Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X (part 2)

(sambungan dari part 1)

Di bagian pertama dari artikel ini, kita telah melihat perbandingan biaya ‘masuk’ antara reksadana DINAR dan ETF R-LQ45X. Dari pengamatan terhadap angka ‘resmi’  di atas kertas (prospektus), ETF R-LQ45X lebih unggul karena biaya ‘masuk’-nya lebih murah (berupa komisi broker sebesar 0,17%) dibandingkan dengan biaya ‘masuk’ reksadana DINAR (2%). Tetapi bagaimana kenyataan di lapangan?

—–oOo—–

Untuk menjawab pertanyaan di atas, perlu kita ingat kembali bahwa meskipun R-LQ45X merupakan reksadana, tetapi ia berbentuk saham. Oleh sebab itu, untuk ‘masuk’ kita tentunya harus membeli R-LQ45X di bursa saham. Bagi teman-teman yang sudah akrab dengan dunia saham, tentunya tahu bahwa setiap pembelian saham akan berhadapan dengan masalah ‘spread’ bid-ask. Meskipun demikian, saya akan menceritakan sedikit mengenai topik ini, agar teman-teman yang belum akrab dengan dunia saham bisa mendapatkan gambaran tentang apa yang akan kita bicarakan.

Bursa saham secara sederhana bisa kita samakan dengan suatu pelelangan.

Jika saya berbicara pelelangan, mungkin gambaran pertama yang terlintas di pikiran sebagian besar pembaca adalah pelelangan penawaran suatu produk. Dalam pelelangan macam ini, penjualnya ada 1, sedangkan pembelinya lebih dari 1. Untuk bisa mendapatkan produk sang penjual, para pembeli lalu akan ‘berlomba’ menawarkan harga yang lebih tinggi. Transaksi jual-beli akan dilakukan pada harga tertinggi yang ditawarkan oleh para pembeli.

Selain pelelangan seperti di atas, ada lagi jenis pelelangan yang mungkin hanya terpikirkan oleh sebagian kecil pembaca blog. Berbeda dari pelelangan yang kita lihat di atas, pelelangan ini hanya mempunyai 1 pembeli, sedangkan jumlah penjualnya lebih dari 1. Dalam kondisi ini, tentunya para penjual yang harus bersaing utk ‘meminang’ si pembeli. Mereka ‘berlomba’ untuk menawarkan harga yang lebih murah. Harga termurah yang akan ‘menang’ dan transaksi jual beli akan dilakukan pada harga tersebut. Pelelangan semacam ini lebih akrab dikenal sebagai ‘Tender’ di dunia bisnis.

Nah, pertanyaannya kini,  termasuk jenis pelelangan yang manakah transaksi di bursa saham?

Dalam hal ini, bursa saham merupakan gabungan dari kedua jenis pelelangan tersebut sekaligus. Baik pembeli maupun penjual saham jumlahnya lebih dari 1. Para pembeli akan berlomba-lomba menawarkan harga yang lebih tinggi, sedangkan para penjual akan berlomba-lomba menawarkan harga yang lebih rendah. Harga tertinggi yang ditawarkan oleh para pembeli akan muncul sebagai harga BID, sedangkan harga terendah yang ditawarkan oleh para penjual akan muncul sebagai harga ASK (ataupun OFFER). Selisih di antara BID dan ASK dikenal sebagai BID-ASK SPREAD.

—–oOo—–

Kini kita kembali lagi kepada perbandingan biaya ‘masuk’.

Sebagai saham, para investor ETF R-LQ45X akan mengalami biaya tambahan berupa BID-ASK SPREAD yang kita bicarakan di atas. Semakin besar BID-ASK SPREAD, semakin besar biaya yang ditanggung oleh investor. Pertanyaannya kini adalah berapa besar biaya tersebut?

Berdasarkan pengamatan saya selama ini, dalam kondisi ‘tenang’ BID-ASK SPREAD dari ETF ini relatif kecil, terkadang hanya 1 (satu) Rupiah per lembar. Seandainya harga ETF tersebut adalah Rp 300, berarti SPREAD ini hanya sebesar 0,33%, suatu angka yang masih bisa diterima di bursa negara berkembang seperti kita.

