E-mail Heboh mengenai Krisis Ekonomi

Sebenarnya untuk posting hari ini, rencananya saya ingin melanjutkan cerita saya mengenai kisah GM, Ford dan Chrysler. Tetapi setelah memeriksa inbox e-mail saya, saya pikir mungkin ada baiknya topik tersebut saya tunda dulu dan membahas sebuah forward e-mail yang saya terima. Apa isi e-mail tersebut? Secara garis besar, e-mail tersebut berisikan pandangan mengenai Krisis Ekonomi. Selain itu, penulis asli e-mail tersebut, yang nampaknya bernama Rina Sutarto, juga memberikan beberapa saran pribadinya mengenai beberapa hal yang terkait dengan kondisi ekonomi saat ini.

Mengapa saya lalu tertarik untuk membahas e-mail ini?

Alasan pertama adalah tentu saja karena materi bahasannya yang bisa dikatakan erat kaitannya dengan topik yang sering saya bicarakan di blog ini. Selain itu,  tampaknya e-mail tersebut beredar cukup luas dan terus menerus ‘diedarkan’ kembali oleh orang yang menerimanya. Per hari ini, sudah lebih dari 10 kali saya menerima forward e-mail tersebut dari para pembaca blog yang lalu meminta pandangan saya mengenai e-mail tersebut.

—–oOo—–
Ketika saya memutuskan untuk membahas tentang e-mail ini, hal yang pertama saya lakukan adalah mencoba untuk mencari tahu sedikit tentang penulisnya. Kebetulan e-mail terakhir yang saya dapatkan ada memuat nomor telpon si penulis asli e-mail, yaitu 08111834xxx. Meskipun demikian, ketika saya mencoba untuk menghubungi nomor tersebut, yang saya dapatkan hanyalah ‘nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi. Mohon periksa kembali nomor tujuan anda.’
Nomor berikutnya yang saya coba adalah nomor HP salah satu orang yang memforward e-mail tersebut, untuk menanyakan seandainya ia mengenal langsung Rina Sutarto yang menulis e-mail tersebut. Tetapi lagi-lagi di sini saya menemui jalan buntu. 
Upaya berikutnya yang saya lakukan adalah mencoba Google. Setelah menelusuri beberapa forum, akhirny saya menemukan bahwa sepertinya saudari Rina Sutarto ini bekerja di Asuransi Sinar Mas (minimal pada tahun 2005). Sayangnya tidak ada nomor kontak lain yang bisa saya dapatkan. 
—–oOo—–
Lalu apa isi e-mail tersebut dan bagaimana pandangan saya mengenai apa yang dikemukakan oleh saudari Rina Sutarto tersebut? Mengingat e-mail ini cukup panjang, dalam part 1 ini, saya baru akan sekedar berbagi isi e-mail tersebut. Pandangan pribadi saya terhadap isi e-mail tersebut akan saya tuliskan di part 2. 
CATATAN: Saya ingatkan sekali lagi,  ini baru merupakan isi e-mail yang saya terima dan bukanlah opini ataupun saya.
Teman2, agak serius dikit ya.

Sebetulnya ini agak telattapi sorry karena pikiranku kesita banget ama kerjaan. Barusan aja aku kepikiran untuk share ama kalian di milist ini. Aku sendiri juga kelimpungan jawab pertanyaan dari orang2 soal iniIni bukan nakut2in tapi kenyataan dan aku nulis ini supaya kalian tahu apa yang harus dilakukan.

Aku kerja di bidang investasi dan keuangan dan aku dah tahu duluan tentang hal ini. Aku dah tahu dan ngerasain krisis ini dari awal tahun tapi kan belum ngefek ke real sector, berhubung sekarang udah menjalar dan kalian akan segera merasakannya maka aku tulis ini. Krisis ini bisa lebih buruk dari krisis 98, tapi kondisi ekonomi kita lebih kuat sekarang.

