Prospektus Reksadana Kresna Indeks 45

Salah satu ‘kebiasaan’ yang sering saya temukan pada para calon Investor adalah enggan untuk membaca prospektus. Untuk mendapatkan informasi tentang suatu produk investasi, banyak calon investor yang terbiasa semata-mata mengandalkan orang lain, baik itu teman, saudara, ataupun marketing dari produk tersebut (ini yg paling berbahaya). Akibatnya, para calon investor tersebut tidak memahami penuh produk tersebut serta resiko yang terkait di antaranya. Biasanya acap kali cerita seperti ini berakhir dengan ‘air mata’ calon investor tersebut (seperti cerita ini misalnya)

Oleh sebab itu, untuk kali ini saya ingin melakukan sesuatu yg ‘lain‘ di sini.

Seperti yang teman-teman ketahui, baru-baru ini telah diluncurkan produk reksadana indeks baru, yaitu Kresna Indeks 45. Prospektus dari Reksadana tersebut telah saya upload di blog ini, yang bisa didownload di dalam Widget Box.net di sidebar sebelah kanan blog ini (kotak warna biru).

Dalam prospektus tersebut, saya menemukan beberapa hal penting yang wajib diketahui oleh setiap calon Investor. Tetapi jika biasanya saya langsung menuliskan tentang hal-hal tersebut di blog ini, maka untuk kali ini saya ingin mengajak teman-teman pembaca blog untuk ‘mencari‘ sendiri hal-hal tersebut untuk lalu dibahas di bagian komentar artikel ini.

Tentunya ‘permainan‘ ini tidak terbatas kepada teman-teman yang ingin ikut ke acara presentasi reksadana Kresna Indeks 45 tersebut, tetapi juga akan bermanfaat bagi pembaca blog lainnya untuk melatih kecermatan dalam membaca prospektus.

Ok, selamat membaca prospektus!

18 Comments

Filed under Instrumen Investasi

18 responses to “Prospektus Reksadana Kresna Indeks 45

  1. toto_lutu

    ”Saya sudah mengatakan pada karyawan bank itu bahwa saya tidak tahu apa-apa, dan saya memutuskan untuk menerima investasi itu hanya karena percaya sepenuhnya pada karyawan itu,”

    Parah…

    ”Namun setelah saya periksa ulang, kemudian saya agak kaget. Ada keterangan yang menyebutkan bahwa produk investasi itu diperuntukkan bagi nasabah yang canggih,”

    Umm..canggih apa ya maksudnya?
    Kalau maksudnya adalah canggih mengkalkulasikan risiko, ya kalau mau berinvestasi kan memang sudah seharusnya begitu..
    Yen ngono tho Son..?

  2. ”Namun setelah saya periksa ulang, kemudian saya agak kaget. Ada keterangan yang menyebutkan bahwa produk investasi itu diperuntukkan bagi nasabah yang canggih,”

    Harapan saya, minimal tidak ada pembaca blog ini yg di kemudian hari mengucapkan kalimat seperti itu🙂

    Jadi sudah baca prospektusnya?

  3. toto_lutu

    Lha..kan saya minta dikirim liwat surel (belum lama nemu nih singkatan untuk surat-elektronik alias e-mail)..
    Cek kotak suratnya Gan..

  4. membaca propektus adalah wajib hukumnya, tapi terkadang kita terlalu percaya dengan perkataan orang yang sudah kita kenal.

  5. putrie_kmps

    Pagi semua….
    Datang kantor jam 8, liat blog JS ada prospektus Reksadana Kresna Indeks 45, langsung baca mumpung bos lagi ga ada, hehehe…

    Terakhir kali baca prospektus reksadana setahun yang lalu ketika membeli reksadana pertama kali. Waktu itu baca prospektus ga ngerti isinya apa. Sekarang baca mencoba memahami isi prospektus (sebenarnya takut seperti isi artikel yg di kompas itu). Ada beberapa temuan yang menarik untuk saya di prospektus Reksadana Kresna Indeks 45 ini.

    1. Prospektus ini mencantumkan tim Komite Investasi dan tim Pengelola Investasinya secara lengkap. Jadi investor bisa mengetahui siapa orang yang akan mengelola dana kita. Hal ini jarang disebutkan di prospektus Reksadana yang lain, termasuk prospektus Reksadana yang saya baca tahun lalu.
    Andreas Tanadjaya, MM, RFC merupakan salah satu Anggota Komite Investasi, kenapa saya sebut di sini karena beliau lulusan Teknologi Pertanian dari Institut Pertanian Bogor pada tahun 1989, satu almamater dengan saya (hehehe ga penting ya)

    2. “Untuk Reksa Dana KRESNA INDEKS 45 ini, Kresna merencanakan pengelolaan investasi secara pasif.” Apakah ini artinya tim pengelola akan jarang sekali melakukan perubahan komposisi sahamnya? Apa bisa disebut MI seorang fundamentalis karena bertujuan lonterm?
    Mari kita lihat sistem pengelolaan RD ini setelah berjalan nanti.