Sayangnya kondisi di atas hilang ketika saham mengalami gejolak yang besar seperti yang kita alami akhir-akhir ini. Berikut adalah potret dari situasi ‘pasar’ utk ETF R-LQ45X yang saya ambil baru-baru ini.

Di sisi kanan gambar ini, kita bisa melihat nilai LQ45 saat itu sebesar 288,421. Selain itu, terlihat juga nilai iR-LQ45X adalah sebesar 291,295. Angka ini merupakan angka indikatif (perkiraan) dari harga ‘wajar’ dari ETF R-LQ45X.

Jika kita lihat sisi kiri gambar tersebut, kita akan bisa melihat betapa timpangnya kondisi di pasar untuk ETF ini. Harga termurah yang ditawarkan untuk ETF ini adalah Rp 349 per lembar, alias hampir 20% lebih tinggi dibandingkan dengan harga ‘wajar’-nya. Bagi para Investor, tentunya kondisi ini sangatlah merugikan, karena ibaratnya, anda diminta membayar Rp 1200 untuk selembar uang Rp 1000.

Bagi para investor yang menjalankan program Investasi rutin dengan metode Dollar Cost Averaging, situasi ini semakin ‘menyakitkan’, karena ketika ‘jadwal’ untuk invest tiba, mereka justru harus menghadapi problem ini, padahal kondisi bursa saat ini justru menguntungkan untuk melakukan pembelian.

Saya sendiri sangat menyayangkan kurang aktifnya Indopremier (sebagai penerbit ETF ini) dalam menjalankan peranan ‘market maker’. Seharusnya ketika kondisi seperti ini timbul, dimana harga penawaran R-LQ45X terlalu tinggi, mereka sebagai ‘produsen’ ETF ini seharusnya masuk ke pasar dan menawarkan saham tersebut di harga yang lebih pantas. Dengan demikian para investor yang ingin ‘masuk’ tidak ‘gigit jari’ karena tidak bisa membeli saham tersebut akibat harganya yang tidak masuk akal.

Dengan mempertimbangkan kondisi ini, maka nilai keunggulan ‘biaya’ masuk ETF R-LQ45X (yg saya tulis di part 1) terpaksa saya ‘anulir’.

Skor: Reksadana DINAR 0 R-LQ45X 0

Skor ini sendiri tidak bertahan lama, karena sejak saya menuliskan part 1 artikel ini, saya telah mendapatkan masukan dari beberapa pembaca blog bahwa Subscription Fee reksadana DINAR  bisa di-‘tawar’ hingga mencapai 0,5%. Pada tingkat ini, biaya ‘masuk’ reksadana DINAR lebih atraktif dibandingkan dengan ETF R-LQ45X

Skor: Reksadana DINAR 1 R-LQ45X 0

—–oOo—–

Setelah melihat perbandingan biaya ‘masuk’, langkah selanjutnya kita akan membandingkan biaya ‘keluar’.

Dalam hal ini Investor ETF R-LQ45X akan menanggung biaya komisi broker, yang lagi-lagi bervariasi antar broker. Bagi rata-rata Investor di Indonesia, komisi ini akan berkisar antara 0,27%-0,35%. Sebaliknya, Reksadana DINAR mengenakan biaya ‘keluar’ (Redemption Fee) sebesar 1% jika masa Investasi kurang dari 3 tahun, dan 0% jika masa investasi lebih dari 3 tahun.

Saya selalu menekankan kepada teman-teman, saham adalah instrumen investasi jangka panjang. Jangan berinvestasi menggunakan instrumen saham jika seandainya anda tidak siap untuk berinvestasi minimal 10 tahun. Dengan mempertimbangkan hal ini, maka biaya ‘keluar’ Reksadana DINAR yang akan saya hitung adalah 0%, sehingga dalam faktor biaya ‘keluar’ reksadana DINAR kembali mengungguli R-LQ45X

Skor : Reksadana DINAR 2 R-LQ45X 0

—–oOo—–

Perbandingan ketiga yang akan lihat adalah mengenai biaya ‘tahunan’ alias Expense Fee. Komponen terbesar biaya ini biasanya adalah Management Fee, yaitu imbalan bagi pengelola reksadana tersebut. Karena baik Reksadana DINAR maupun R-LQ45X merupakan reksadana yang dikelola secara ‘pasif’ biaya ini akan relatif lebih kecil dibandingkan dengan reksadana yang dikelola secara ‘aktif’ (actively managed).