Krisis yang sekarang asalnya dari luar bukan dari dalam negeri. So, aku minta kalian benar2 baca tulisan aku ampe selesai. Terserah kalian akan ikutin atau tidak, yang jelas aku punya license nasional dan pemahaman yang membuat tulisan aku di bawah ini suatu penjelasan dan saran yang bisa diikuti, bukan nakut2in. Bila ada pertanyaan bisa menghubungi aku di 0811xxxxxxxxxx, free of charge. Ini juga bukan iklan, gue ngga butuh. Please feel free. Tapi please jangan marah kalo gue ngga jawab karena kantor juga kacau abis.

Singkatnya gini deh:

Kondisi ekonomi:
  1. Krisis keuangan di AS sangat sangat sangat parah. Tidak ada yang selamat.Ini sistem yang hancur.
  2. Krisis itu telah menjalar ke seluruh dunia, sekali lagi tidak ada yang selamat. Kalo ada rumor yang mengatakan bahwa negara ini bakal kuat, bakal jadi pemimpin, jangan percaya.
  3. Banyak negara sudah memasuki masa resesi, seperti Inggris dan Singapur.Sebenarnya banyak sekali negara sudah masuk resesi tapi secara definisi belum karena dalam definisi ekonomi suatu negara dinyatakan resesi bila pertumbuhan ekonominya negatif 2 kuartal berturut2. Jadi yang tinggal di Singapore, Inggris dan US benar2 harus melakukan perubahan cara hidup Mulai sekarang.
  4. Krisis ekonomi sudah menjalar ke sektor real artinya akan kita rasakan. Sekarang sebenarnya sudah tapi tidak banyak orang awam yang benar2 sadar dampaknya. Ekspor kita sudah melambat, harga2 komoditas kita sudah jatuh, eksportir2 kita sudah memecati karyawan, impor ilegal sudah masuk. Pertumbuhan ekonomi kita bisa negatif.
  5. Sektor2 yang paling dulu terkena imbasnya adalah properti, manufaktur, pertambangan, perkebunan.. ..sebenarnya sekarang udah terasa. Jadi tahun depan jangan harapkan perusahaan kalian kasi bonus besar lagi atau kasi kenaikan gaji tinggi lagi,
Artinya : Semua orang, semua negara sedang dalam perang memperebutkan cash. Siapa yang punya cash nantinya punya kemampuan lebih untuk bertahan

Saran dari aku:
  1. Gaji dan semua income jangan dibelikan investasi lagi. PEGANG CASH. Buat kalian yang pas2an sekali, aku saranin, akumulasi cash dalam bentuk hard cash yaitu rekening tabungan (yang bisa ditarik dengan ATM). So, gaji masuk jangan belanja apa2.
  2. Barang2 tertier terutama yang bakal dibeli pake kredit nanti dulu deh, pegang cash dulu. Barang2 akan mahal, susu anak mahal…so, pegang cash.
  3. Bila kalian dengar harga emas naik dan sebagainya, jangan tergiur. Emas memang naik, tapi sangat volatile. Contoh temanku, beli emas, niatnya mau jualan,….eh telat, sekarang turun lagi. Lagian percaya deh, sulit jualnyakarena semua orang dalam kondisi pengin jualan. Kalian bisa beli kemungkinan besar susah jualnya.
  4. Investasi tunda dulu deh. Kalo memang ada duit lebih deposito saat ini yang paling cocok, itu juga near to cash walaupun ada jatuh temponya. 