    3. Mengenai Pembelian.

    a. “Minimum pembelian awal Unit Penyertaan REKSA DANA KRESNA INDEKS 45 adalah sebesar Rp10.000.000,- (sepuluh juta Rupiah). Minimum pembelian selanjutnya adalah sebesar Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) untuk setiap transaksi.” Wah untuk investor kecil seperti saya ini terlalu memberatkan.

    b. “Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan dapat diperoleh dari Manajer Investasi atau Agen Penjual Efek Reksa Dana yang ditunjuk oleh Manajer Investasi.”
    Ini menandakan nantinya investor dapat melakukan pembelian tanpa langsung ke Kresna Graha, tunggu saja siapa yang akan menjadi agen penjualnya.

    c. “Pembayaran pembelian Unit Penyertaan REKSA DANA KRESNA INDEKS 45 ditujukan ke rekening di Bank Kustodian sebagai berikut:
    Bank Standard Chartered Bank
    Atas Nama REKSA DANA KRESNA INDEKS 45
    No Rekening 306-0655587-8
    Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk pemindahbukuan atau transfer sehubungan dengan pembelian Unit Penyertaan menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.”
    Wah ini maksudnya jika kita melakukan pembelian harus melakukan pembayaran ke Bank Standard Chartered dan biaya transfer ditanggung oleh investor. Awas biaya ini harus jadi perhitungan juga dalam fee2, apalagi klo kita invest dengan metode DCA.

    4. Mengenai Penjualan.
    a. “Pemegang Unit Penyertaan dapat menjual kembali sebagian atau seluruh Unit Penyertaan REKSA DANA KRESNA INDEKS 45 yang dimilikinya kepada Manajer Investasi setiap 3 (tiga) bulan 1 (satu) kali. Periode untuk melakukan penjualan kembali Unit Penyertaan adalah 7 (tujuh) Hari Bursa terakhir di bulan Maret, Juni, September dan Desember untuk setiap tahun berjalan (selanjutnya disebut ”Bulan
    Penjualan Kembali Unit Penyertaan”).”
    Ini artinya kita tidak bisa secara bebas melakukan penjualan, penjualan hanya bisa dilakukan pada bulan Maret, Juni, September dan Desember, dan juga hanya pada minggu terakhirnya. Wah kurang liquid untuk penjualannya, satu nilai minus untuk RD ini.

    b. “Minimum penjualan kembali Unit Penyertaan adalah Rp 1.000.000,- (satu juta Rupiah) untuk setiap transaksi”
    Ga bisa jual eceran ya.

    c. “Pembayaran dana hasil penjualan kembali Unit Penyertaan akan dibayarkan dalam bentuk tunai yang akan ditransfer langsung ke rekening Pemegang Unit Penyertaan. Semua biaya transfer atau pemindahbukuan atas penjualan kembali Unit Penyertaan yang dimiliki merupakan beban pemegang Unit Penyertaan.”
    Ini juga merupakan biaya yang harus diperhitungkan juga, jangan sampai kelewatan.

    5. Mengenai biaya sudah cukup jelas tapi ada yang harus kita perhitungkan selain Subsc Fee dan Redemp Fee. Dua sudah disebut di atas, yaitu Fee transfer saat pembelian dan Fee transfer saat penjualan. Ada satu Fee lagi yang saya kurang jelas yaitu Fee untuk agen penjual. Tercantum di bagian Biaya yang Menjadi Beban REKSA DANA KRESNA INDEKS 45 “Imbalan jasa Agen Penjual Efek Reksa Dana yang ditunjuk oleh Manajer Investasi adalah sebesar maksimal 2.00 % p.a. (jika ada) yang akan dihitung secara harian dari Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana KRESNA INDEKS 45 berdasarkan 365 hari / tahun dan dibayarkan bulanan.”
    Apa fee ini ditanggung invesor atau ditanggung MI karena tertulis Biaya Menjadi Beban REKSA DANA KRESNA INDEKS 45. Jika ditanggung investor maka akan lebih murah jika membeli langsung ke Kresna Grahanya.
    Oh iy mengenai Subsc Fee “Biaya yang Menjadi Beban Pemegang Unit Penyertaan Pemegang Unit Penyertaan dikenakan Biaya Pembelian maksimal 1.50% dari nilai transaksi.” Berarti bisa dinego nih, ayo bung nikken nego sampe 0% (ngarep…)

    Ternyata setelah 1 tahun berlalu, sekarang saya sudah lebih banyak mengerti dalam membaca prospektus Reksadana.

