajar kelas sebelum basic (fundamental?)..
    Jadi..sebelum peserta diajarkan tentang apa itu saham dan pasar modal, mereka harus paham dulu definisi dari investasi dan dapat membedakannya dari spekulasi.
    Gimana bro Ed, dah dibuat belum silabusnya?

  11. hahaha, ada-ada aja….

    Jadi kena ledek sama putrie dan bro toto gara-gara saya terlalu ‘vokal’ bahwa harus bedain investasi sama spekulasi.

    Tapi sejujurnya, kalau sampai ada kelas seperti itu, rasanya mungkin nggak laku…hahahaha. Soalnya orang-orang lebih senang jadi spekulator… yah maklumlah, lebih exciting🙂

    Udah mau tidur sekarang, sudah selesai shopping di pasar seberang. UNTUNGNYA tidak spt di sini, pasar seberang tetap buka, jadinya bisa ada ‘penyaluran‘…. hahahaha…

  12. celenobgt

    Betulkah pemberlakuan suspend dimaksudkan agar investor bisa berpikir rasional.. Klo mikirnya gini sich, justru pemerintah yang gak rasional karena berpikir bisa menyamakan presepsi jutaan pelaku pasar untuk sama n ‘serasional’ mereka.. Bukankah pelaku pasar emang kadang irrasional, saham2 yang kemahalan malah dibeli tinggi, sedang saham2 yang kemurahan dengan value tinggi malah dijual rendah.. klo BEI emang konsisten, jangan hanya pas crash bertindak, kenapa pas market bubble jga gak ada pencegahan karena ini juga prilaku irrasional..

    Ilustrasi ketidakrasional investor itu ibarat segerombolan kambing, yang bergerak bersamaan kesana kemari sesuai kondisi, saat jual mereka akan jual rame, saat beli mereka akan beli rame2 gak peduli fundamental sperti apa dan itu adalah normal.. So jangan paksakan/korbankan BUMN buat buyback, penghamburan, gak ngaruh seperti menggarami lautan aza, klo trendnya lagi bearish ya bearish, ntar jga balik lagi ke titik setimbangnya klo dirasa dah kemurahan/dah dibottom, biarkan mekanisme market bekerja sendiri.. Lagian emang kekuatan BUMN berapa hingga bisa menghadang trend, apakah gak lebih baik digunakan untuk memperkuat sektor real n perbankan atau mempersiapkan hal2 lain yang menyangkut hajat hidup orang banyak hingga lebih tahan krisis..

    Btw kapan nich bung Edison ngadain kumpul2 n diskusi bareng tentang kondisi teraktual n bagaimana antisipasi kta menghadapinya.. Saya mo daftar nich..

  13. putrie_kmps

    ayo kopdar….

    hihihi akhirnya ke pasar daging sebrang, sama2 diskon ya bung. BTW rupiah kemarin sudah menyentuh 9,800an di bank2 diperdagangkan di atas 10,000. Efek penurunan nilai rupiah ini akan lebih terasa nantinya ke rakyat kecil drpd efek penuruna IHSG. Harusnya pemerintah ngurus rupiah saja, ga usah ngurus IHSG lg, dan biarkanlah pasar hari senin buka kembali

  14. Dahulu sempat terpikir bikin acara kopi darat kalau blog ini sudah berjalan 1 tahun. Bikin acaranya di restoran seafood si Tom, (tapi minta diskon 90%!!!!)

    Sekarang blognya baru berjalan 4 bulan lebih… Apa rencana kopi darat setelah 1 tahun itu kelamaan ya? hahahaha

  15. Midut

    @ Bung Edi

    Wah asyik nie sambil ngopi dengerin “wejangannnya” bung Edi, lumayan
    nambah 6 sks he he he.

    Klo BEI ditutup sampai gk jelas waktunya,
    apa ada indikasi fundamental saham2 tsb
    masih bagus??
    Kriterianya apa bung?? thanks

    Midut

  16. SunnY

    @Son
    mau ikut dunk kl ada acara ngopi darat…
    makanan nya musti yg enak ya… hehehe~~
    sorry ga nyambung ama topic nya..
    hmm abis kyknya lebih menarik ini drpd topic nya hehehehehe just kidding..

    Son.. pasarnya dmn sih ? lgsg ke BEI ya ?

  17. toto_lutu

    Wah kok dibilang ngeledek.. Itu beneran lho bro Ed.. Pasti laku deh kelasnya.. minimal saya ikutan daftar..

    Gak apa-apa ‘vokal’. Kalau yg disampaikan itu memang benar, lanjut terus..

    Kopdar jangan tunggu setahun bro.. Kalau peminatnya sudah banyak, ya langsung aja. Jadi pingin ketemu nih sama juragannya JS.. Siapa tau bisa dapat ilmu secara langsung.. Sekalian minta tanda tangan..

  18. Tom

    Ha ha.. Asal jangan ada “laskar pelangi” aja yg nyusup di kop-dar-nya. Bisa kena “bom bunuh diri” kita semua yang ikut, Ha ha ha..

