Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X

Teman-teman blog yang telah lama mengikuti blog ini mungkin sudah tidak asing lagi dengan rekomendasi saya terhadap Index Investing. Dalam artikel lama di blog ini, saya telah menceritakan tentang apa itu index investing, serta mengapa bagi kebanyakan orang index investing merupakan pilihan terbaik.

Saat ini di Indonesia, ada dua jalan untuk berinvestasi di saham melalui index investing, yaitu melalui reksadana DINAR (Danareksa Indeks Syariah) dan ETF Index R-LQ45X. Dalam artikel kali ini, saya akan mencoba mengadakan perbandingan antara dua instrumen tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi teman-teman yang tertarik untuk melakukan index investing.

—–oOo—–

Sebelum kita memasuki pembahasan mengenai kedua Instrumen yang tersedia di Indonesia tersebut, mungkin ada baiknya saya memberikan perbandingan antara kondisi dunia Index Investing di Indonesia dibandingkan dengan Amerika.

Amerika, sebagai tempat lahirnya index investing, bisa diibaratkan bagai ‘surga’ para investor yang ingin menjalankan index investing. Ini dikarenakan banyaknya pilihan yang tersedia bagi para investor. Tertarik untuk berinvestasi di Indeks saham global? Bisa dilakukan melalui reksadana Index maupun ETF Index. Tertarik untuk berinvestasi di indeks S&P500 (500 perusahaan terbesar Amerika)? Lagi-lagi tersedia reksadana index maupun ETF indexnya. Index Russel 3000 (yg boleh dikatakan mencakup 99% bursa saham Amerika)? Juga bisa melalui reksadana index ataupun ETF Indexnya. Singkat kata, apapun index yang ingin kita jadikan acuan, boleh dikatakan ada ‘jalan’-nya.

Selain kelebihan di atas, dunia ‘Index Investing’ Amerika juga mempunyai kelebihan lainnya, yaitu maraknya kompetisi di bidang ini. Kompetisi ini tentunya memberikan keuntungan bagi para Investor. Perusahaan-perusahan pengelola reksadana maupun ETF tersebut berlomba-lomba menawarkan fee yang lebih rendah. Akibat kompetisi tersebut, kita bisa menemukan reksadana yang tidak mengenakan biaya untuk ‘masuk’ ataupun ‘keluar’ sama sekali (alias GRATIS Subscription Fee dan Redemption Fee). Biaya pengelolaan (Management Fee) pun sangat kecil, hingga mencapai 0,3% (utk reksadana) atau bahkan 0,07% (utk ETF).

Sayangnya, kondisi di dunia Investasi Indonesia masih sangat jauh dibandingkan dari kondisi di bursa Amerika. Fee/biaya yang ditanggung oleh para Investor relatif besar dibandingkan dengan investor luar negeri. Index Investing di Indonesia pun mengalami masalah yang sama.

Dibandingkan dengan ‘saudara’ mereka di Amerika, reksadana DINAR (Danareksa Indeks Syariah) maupun ETF R-LQ45X, keduanya melibatkan biaya yang relatif tinggi, baik biaya yg jelas terlihat maupun agak ‘tersembunyi’. Memilih di antara kedua instrumen ini, bisa diibaratkan buah simalakama. Serba salah. Yang bisa kita lakukan hanyalah mencoba memilih instrumen yang ‘sedikit’ lebih bagus dibandingkan yg lainnya.

Perlu saya tekankan juga sebelumnya, bahwa meskipun saya kecewa dengan kedua pilihan ini (DINAR dan R-LQ45X), ini tidaklah berarti bahwa Index Investing merupakan pilihan yang jelek di Indonesia. Keduanya tetap merupakan pilihan yang terbaik bagi kebanyakan investor dibandingkan dengan alternatif lainnya (investasi di saham individual ataupun reksadana yang dikelola secara aktif).