  6. bagus, sudah banyak memperhatikan fee dan biaya (termasuk berbagai biaya yg ‘tidak kelihatan)…

    Tapi masih ada beberapa hal yg terlewatkan lho🙂

    Mengenai batasan waktu penjualan (yg kamu katakan kurang likuid), dari satu sisi memang benar. Seandainya kita mendadak membutuhkan dana dan perlu mencairkan dana tersebut, kita akan agak kerepotan.

    Tetapi, ada yang bisa terpikir apa aspek positif dari pembatasan tersebut? Saya terpikir ada 2…

  7. toto_lutu

    Kalau waktu redemption dibatasi mungkin akan bisa mengurangi rush redemption secara tiba-tiba, setidaknya menunda sampai pada jendela redemption yg ditentukan.

    Dengan penundaan tersebut MI akan punya sedikit lebih banyak waktu untuk mencairkan aset RD sehingga kemungkinan akan terjadinya gagal bayar akan sedikit berkurang.

    Dengan adanya tambahan waktu memberikan kesempatan kepada investor untuk sedikit bersabar dan melihat situasi yg berkembang. Ada kemungkinan pada saat jendela redemption tiba indeks mengalami perubahan positif (naik).

    RD ini dikelola secara pasif karena mengacu pada indeks LQ-45. Jadi tidak perlu agresif dalam mengubah-ubah komposisi portofolionya. Ngikut saja pada LQ-45 sesuai dengan proporsinya.

    Maaf bro kalau ngasal..
    Belum baca prospektusnya pula..

  8. newbie numpang ikutan komen.
    menjawab tentang sisi positif pembatasan waktu penjualan, saya melihat bahwa RD ini benar-benar ditujukan kepada investor pasif jangka panjang, yang sudah mempunyai rencana kapan akan menarik dana hasil investasinya. Mirip-mirip dengan kontrak investasi yg ada di bab 8 buku intelligent investornya Ben Graham. Jadi investasi di RD ini kyknya harus benar-benar direncanakan dengan matang mengingat keterbatasan waktu penarikannya. Buat saya pribadi ini merupakan satu alternatif yg bagus.
    Satu aja jawaban dari saya ya, bro… Kalo benar, syukur. Kalo salah, untung cuma jawab satu, kalo gak kan bisa salah dua.🙂

  9. ardhi

    RD ini cukup unik, karena di-set untuk “susah keluar”🙂

    Pertama,
    Penjualan kembali hanya dapat dilakukan pada 7 Hari Bursa terakhir di Bulan
    Penjualan Kembali, yaitu bulan Maret, Juni, September dan Desember untuk setiap tahun berjalan.
    (RD lain biasanya tiap hari bursa)

    Kedua,
    Permohonan penjualan harus diajukan investor & diterima MI selambat-lambatnya pukul 16:00 pada tanggal 7 dalam Bulan Penjualan Kembali.
    Jika tidak, maka permohonan penjualan
    tersebut akan dilayani pada Bulan Penjualan Kembali berikutnya.
    (RD lain biasanya pukul 12:00-13:00 tiap Hari Bursa)

    Ketiga,
    Dalam kondisi luar biasa, dimana MI menerima atau menyimpan permohonan penjualan
    kembali lebih dari 10% dari total NAB pada Bulan Penjualan Kembali yang bersangkutan, maka kelebihan atas permohonan penjualan kembali tersebut akan diproses dan dibukukan serta dianggap sebagai permohonan penjualan kembali pada Bulan Penjualan Kembali berikutnya.
    (RD lain biasanya menetapkan limit persen lebih besar, dengan rentang Hari (Hari Bursa), bukan Bulan. CMIIW :))

    Konsekuensinya:
    – Kurang likuid, tetapi bukan masalah yg prinsipil, karena memang seharusnya RD Index direncanakan untuk investasi long term, bukan short term, apalagi spekulasi🙂
    – MI lebih terlindungi. Pada saat index jatuh MI tidak dibebani penjualan massal secara tiba-tiba oleh investor, MI tidak di-force-sell oleh rush redemption, MI tidak perlu “merealisasikan” kerugian (CMIIW :)). Malah MI bisa beli saham dengan harga murah, menggunakan dana investor yg masuk.
    – Mendidik (memaksa) investor yg emosional menjadi lebih tenang..😀
    – Apa lagi ya? Ayo sharing..

    Salam kenal,
    ardhi

  10. @putrie
    Sudah terpikirkan apa yg terlewatkan sama kamu?

    @ardhi, @diehard2, @totolutu
    Bagus, sudah mencoba melihat dari sudut pandang lain…

    Tetapi masih ada sedikit yang terlewatkan….

    Apalagi ayooo?? 🙂

  11. Blazy DK

    RD ini akan dijauhi oleh trader2 krn tidak liquid🙂
    dalam RD ini jd dapat dicegah transaksi2 berbau spekulasi🙂

  12. Bung Niken,

    Salam kenal. Saya juga penggemar Ben Graham, baru belajar dan tertarik dengan RD Index.