Reksadana DINAR dalam prospektusnya menginformasikan bahwa biaya tahunan yang ditanggung oleh Investor adalah maksimum 0,46%, yaitu terdiri dari :

  • Management Fee 0,3%
  • Infaq Pendidikan 0,1%
  • Custodian Fee sebesar 0,06%.

ETF R-LQ45X, di lain sisi mengenakan biaya:

  • Management Fee 0,5%
  • Custodian Fee sebesar max 0,15%

Dari faktor ini, kembali DINAR mengungguli ETF R-LQ45X.

Skor: Reksadana DINAR 3 R-LQ45X 0

—-oOo—–

Sebagai faktor perbandingan berikut, kita akan melihat kepada faktor Diversifikasi. Investasi melalui R-LQ45X akan terdiversifikasi ke dalam 45 saham. Sebaliknya Investasi dalam reksadana DINAR akan terdiversifikasi hanya ke dalam 30 saham.

Selain hal di atas, perlu diingat bahwa karena sifat syariahnya, saham-saham lembaga finansial non syariah seperti BCA, Bank Mandiri dan lain-lainnya tidak akan pernah masuk ke dalam Reksadana DINAR. Oleh karena itu, bisa dikatakan para Investor DINAR tidak akan menikmati pertumbuhan di sektor finansial.

Kondisi ini sendiri cukup mengganggu pikiran karena di bursa saham Indonesia, sektor finansial mempunyai kontribusi yang besar. Dengan di-‘blokir’-nya saham-saham lembaga finansial utama dari DINAR, maka kemungkinan DINAR akan sangat dipengaruhi oleh kondisi sektor pertambangan dan Agrikultur, sehingga bisa jadi DINAR lebih rentan terhadap perkembangan di sektor komoditas.

Oleh karena itu, dalam faktor Diversifikasi, saya lihat R-LQ45X mengungguli reksadana DINAR

Skor: Reksadana DINAR 3 R-LQ45X 1 (akhirnya pecah juga telurnya)

—–oOo—–

Sebenarnya jika diinginkan, ada beberapa lagi faktor yang bisa diperbandingkan seperti misalnya kemudahan akses, minimum invest, dll. Meskipun demikian faktor-faktor tersebut tidak akan saya bandingkan karena (1) tidak mempengaruhi hasil dari Investasi dan (2) hampir tidak ada perbedaan yang berarti di antara keduanya.

Sebagai rangkuman dari perbandingan yang telah kita lakukan, bisa kita lihat bahwa dari segi biaya Reksadana DINAR tampak jauh mengungguli R-LQ45X. Kondisi ini sendiri cukup kontras dengan kondisi di bursa Amerika. Di Amerika, fee ETF bisa dikatakan mengungguli reksadana index, kecuali jika jumlah investasinya terlalu kecil (sehingga keunggulan dalam fee tertelan oleh komisi broker).

Di lain sisi, Investor DINAR harus mempertimbangkan juga faktor diversifikasi dan tiadanya saham-saham lembaga finansial besar.

Meskipun saya selalu berusaha menghindari rekomendasi produk dalam artikel di blog saya ini (apalagi saya tidak menerima imbalan dari produk yang saya rekomendasikan🙂 ), untuk artikel kali ini mungkin saya terpaksa mengadakan perkecualian.

Bagi teman-teman yang menjalankan investasi rutin bulanan dengan metode Dollar Cost Averaging (seperti yg selalu saya sarankan), mungkin reksadana DINAR akan menjadi pilihan yang lebih baik di saat ini (dibandingkan dengan R-LQ45X)

PS: Penulis artikel ini memegang saham R-LQ45X, tetapi selepas menulis artikel ini, jadi terpikir untuk memindahkannya ke reksadana DINAR karena faktor biaya.

49 Comments

Filed under Instrumen Investasi

49 responses to “Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X (part 2)

  1. Tom

    Menurut saya, dua-2nya tidak cocok untuk Index Investing.. Jelas-2 2 point utama sudah dilanggar:

    – Operasional In-Out murah

    – Diversifikasi
    Saya berhasil menemukan file komposisi saham-saham di LQ45. Persentase saham-2 yg tidak termasuk saham syariah lumayan signifikan. BBRI + BBCA aja udah 10%.