Nah untuk deposito aku saranin:

  1. Masukkan ke bank yang aman, buat kalian aku sarankan kalo bisa bank pemerintah.
  2. Bunga penjaminan pemerintah hanya 10%. Artinya bila deposito kalian mendapat bunga di atas 10% maka uang kalian tidak akan dijamin oleh pemerintah. Bila, bank itu kolaps, maka uang kalian bisa saja hilang….lang lang. Terus nominal yang diganti hanya maksimal 2 M. Mungkin kalian tidak ada yang punya sebanyak itu tapi informasiini bisa dishare ke bokap atau nyokap.
  3. Jangan panik lalu ikut2an beli emas atau dollar. Dollar justru tinggi2nya. Udah diatas Rp 10,000 an. Dollar yang tinggi ini karena investor asing menarik uangnya dari Indonesia, mereka kan butuh dollar supaya bisa dibawa ke negara mereka. Jadi bukan karena kondisi ekonomi kita yang jelek.
Rumor: 
  1. Ekonomi Indonesia kuat, jauh lebih kuat daripada Singapore bahkan Singapore sudah masuk resesi, 2 kuartal berturut2 -6%. Indonesia masih tumbuh 6%. Bila ada rumor yang mengatakan bahwa krisis kali ini disebabkan oleh pemerintah kita yang payah jangan percaya. Tim ekonomi kita sekarang ini tangguh. Cara mereka menanggulangi krisis sudah on track. BI mungkin membuat kebijakan yang mengejutkan tapi Menkeu tidak. I am objective di sinikarena aku pelaku pasar bukan orang politik.
  2. Jadi, bila ada rumor yang mengajak kalian menggulingkan pemerintah sekarang seperti zaman Soeharto, jangan terpancing.
  3. Hutang luar negeri kita sangat2 kecil saat ini dan cadangan devisa kita jauh lebih kuat daripada tahun 97/98. Dulu hutang luar negeri kita 100% dan cadangan devisa kita nol. Saat ini kita juga tidak ada hubungan lagi dengan IMF. Semua hutang kita itu independent.
Tindakan:
  • Selain menyediakan cash untuk keperluan kita dan keluarga, mulai sekarang belilah dan pakailah produk dalam negeri. Aku ngga sok idealis, ini ada logikanya. Logikanya gini. Sekarang semua negara butuh cash, istilahnya ngga ada yang beli dagangan mereka, semua negara maunya jualan produk mereka supaya dapat cash. Nah, ngapain coba kita ngasih rakyat negara lain pendapatan dengan membeli produk2 mereka? Rugi amat. So, pake semua produk lokal. Kita mulai dari diri kita sendiri. Belanja ke Singapore nya ntar dulu. Travelling ke Phuket nya ntar dulu. Beneran….
  • Produk impor yang menggiurkan sudah masuk menyerbu ke Indonesia. Itu sebenarnya dagangan negara2 lain yang tidak laku di USA karena USA dan negara2 kaya dan maju sudah bangkrut sehingga ngga minat lagi. Harga barang2 itu murah tapi sekali lagi, ngapain kasi makan negara lain sementara negara2 itu sudah tidak punya kapasitas lagi kasih makan kita. Ini bukan kondisi normal lagi ketika perdagangan antar negara terjadi karena saling membutuhkan, ini sih negara yang jualan udah ngga bisa timbal balik beli barang kita. Lagian ati2, mereka masuk dengan barang2 palsu kaya telur palsu dari bahan kimia.Yang sudah masuk sih barang2 dari China karena ekspor mereka tidak terserap oleh US makanya dibuang ke Asia. Dan ingat walaupun ekonomi China masih tumbuh 10% dan cadangan valas merekan terbesar di dunia, duit mereka juga sudah banyak ketanam di AS sehingga mereka juga merasakan dampak krisis ini.
  • Sekarang udah ngga pada kondisinya deh ngributin masalah politik dan ideologi, so jangan terpancing..
Investasi;
  • Bagi kalian yang punya reksadana di saham, kalo nilai investasi kalian sudah di bawah 50%, biarkan saja, jangan dijual karena kalo kalian jual maka uang kalian benar2 akan tinggal dikit. Biarkan saja nanti balik lagi…tapikali ini memang lama….minimal 2 tahun bahkan lebih. Sekali lagi ini krisis yang sangat besar, terbesar sepanjang masa ekonomi dunia modern.
  • jangan beli asuransi dengan link lagi. Bila ada asuransi dengan link di dalamnya aku jamin hasil investasi kalian kecil sekali. Kalo belum lama belinya tanya ke agennya bisa tidak diswitch ke murni asuransi.
  • Kalo memang ada duit lebih, masukkan saja ke deposito. Sekarang yieldnya lagi tinggi tapi ingat penjelasan ku tentang deposito di atas.