—–oOo—–

Untuk membandingkan antara reksadana DINAR dengan ETF R-LQ45X, ada satu hal yang perlu kita sadari dahulu, yaitu keduanya mengacu kepada Index yang berbeda. DINAR mengacu kepada index JII (Jakarta Islamic Index), sedangkan R-LQ45X mengacu kepada indeks LQ-45. Daftar saham yang termasuk ke dalam indeks LQ-45 bisa dilihat di situs IDX (halaman ini), dan komponen index JII bisa dilihat di situs yang sama, (halaman ini)

Komponen dari kedua indeks ini (LQ-45 dan JII) memang selalu berubah setiap 6 bulan. Meskipun demikian, bisa dikatakan mayoritas saham dalam kedua index ini adalah sama. Berdasarkan pengamatan hari ini, dari 30 saham yang masuk di indeks JII, 20 di antaranya masuk juga di indeks LQ-45. Sedangkan dari 10 saham sisanya, 5 diantaranya masuk di indeks LQ-45 periode yg lalu (February-July 08). Meskipun kedua indeks ini tidak akan bisa sama persis, pergerakan keduanya tidak akan berbeda jauh antara satu sama yang lain (alias mempunyai korelasi yang cukup tinggi).

Sebenarnya, karena indeks acuannya tidak sama, perbandingan di antara DINAR dan ETF R-LQ45X kurang valid. Meskipun demikian, karena pilihan yang tersedia bagi para Index Investor di Indonesia hanya dua instrumen ini, saya merasa bahwa melakukan perbandingan di antara keduanya akan bermanfaat bagi teman-teman yang tertarik untuk berinvestasi.

Sebagai catatan tambahan, perbandingan ini akan saya lakukan murni hanya dengan kaca-mata investor. Saya tidak akan memasukkan pertimbangan religius sama sekali ke dalam artikel ini. Ini saya lakukan karena Reksadana DINAR terbuka juga bagi para investor non muslim, dan sebaliknya juga tidak semua muslim ‘alergi’ untuk investasi di instrumen non-syariah.

—-oOo—–

Untuk ‘babak pertama’ perbandingan ini, kita akan membandingkan biaya untuk ‘masuk’ dari DINAR dan ETF R-LQ45X.

Reksadana DINAR, mengenakan biaya Subscription (dikenakan setiap kali kita memasukkan dana) yang besarnya dalam prospektus dikatakan adalah sebesar 2%.

Anehnya, ketika saya menelpon Danareksa (perusahaan pengelola reksadana ini), oleh agen yang melayani saya dikatakan bahwa Subscription Fee-nya adalah sebesar 3% untuk pembelian dengan nilai di bawah Rp 10 juta. Ketika saya tanyakan mengenai tidak samanya angka Fee tersebut dengan prospektus, agen tersebut dengan mudahnya menjawab bahwa prospektus tersebut belum diperbaharui.

Lucunya lagi, agen yang melayani saya tersebut dengan ‘asiknya’ menambahkan bahwa karena hasil investasi di reksadana saham bisa sangat tinggi, Bapepam mengeluarkan aturan bahwa Fee/biaya yang dikenakan juga harus tinggi. Entah benar atau tidak perkataan agen tersebut, karena saya sendiri belum pernah mendengar aturan ‘konyol’ seperti ini.

Informasi lainnya yang saya tanyakan kepada agen tersebut adalah mengenai tempat lainnya yang juga menjual reksadana DINAR tersebut. Agen tersebut hanya memberikan nama 2 bank, yaitu Mandiri dan Danamon. Ketika saya desak untuk memberikan tempat penjualan lainnya, dia mengatakan tidak ada lagi tempat lainnya. Informasi ini juga ‘kacau‘ karena informasi yang saya dapatkan mengatakan bahwa bank seperti Commonwealth Bank juga menjual reksadana ini (sudah saya konfirmasikan dan ternyata benar).

PS: Pengalaman pribadi selama ‘menyelidiki’ DINAR ini sengaja saya tuliskan sebagai masukan kepada teman-teman yang ingin berinvestasi. Jangan pernah mengandalkan informasi dari satu sumber saja. Banyak dari orang-orang yang bekerja di dunia Investasi yang kurang kompeten dalam menjalankan tugasnya. Cerita semacam ini tidak terbatas hanya kepada dunia ‘reksadana’ saja. Dalam artikel seputar ORI pun ada pembaca yang mengatakan bahwa customer service dari suatu bank mengatakan tidak menjual ORI, padahal sudah jelas bank tersebut merupakan agen penjual ORI.