    Yang saya temukan:
    6.2 Ternyata RD ini tidak murni indeks saham total (apa memang begini?), tapi juga masuk hingga sampai 20% ke pasar uang dan/atau derifatif

    Kenapa tidak 100%, apa tidak boleh aturannya? Bukannya lebih bagus 100% saham. Sehingga lebih baik lagi mengikuti index.

    XIV.1.a dan XIV.1.c Apakah ini berarti, misalnya index jatuh 50%, lalu NAB RD turun sampek di bawah 25M, RD akan dibubarkan?

  13. Salam kenal bro Arif,

    Jika bro arif baca lagi prospektusnya, maka yang tepat itu sebenarnya adalah MINIMUM 80% dan MAKSIMUM 100% dari asset akan ditempatkan di saham (efek ekuitas).

    Biasanya memang reksadana saham tidak akan 100% invested in saham. Dalam hal ini, biasanya ada ‘kriteria’ yang harus dipenuhi agar suatu reksadana (mutual fund) bisa disebut sebagai reksadana saham, yaitu minimal X% dari assetnya selalu berbentuk saham (berbeda antar negara).

    Untuk di Indonesia, sepengetahuan saya, memang rata-rata Reksadana saham menganut alokasi minimum 80% sampai dengan maksimum 100% di saham.

    Mengapa tidak selalu 100%? Ada beberapa pertimbangan.

    Pertama-tama, manajer investasi perlu mencadangkan uang untuk membayar para investor yang melakukan redemption. Jika seluruh assetnya berbentuk saham, maka setiap kali ada investor yang redeem, mereka akan terpaksa menjual sahamnya, dan ini akan menimbulkan biaya transaksi.

    Selain itu, perlu juga adanya alokasi uang untuk biaya operasional reksadana tersebut.

    Bisa juga alasan lainnya adalah pada saat itu, manajer investasi berpendapat bahwa belum ada prospek yang menarik untuk dibeli, ataupun merasa harga saham terlalu tinggi, dll. Dalam kondisi ini, manajer investasi tentunya tidak tertarik utk investasi 100% di saham, tetapi sebatas persyaratan minimal saja (80%).

    Berbagai alasan di atas menjelaskan mengapa reksadana saham biasanya tidak selalu harus 100%.

    Mengenai XIV 1.a dan XIV 1.c, memang itu menjelaskan ‘kondisi’ dimana Reksadana ini akan dibubarkan.

    Utk 1.a, mengatur mengenai 30 hari pertama sejak reksadana ini lahir, dimana dalam 30 hari tersebut, reksadana tersebut sudah harus bisa mengumpulkan dana kelolaan sebesar minimum 25 milyar. Jika tidak, reksadana ini harus dibubarkan.

    Utk 1.c, mengatur bahwa jika NAB reksadana ini di bawah 25 milyar selama 90 hari BERTURUT-TURUT, maka reksadana ini harus dibubarkan. Bisa saja ini terjadi karena skenario yg bro tulis, yaitu misalnya index turun sangat drastis, ataupun bisa juga terjadi karena ada redemption dalam jumlah yg sangat besar…

    Tentu saja perlu diperhatikan dalam hal ini, nilai 25 milyar itu relatif kecil. Umumnya rata-rata reksadana mempunyai nilai kelolaan yang jauh di atas angka itu.

  14. Sebelumnya mohon maaf, saya teledor menyebut nama Niken karena teringat salah satu nama di portalreksadana🙂 Maaf bung Edison.

    Lalu, apa yang terlewatkan dong?

  15. hahaha, kenapa harus minta maaf??

    Edison = Nikkentobi = Nikken🙂

    Selama tidak dipanggil sbg ‘Haris Wisnu’ saya sudah senang… hahaha….

  16. Pingback: Advetorial: Genius Laundry-Pusatnya Laundry Kiloan di Ponorogo « Awalbarri’s Blog

  17. Rizal Mansyuri

    Maaf, Saya agak melenceng dari topik. Tapi ini agak penting bagi saya. Kemarin waktu baca ini ada nama Pak Imamat Dalimunthe, apakah beliau dari Vickers Ballas Tamara dan masihkah ada di Kresna Securities> Kalo benar beliau bisakah saya dapat email address-nya. Saya teman lama beliau yang lost contact sdh agak lama.
    terima kasih

  18. buba

    prospektus reksadana boleh diubah sewaktu-waktu ya? contohnya kresna lq45 ini tiba2 redemption fee meningkat drastis dari prospektus awal. ngga fair sebenernya, mentang2 dana kelolaan sudah banyak kemudian ditahan dengan cara menaikkan redemption fee nya, huh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s