    Unless buat investor syariah, DINAR kayanya uda pas banget..

  2. Jadinya mau ikutan saya di bursa saham Amerika aja?🙂 hahaha…

    Memang sih kesal juga jadi investor saham di Indonesia… Posisinya lebih sering dirugikan. Apalagi saya sudah terbiasa ‘dimanjakan’ sebagai investor saham di Amerika, jadinya semakin kesal…

    Meskipun demikian kalau saya pikir-pikir, bolehlah sedikit-sedikit taruh juga di saham Indonesia.

  3. Tom

    Saham Amerika jeleknya yah mesti ada “certain value” biar ekonomis.

    Sorry Bro. Mending gw bikin index gw sendiri aja, ha ha ha.. Itung-2, belajar baca financial report. Tertarik? Kalo lawan R-LQ45X, uda di-voor spread masak bro_Edison masih takut?

  4. putrie_kmps

    Ketika bursa kita merancang aturan tentang penerbitan ETF banyak pihak yang tertarik untuk menerbitkannya, tetapi setelah rule2nya jadi cuma ada satu yang menerbitkan. Kenapa?

    Saya jadi pengen DCA di DINAR tapi sayang banget tidak ada sektor keuangannya. Klo memang ada yang Kresna LQ-45 boleh juga tuh. Coba besok saya teliti lagi beneran ada ga tuh ReksaDana

  5. John

    Saya agak penasaran pak Edi, bukannya kalo kita mau beli saham di amerika kita harus transfer dulu uang ke broker disana?

    Brarti kan udah kena dulu fee transfer bank yang lumayan blom lagi kena konversi kurs. Jadi tetep kena fee/load yg lumayan kan apalagi kalo pake sistim DCA yg pak Edi sarankan?

    atau ada cara lain yg lebih efisien?

    Edison: Ini pertanyaan yang bagus sekali🙂

    Mungkin karena sebagian income saya dalam bentuk dollar, jadi masalah kurs bukan masalah besar utk saya.

    Mengenai fee transfer bank, akan relatif, karena tergantung jumlah yg kita transfer. Jika terlalu kecil, memang akan sangat membebani.. Solusinya ada beberapa, salah satunya DCAnya digeser, sehingga tidak bulanan, melainkan 2 bulanan ataupun kalau ekstrim sekali 3 bulan🙂

    Cara lain? Mencari anggota keluarga lain yang mempunyai pola pikir sama dengan kita (mengenai investasi, DCA, dll), lalu ‘patungan’ Investasi. Cara ini boleh dikatakan mirip dengan bro membuat reksadana sendiri🙂 Tentunya ini akan melibatkan tanggung jawab yang besar dari bro, lalu juga setiap orang yg ikut harus mempunyai disiplin yg ketat dalam investasi…

    Dilihat dari nilai nominal, harus saya akui memang untuk investasi di luar negeri akan membutuhkan nilai yang lebih besar

    Satu hal lagi yang mungkin selama ini belum pernah saya singgung di blog ini, bahwa salah satu alasan saya membuat portofolio di Amerika (yg tentunya dalam dollar), adalah untuk proteksi karena sifat mata uang kita yang cenderung ‘volatile’.

    Kebanyakan dari kita bekerja di Indonesia, dan mendapatkan penghasilan kita dalam rupiah. Tabungan dan deposito juga dalam rupiah. Investasi obligasi saya juga rupiah. Ini artinya ‘telur’ kita sebagian besar sdh ditaruh dalam 1 keranjang (yaitu dalam rupiah). Seandainya suatu hari secara tidak terduga Rupiah anjlok terhadap mata uang asing, asset kita (dilihat dari kacamata internasional) akan turun jauh.

    Mempertimbangkan itu, biaya ‘transfer’ bank bagi saya memang merupakan suatu biaya yang besar. Tetapi karena investasi saya dalam dollar tidak pernah saya rupiahkan lagi, biaya (kurs dan transfer) boleh dikatakan sangat minimal, terlebih mengingat filosofi saya yg Buy & Hold Forever.

  6. putrie_kmps

    Hmm Buy & Hold Forever…
    Bener tuh ga akan dicairin?