Tidak puas dengan pelayanan agen tersebut, saya lalu menghubungi tempat penjualan reksadana DINAR lainnya. Salah satu bank yang saya hubungi, mengkonfirmasi bahwa Subscription Fee yang dikenakan adalah sebesar yang tercantum di prospektus, yaitu 2%. Fee ini pun masih bisa ditawar, tergantung kepada nominal dan skema investasi kita (investasi awal, lama jangka waktu investasi, seberapa sering investasinya).

Ketika saya menulis artikel ini, tawaran fee terendah yang saya dapat adalah 1,5%, meskipun demikian saya optimis bisa mendapatkan fee yg lebih rendah lagi (1%). Firasat saya mengatakan bahwa jika investasi awalnya besar, bukan tidak mungkin fee tersebut ditekan lebih jauh lagi.

Lalu bagaimana dengan fee/biaya ‘masuk’ dari ETF R-LQ45X?

ETF R-LQ45X sendiri tidak mengenakan ‘biaya masuk’ berupa Subscription Fee. Meskipun demikian, karena R-LQ45X berbentuk saham (dan dibeli melalui broker saham), maka untuk pembeliannya kita harus mengeluarkan komisi pembelian untuk broker. Komisi broker dalam hal ini akan bervariasi dari satu broker ke broker lainnya, tetapi akan berkisar dari 0,17%-0,25%.

Biaya ‘masuk’ ETF yang sebesar 0,17%-0,25% itu tentunya jauh lebih murah dibandingkan dengan biaya ‘masuk’ Reksadana DINAR yg mencapai 2%. Bahkan jika kita menawar dan dikenakan fee ‘hanya’ 1% pun, angka tersebut 4-5 kali lipat lebih besar dari biaya beli ETF.

Oleh sebab itu, ‘babak’ ini dimenangkan oleh ETF R-LQ45X.

Skor: DINAR 0 R-LQ45X 1

Tetapi sayangnya skor ini tidak ‘sah’ karena ada satu hal yang akan sangat mempengaruhi ‘biaya masuk’ ini..

(bersambung ke part 2)

22 Comments

Filed under Instrumen Investasi

22 responses to “Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X

  1. Midut

    Thanks bung artikel yg membuat penasaran,..
    Boleh nanya dikit ya bung;
    Bung klo biaya minimal pembelian untuk
    keduanya berapa?
    Untuk menjadi member broker minimal berapa?

    Midut

  2. Squais

    Nice artikel. Saya kemarin baru dari salah satu cabang bank mandiri, saya minta list reksa dana yang dipasarkan melalui bank mandiri. Saya lihat Untuk DINAR Fee nya 0.5%. Minimum pembeliaan untuk pertama kali 1JT, untuk pembeliian selanjutnya 500Ribu.

    Kalo saya mau melakukan pembeliian ETF melalui broker mana yah? Ada yang bisa bantu? Soalnya saya belum pernh melakukan transaksi melalui broker. Selama ini hanya melalui bank untuk melakukan pembeliaan reksadana.

    Saya tunggu kelanjutan artikelnya.

    Thx

  3. putrie_kmps

    Heh Mandiri sejak tgl brp tuh ada DINAR, bulan kemarin saya dapat listnya belum ada. Feenya lebih rendah dari CommBank, wah menarik nih

    Bung Nikken untuk ETF di broker apa tidak dikenakan biaya penyimpanan?

    Bung link untuk liat saham JII keluarnya “The page cannot be found”. Link yang bisa kebuka http://www.idx.co.id/Stocklist/JII/tabid/176/language/en-US/Default.aspx

  4. @squais
    Thanks utk sharing infonya. Saya akan coba telpon orang bank mandiri yg saya kenal utk konfirmasi apakah benar Subscription feenya 0,5%. Khawatirnya nanti orang tersebut ‘ling-lung’ dan yg 0,5% itu ternyata adalah management fee dan bukan subscription fee…

    @putrie
    Linknya sudah dibetulkan, thx infonya.

    btw, kamu yang kerja di KSEI, masa malah nanya saya brokernya ada bayar utk custodian fee atau tidak.. hahahaha….

    Mau masuk di DINAR jadinya put?

  5. putrie_kmps

    ETF termasuk efek yang tersimpan di KSEI, dan yang beli ETF pasti punya rekening di KSEI, nah untuk nyimpen ETF di KSEI ditarik fee. Fee ini tidak dibayar langsung oleh investor tetapi melalui broker, makanya saya heran di broker apa ga ada biaya penyimpanan. Itu harus jadi perbandingan, karena di RD tidak ada biaya penyimpanan bung.