  19. antialias

    ayo bung edi buat buku …
    dimodali sendiri aja pakai dana spekulasinya hehe ..
    kalo masalah distribusi bisa titip kok ke penerbit..
    atau sodorin naskah ke penerbit aja.

    lengkap dah … jadi dosen + penerbit buku

    nantinya yang beli ya murid2nya di kelas BEI hehehe …

  20. Ezer

    Bung edi, ceritakan pd kami kondisi ekonomi indonesia saat ini, kayaknya cuma anda yg bisa cerita dg jujur, baik dan benar . (Tentang buy back saham BUMN juga ya! biar kami orang awam ini nggak buta lagi)
    Please.,

  21. Waspada! Otoritas Keuangan Berbohong?

    “Jangan pernah merasa nyaman dengan pendapat otoritas keuangan”. Ya, kalimat itu saya rasa tepat untuk situasi saat ini, menurut beberapa otoritas keuangan, saat ini fundamental perekonomian kita masih baik, tapi angka yang ada di layar komputer tidak pernah bohong karena merefleksikan apa yang terjadi saat ini di pasar yang ditentukan oleh perbadingan antara kekuatan penawaran dan pembelian. Rupiah yang terus melorot bukanlah suatu indikator perekonomian yang baik.

  22. wilchan

    benar sekali jgn terlalu percaya pd statement otoritas keuangan.

    bang edison, apakah ada kemungkinan bank2 di indonesia akan berjatuhan lg, terutama bank2 yg cashflow mereka mayoritas diputar di BEI, padahal pasarnya saja tutup, mati dong cashflow mereka. bisa2 kena likuidasi dong kaya dasawarsa yg lalu.

  23. Herman Himawan

    Saya baru hari ini dapet blog ini setelah beberapa hari tanya sama mas google tentang krisi amerika serkat .. saya termasuk eks orang-orang serakah yang telah kecopetan di pasar karena tidak hati-hati ..

    Semua tulisan bung Edison sdh saya baca semua dan sangat memberikan inspirasi. Setelah hampir setengah tahun saya putus asa dan hampir tidak mau lihat-lihat pasar lagi, saya kayaknya mulai tertarik untuk main dan melihat-lihat pasar lagi dan bisa menjadi orang yg tidak serakah lagi.

    Thanks bung Edison ..

  24. melanie

    iya saya jd takut kalo keadaan bank2 di ind jd kya dulu… mengerikan…!! Tapi tenang kita kan punya LPS, jadi ga usah kawatir bagi yang dananya di simpan di bank.. tp dijaminnya hanya sampai 100jt saja.. selebihnya jaminlah sendiri…hehehe

  25. @melanie, hayo apa perlu saya simpenin disini..hee..di vietnam nabung aja bisa dapet 17% setahun lho..secara inflasi lumayan tinggi juga disini.

  26. Blazy DK

    akhirnya selesai jg maraton baca semua artikelnya😀
    kondisi portofolio nyangkut semakin menjadi2😦
    minggu dpn mudah2an buka BEI udah waktunya top up bulanan jg😀

  27. semoga gak terjadi .. hal hal yang mengerikan ..

  28. melanie

    @jaya

    tapi keadaan perbankan kita ga seburuk kaya dulu koq… sudah lebih rapi.. mungkin karena pelajaran pahit masa lalu..

  29. putrie_kmps

    @ Blazy DK
    Welcome back bro…
    Selamat datang kembali dari pertapaan.
    Datang2 mau langsung borong saham euy, wah dapat ilmu tingkat tinggi pas tapa ya.

    Ayo ikutan rayu bung nikken tuk jadi dosen plus bikin kopdar di restoran bung Tom… Tapi syaratnya ente kerja di Jakarta dulu, jgn buka toko di kampung

  30. Laraslia

    Cocok dah kalau ada kelas fundamental (tapi kalau cuma di bei, yg diluar jkt tetep ga bisa belajar dong).
    Nyambung ke ilustrasi bung edi di artikel lain tentang nasabah A & B yang menguasai 95% dana, kurang lebih psikologi di pasar bursa jg begitu. Karena kita tau si A spekulan sementara jumlah A banyak, jadi mau ga mau sebagian investor yg semula berniat investasi jadi ikutan jadi spekulan..

  31. May yeet

    Salam kenal bang edison, mo ikutan berguru. Kalo ente bilang taon kemaren saham kemahalan n ente malah ngeborong sekarang, gimane nasib ane yang dah kebalikan nich! Saat IHSG naek ketitik spt taon kemaren lg, ente ngeraup untung, tapi ane baru bisa balik modal. Ada caranye ga bikin ane dapet untung juga? Ane dah mulai DCA direksadana saham,tiap bulan tapi rencana cuman ampe 5taon aja. Nah pake DCA ntu bisa ga ya dapet untung juga,atau malah tambah buntung? Mohon pencerahan

    Edison:Jika jangka waktu investasinya hanya 5 tahun, saya tidak menyarankan untuk berinvestasi di instrumen saham. Saya selalu memegang prinsip bahwa batas waktu paling minim utk boleh investasi di saham adalah 10 tahun.

    Kalau memang investasinya cuma akan dihold selama 5 tahun dan setelah itu akan dicairkan utk dipakai, saya akan lebih menyarankan utk fokus ke obligasi saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s