    Edison: duh ini anak… iseng aja… padahal sudah ngerti maksud saya, tapi masih nanya makna ‘forever’-nya🙂

  7. tonyjkt

    Lah mungkin aja akan? siapa tau buat diwarisin ke anak2nya… iya kan? coba TSnya jawab deh …

  8. ipung_aja

    But & Hold Forever Setuju….bro
    apalagi saham murah neh..
    buat warisan anak cucu aja dech…. hehe…peace🙂
    daripada “jajan” gak bener mending “jajan” saham aja dech huahaha……

  9. putrie_kmps

    Ehm “jajan” ga bener “jajan” apa tuh, mending jajanin putrie aja… hihihi…

  10. putrie_kmps

    Saya sudah cari info mengenai REKSA DANA KRESNA INDEKS 45

    Yup ini merupakan Reksadana Saham baru, Baru tercatat di system KSEI tgl 14 Oktober info masih sedikit, bisa dilihat di http://www.ksei.co.id/_functions/isindetail.asp?isinc=IDN000067501

    Reksadana ini keluaran Kresna Graha Sekurindo dengan Underlying asetnya saham2 di LQ-45, Jadi merupakan saingan dari ETF-LQ45

    Untuk siapa yang jadi agen penjual dan feenya berapa saja, saya belum dapat informasi

  11. antialias

    wah infonya putrie mantep …
    maklum org dalem sih hehe …

    oya pak edison kok jarang (baca: tidak pernah) jelasin kapan harus jual sahamnya ya ?
    beneran buy & hold forever?
    trus ngga dinikmati? … sori masih bingung

  12. Utk portofolio investasi : Kalau jual nggak pernah, kalau rebalancing, iya ada🙂

    Utk portofolio spekulasi: Ada beberapa hal yang saya pakai sebagai signal-signal yg saya pakai utk ‘keluar’, tetapi pembicaraan di blog ini belum sampai ke sana🙂

    Bahas hal-hal sederhana seperti berbagai rasio finansial saja belum……Jadi teringat kalau artikel seri laporan keuangan sudah agak lama tidak dilanjutkan… hahaha

  13. vizta

    maaf kalo boleh tahu dimana yah bisa dapat sub fee DINAR 0,5% ? terus terang pengen jg sih. pengalaman cmn pernah beli DINAR dari Commwealth dan sub fee-nya 2% (per 19 agustus 2008, sebelumnya malah 3%).

    Edison: Terkadang saya agak bingung apakah informasi seperti ini sebaiknya menggunakan nama atau tidak. Di satu sisi, khawatir nantinya Danareksa ‘ngambek’ terhadap agen penjual itu… haha…Tetapi di lain sisi, informasi seperti ini akan sangat berguna bagi para pembaca blog…

    Setelah saya pertimbangkan, saya akhirnya memutuskan bahwa agar blog ini bisa maksimal manfaatnya, seharusnya informasi seperti ini tidak boleh ‘disimpan’…

    Jadi, jawaban pertanyaannya : Bank Mandiri (sudah ada 2 pembaca blog yg mengkonfirmasi hal ini)..

    • Rey

      Mas Edison,
      apakah subscription fee dari bank mandiri itu hanya untuk pembelian pertama saja atau untuk pembelian selanjutnya juga tetap 0.5%? soalnya saya dapat info lewat email dari agen danareksa, katanya 0.5% itu hanya untuk pembelian pertama saja, selanjutnya kena 3%. saya belum kontak mandiri, karena lokasi saya tidak di indonesia.
      mohon info. terima kasih banyak.

    • Saya kemaren beli RD indeks syariah langsung ke Danareksa, tadinya di kasih fee 1%, setelah tawar-menawar, akhirnya bisa dapet fee 0.25%.

  14. Ut

    @Pak Edison

    Minta link-nya donk, yg menjelaskan apa itu reksadana indeks dan kelebihannya dibandingkan reksadana biasa.

  15. saya tertarik dg REKSA DANA KRESNA INDEKS 45.tadi sudah menghubungi cs nya.biaya pembelian 0,5%.kalo ditarik setelah 3 tahun
    tidak dikenakan biaya.
    sayangnya tidak ada agen penjualnya ( Seperti DINAR).oh iya tadi sempat tanya reksa dana ini baru lahir hari selasa 14 oktober 2008.underlying asetnya di saham LQ 45.