    Iy nih sepertinya mau masuk DINAR krn ETF tercatat di system kantor, kan ga boleh maen saham

  6. Investasi di Indonesia memang tidak mudah, harus cari info dari berbagai sumber.

  7. Wah ini dia yang saya tunggu2, DINAR vs ETF.
    Ditunggu sambungannya ..🙂

  8. SunnY

    Thanks ya Son artikelnya..
    DINAR tuh maksudna mata uang irak/ iran itu ya?
    ato ada arti laen ?

  9. antialias

    @putrie_kmps
    loh di lumbung saham kok ga boleh main saham?
    apa takut bisa utak-atik rekeningnya sendiri ya?

  10. putrie_kmps

    hahaha…

    Ngutak ngutik rekening mah ga bisa, tapi bisa tau saham yang mau naik yang mana

  11. Wah bisa minta bocoran donk ama @putrie

  12. Heldenhammer

    Halo bro,

    Mau tanya, sejak bbrp hari ini sejak pasar saham dibuka kembali, saya mau beli R-LQ45X di broker saya (dengan transaksi melalui internet). Tapi kenapa ada perbedaan harga yang sangat jauh ya antara indeks LQ45 dengan R-LQ45X nya? Contohnya hari ini, 17 Oktober, LQ45 ada di posisi sekitar 278, sedangkan lowest offer R-LQ45X adalah 340. Apakah hal ini karena broker-nya? ataukah karena pasar ETF di Indonesia sangat tidak liquid?

  13. putrie_kmps

    @ Heldenhammer

    Tunggu jawabannya di sambungan artikel ini (part 2) td malam juga sudah saya bicarakan ttg ETF yang kurang liquid dengan Bung nikken. Kata bung nikken akan dibahas di part 2

  14. Tom

    @ Heldenhammer
    iya, bete abis. gw rasa sebab utama krn gak ada market-maker.. kecuali saham itu liquid, jadi market maker-nya gak diperlukan.

    gw udah agak ogah ama R-LQ45X ini. market lg going down, udah napsu beli ehh.. gak ada barang (yg sesuai market price)..

  15. Kalo REKSA DANA KRESNA INDEKS 45 itu apa?
    Ikut golongan DINAR atau ETF ? Terus bisa dibeli
    dimana?

  16. bro…
    apa bedanya DANAREKSA INDEKS SYARIAH (DINAR) sama REKSA DANA KRESNA INDEKS 45?

  17. putrie_kmps

    Wah saya baru denger ada REKSA DANA KRESNA INDEKS 45, dapat nfo dari mana tuh.

    Setahu saya adanya :
    REKSADANA IPB KRESNA
    REKSA DANA KRESNA FLEXIMA
    REKSA DANA KRESNA ULTIMA FLEXI

    Dan semuanya Reksadana Campuran yang berarti bukan berdasarkan indeks LQ-45

  18. Micky

    @ putrie _ kampus
    Ada kok, REKSA DANA KRESNA INDEKS 45, NAB per tanggal 16 Oktober 2008 = 981,32. Bisa di cek di Invovesta, kayaknya jenis baru sih …..

  19. Hasan

    wah, sebenarnya tertarik juga, tapi masih perlu info lebih lengkap. kolo ke mandiri, ada penasehat ga? ato betul-betul penginvest harus tau secara detail tentang saham?

    ditunggu sambungannya..

  20. silvi

    apakah adayang mengetahui info tentang keunggulan investasi di bursa efek (dinar) dibanding dengan investasi bursa berjangka?

    Edison: Saya lagi mikir apakah sis ini salah mengartikan DINAR yg ada di artikel ini. DINAR di ini adalah singkatan dari Danareksa Index Syariah, sebuah reksadana keluaran Danareksa. Jadi bukan mata uang…

  21. @ bro putrie_kmps
    untuk REKSA DANA KRESNA INDEKS 45 , NAB nya 967.93 ( 17 okt 2008).nunggu bro NIKKEN
    menjelaskan ttg reksa dana yg satu ini.


    Edison:
    Saya belum dapat info siapa yg melahirkan reksadana ini.. kalau dari nama ‘Kresna’, seharusnya Kresna Graha Securindo (Kresna Securities)… Tetapi lihat di website mereka malah tidak ada infonya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s