  16. oh iya ,minimal pembelian 10 juta.selanjutnya minimal 5 juta.penarikan sebelum 3 th dikenakan biaya 0,5%.( masih bisa nego) menurut csnya.

    Edison: Sudah cek prospektusnya bro? Berapa expense fee per tahun? Berapa besar tracking errornya?

  17. putrie_kmps

    Wah CSnya di mana? ke Kresna Graha langsung?
    Minimal 10 jt ya… Ga masuk itungan dech klo gt

  18. @ putri_kmps
    iya ke krena graha langsung.10 juta itu untuk pembelian pertama,terus berikutnya cuma 5 juta.dalam faktor deversifikasi ini lebih luas dari DINAR, kayaknya sama dg ETF L-LQ 45.

  19. Heldenhammer

    Hari ini saya chatting dengan salah seorang admin IPOT (Indo Premier Online Trading), dan jawaban yang dia berikan sangat tidak memuaskan. Masa LQ45 di 285…lowest offer di 331 (lebih tinggi 20%) dibilang harga wajar… Padahal ada bid 100 lot di 305, kalau market maker yang bener dia mau jual 100 lot aja udah untung mayan gede. Sigh saatnya tarik dana deh…broker indo sucks >.<

  20. Micky

    Benar kok Dinar di Bank M**d*r* lagi ada program discount subrciption fee 0,5%, RD Fortis (Ekuitas dan Infrastruktur Plus) juga 0,5%, bahkan RD Schroder (Dana Andalan ) fee subs cuma 0,25%. Sekedar info ya, soalnya sdh masuk di sana. Lumayan ada program diskon fee subs.

  21. toto_lutu

    Cuma mau sedikit sharing aja..
    Minggu lalu saya beli DINAR (subscription fee 2%) dan PNM Ekuitas Syariah (subscription fee 1,5%) lewat CommAccess (internet banking-nya Bank Commonwealth). Biasanya kalau saya beli RD, jumlah dana yang harus saya setor adalah sejumlah pembelian (subscription) ditambah dengan fee belinya (subscription fee).
    Misal kalau fee belinya 2% maka jika mau beli RD senilai Rp10.000.000 berarti dana yang harus disetor adalah Rp10.000.000 ditambah 2% darinya, yaitu Rp200.000 sehingga totalnya adalah Rp10.200.000. Total dana disetor = (100% + Fee Beli) x Nilai Pembelian.

    Jika saya memasukkan angka Rp10.200.000 pada kolom total nominal yang akan didebet dari rekening saya untuk membeli RD senilai Rp10.000.000 melalui CommAccess, maka nilai pembelian saya tidak akan menjadi Rp10.000.000, melainkan Rp9.996.000. Bila saya ingin membeli tepat di angka Rp10.000.000, maka angka yang harus saya masukkan adalah Rp10.204.081,633. Total dana disetor = Nilai Pembelian / (100% – Fee beli).

  22. putrie_kmps

    Konfirmasi, untuk pembelian dg CommAccess, bila saat pembelian awal kita meminta ke CS untuk setiap pembelian RD fee diambil dari tabungan hal seperti di atas tidak akan terjadi. Hal ini saya lakukan untuk memudahkan transaksi melalui CommAccess.

    Jadi membeli RD senilai Rp10.000.000 maka kita akan membeli tepat di angka Rp10.000.000, sedangkan untuk fee (misal 2%) Rp200.000 dipotong dari tabungan.

  23. toto_lutu

    Mosok sih put..?
    Apa di laporan bulanan CommSave benar terdebet seperti yang kita minta?
    Apakah bisa diterapkan untuk pembelian berikutnya (yang pertama kan sudah terlanjur)?

  24. vizta

    terima kasih infonya hehe ternyata disitu belinya, dan bisa rendah karena ada diskon sub. tapi takutnya masa diskon selesai balik lagi ke 2% ???

  25. putrie_kmps

    @ toto_lutu
    Ini cuma dilakukan satu kali kok, ketika pertama kali membeli, ditawarin 2 pilihan sama CSnya, mau fee diambil dr tabungan atau dr pembelian langsung. Untuk pembelian selanjutnya ga berubah.

    @vizta
    Yup yang di Mandiri memang sedang masa promosi hingga akhir tahun ini, CS juga ga tau tahun depan akan diperpanjang atau tidak, atau malah digratisin, eh untuk karyawan Mandiri gratis lho.

  26. xpoll

    Barusan terima imel konfirmasi dr KGS ttg reksadana kresna 45 :

    PT. Kresna Sekuritas baru meluncurkan reksadana saham yaitu Reksadana saham Kresna Indeks LQ 45 yaitu dimana portofolionya itu merupakan saham-saham yang hanya berada (terdaftar) dalam Indeks LQ45, dengan komposisi 80% pada efek saham dan 20% pada efek pasar uang/pendapatan tetap.

    Mengenai produk ini dimana membelinya ,.. produk tersebut tidak menggunakan jasa agen bank jadi bapak bisa membelinya langsung pada PT. Kresna Sekuritas dengan mentransfer langsung ke Bank Custody kami

    Minimum untuk pembelian awal (individu) Rp: 10 juta, dan untuk setiap penambahan nya min: 1 juta rupiah

    Untuk subsc fee awal kita kenakan biaya maks 1.5% .

    Redeempt fee:

    Kurang dari 6 bulan : Fee 2 %

    6-1 tahun : Fee 1.5%

    1-2 tahun : Fee 1%

    2-3 tahun : Fee 0.5%

    untuk redemp (penjualan kembali) setelah 3 tahun tidak di kenakan fee.

  27. ekanata

    Ada rekan2 yg punya link prospektus Kresna Index? Saya coba googling, kok malah balik ke sini lagi😀

    Saya kurang puas dgn strategi pengelolaan devidennya dinar, jadi sangat berharap di Kresna bisa lebih baik.

    Thanks🙂

    • San

      Iya, sama aku juga kurang puas kalo diliat dari sisi itunya. Selain itu index acuan JII yg menurutku kurang terdiversifikasi. Tapi kalo kresna ku ga sregnya karena rada aktif dikelolanya.

  28. @ XPOll
    wah bener sekali bro,saya juga telah menerima e mail dr kresna sama persis seperti yg bro tulis.

  29. reksa

    ada yang tau subscription fee DINAR di danareksaonline berapa?

    -thanx-

    • alinaprimasari

      danareksa online?
      Apa Danareksa menyediakan transaksi Reksadana melalui internet juga sepert Commenwealth? Wah baru tahu nih.. Bisa dijelasin lebih lanjut bung reksa

      • konobe

        Ada Lin… coba buka di link ini deh

        http://www.danareksaonline.com/Content/IMD.aspx

        bisa debet gaji kalo ada kerjasama dengan perusahaan. Ato kalo mau jadi investor ritel langsung jg bisa. Tinggal daftar online, transfer dari bank cape antri or bikin standing order pada bank selain bank cape antri per tanggal 1.

        mayan tuh, dinar bisa 200rb, subscription fee 1%, dapet insurance. tapi transferna itu lho.. kudu per tanggal 1. Kalo ga, lewat d DCA bulan itu.. susah kalo untuk orang seperti dirikuw yang penghasilannya ga tentu ^^;

      • alinaprimasari

        Wah program yang menarik dari Danareksa.

        Kenapa menarik?
        1. Danareksa mengajak kita berinvestasi dengan metode DCA. Dengan melakukan investasi secara berkala, maka akan didapatkan harga rata-rata sehingga investasi lebih optimal.
        2. Setoran tiap bulan yang rendah, minimal Rp 200,000 tiap bulan.
        3. Tidak akan mencairkan investasi kita kecuali sudah berjalan 2 tahun. Mengajarkan kita untuk bnear-benar berinvestasi
        4. Metode setoran yang flexible. Bisa debet langsung dari gaji (jika perusahaan bekerjasama dengan Danareksa, baru cek ternyata kantor saya sudah kerjasama). Debit otomatis dari kartu kredit (kerja sama dengan Mandiri). Transfer berkala tiap bulannya.
        5. Adanya asuransi jiwa dari Cigna Insurance apabila investor meninggal dunia akan mendapat santunan.

        Namun dibalik segala kelebihan yang saya sebut di atas masih ada juga kekurangan yang saya temui, antara lain :
        1. Jumlah Reksadana yang terbatas, 3 RD Campuran, 3 RD Saham. Pilihan kita terbatas hanya pada 6 produk tersebut. Bandingkan dengan investasi Online dari Bank asing yang memiliki 38 pilihan Reksadana dan berbagai jenis mulai dari RD pasar uang, RD pendapatan tetap, RD campuran, RD saham dan RD indeks.
        2. Subscription fee sebesar 1%. Wah masih kena Subs fee yah, kirain bisa free subscription fee seperti di Bank asing itu.
        3. Minimal setoran Rp 200.000 nya masih lebih tinggi dari minimal setoran di Bank asing yang bisa Rp 100.000 (tergantung RD pilihan kita)
        4. Penambahan investasi bulanan (contoh : dari 200ribu/bulan ke 300 ribu/bulan)
        hanya dapat dilakukan sekali setahun. Jika dalam 1 tahun mau berubah 2 kali tidak bisa dilakukan. Tapi memang DCA merupakan setoran rutin dengan jumlah yang sama sih jadi ini bisa diskip, kecuali untuk investor yang metode DCAnya dengan setoran meningkat terus setiap bulan (ada ga ya?)

        Silahkan jika yang ingin memulai DCA dari awal, Danareksa bisa jadi pilihan. Konobe thans linknya, oh iya kemarin kok ga OL ada yang mau aku tanyain nih.

      • konobe

        Ya, kalo bandingin sama minimum subs dan fee danareksa di bank asing itu, ini malah lebih murah ^^

        DCA tiap bulan meningkat, bisa aja.. kalo emang penghasilannya memungkinkan. So far sih baru liat implementasi DCA meningkat tiap tahun.

  30. Hi bro,
    awalnya gw zero tentang apa itu investasi dsb. Tapi setelah baca blog lo, gw jadi lebih tertarik neh. Saat ini gw cuman tau ilmu informatika aja, kalo keuangan –> zero.
    Mohon bantuan dong :
    1. Buku2 dasar tentang investasi yang mudah dimengerti apa aja yah ?, kalo bisa e-book aja (investasi for dummies ?)
    2. Referensi tentang produk investasi yang optimal bisa gw dapat dimana ?
    3. Komunitas investasi di indonesia, apa ? (milis, forum dsb)

    Konfirm by email dhonk🙂
    Thanks bro.

    • san

      cek link disamping deh yang ada tulisan “Jangan serakah di kaskus”.

    • Hi,

      Maaf ya baru dijawab sekarang e-mailnya…

      1. Seri buku for dummies boleh jadi titik awal… Buku seri itu relatif
      mudah dimengerti… Bisa investing for dummies, stock for dummies, bonds for
      dummies…

      2. Komunitas ‘investasi’ (dalam tanda petik) itu relatif banyak🙂 Tetapi
      mayoritas menurut saya justru lebih menjurus ke praktek trading dan
      spekulasi…

      3. Maksudnya ‘produk investasi yg optimal’??

  31. Andrew

    Halo,

    sori ni baru nanya sekarang soalnya baru baca artikel ini. Mau tanya bbrp hal:

    1) Kan saya uda jadi anggota IPOT, jadi kalo beli R-LQ45-X lgsg dari online, kan plg kena broker fee aja. ato jg kena fee laen kaya yang disebut di atas? kalo kena mereka lgsg ambil dari account saya di IPOT ato gimana? maaf agak bingung soalnya kan mekanismenya sama ama saham dan beda dengan reksadana lainnya?

    2) itu cara ngecek IR dari R-LQ45-X bagaimana ya?

    terimakasih ya sebelumnya.

  32. Andrew

    IPOT = indo premier online trading. kayanya masih jarang ya yang pake online trading (setau saya baru etrading, IPOT, BNI sekuritas). denger2 danareksa juga mau buat tp ga tau uda launch ato blm. dan karen R-LQ45X dikeluarin ama indo premier jadi bisa beli lewat online tradingnya mereka (baru cek kemaren).he3.

    Thx bung ed atas jawabannya.

    • Thanks infonya.
      kalo danareksaonline sampe kemaren masih error, kalo sign in hanya bisa cek identitas pribadi aja.
      jadi kalo top up Dinar masih manual by fax or email aja.

  33. Tria

    Akhirnya saya beli Dinar lewat program Investasi Masa Depanku. Mo ikutin saran Ben Graham, pake DCA, 500rb/bulan tiap tgl 1. Itung2x disiplin investasi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s