(bersambung ke part 2)

13 Comments

Filed under Pembahasan kondisi Ekonomi Makro

13 responses to “E-mail Heboh mengenai Krisis Ekonomi

  1. Tom

    wah, agak telat bro.. uda dibahas ama ‘imam semar’.. tp boleh juga sebagai studi-banding analisa “value investing” ama “technical”.

    yg lagi seru, maybe bisa sbg bahasan selanjutnya. tentang “blanket guarantee”. sy agak bingung jg, yg pro ama kontra alasannya sama-2 ada benernya.

    ditunggu ya..

  2. Ditunggu banget ulasannya mengenai email dari Rina Sutarto ini….🙂

    Pegang CASH bukankah itu menakutkan? Mungkin tidak yah, kejadian pemotongan uang Indonesia seperti jaman dahulu di tahun 1946 “Gunting Syafrudin” terjadi kembali andaikata krisis ekonomi global terus berlanjut serta mempengaruhi perekonomian Indonesia yang sudah parah seperti sekarang ini?

  3. aditya30k

    Wah email ini ternyata jadi heboh bgt. Beberapa minggu lalu dapat email ini di milis temen kuliah dan temen kerja. Berikut tanggapan saya terhadap email di atas di milis teman2 saya.

    Menanggapi email tersebut , ada beberapa point yang benar dan ada beberapa point yang salah di sini

    Tinggal bagaimana kita menyikapi keadaan ini saja. Beberapa point yang menurut saya salah adalah mengenai investasi yang harus ditunda dulu.
    Ini tergantung orangnya juga, tujuan investasi kita berapa lama? Jika jangka panjang (lebih dari 5 tahun) ini justru saat yang tepat untuk memulai investasi kita dan pilih instrumen investasi yang tepat (saya setuju dengan penulis untuk menghindari unit link, dalam keadaan ekonomi yang baik pun investasi ini lebih banyak merugikan investor meskipun ada iming2 proteksi asuransinya, saya sudah pernah jelaskan di artikel beberapa waktu yg lalu)

    Mengenai isu pemerintahan kita sebagai penyebab ekonomi yg hancur, saya juga setuju dengan penulis. Pemerintah kita saat ini merupakan pemerintahan dengan Tim Ekonomi yang paling baik yang pernah dimiliki oleh Indonesia (salut buat Bu Sri Mulyani, masih muda tapi punya pemikiran yang hebat, hingga dinobatkan sebagai salah satu dari 100 wanita paling berpengaruh di Dunia mengalahkan Hillary Clinton, apalagi Megawati, ga masuk List). Kebijakan pemerintah SBY melunasi semua hutang kita terhadap IMF merupakan langkah yang sangat tepat. Cadangan Devisa yang tinggi juga menopang ekonomi kita secara kuat (makanya jangan ngeluh klo harga BBM naik karena subsidi dikurangi untuk cadangan Devisa, dariapada krisis seperti tahun 98 lebih baik kita berhemat)

    Pembelian secara kredit juga merupakan pola konsumtif yang tidak baik, klo bisa mulai sekarang dikurangi. Penduduk Amerika merupakan penduduk paling konsumtif di dunia, rasio antar hutang dan tabungan mereka lebih tinggi hutang. Kartu kredit membuat orang amerika terlena dengan dunia belanja. Di Indonesia fenomena kartu kredit baru saja dimulai, jika kita sudah memilik kartu kredit gunakan dengan bijak. Lebih baik lagi jika tidak punya (hehehe gw ga punya, aliran Warrent Buffet ga pake2 kartu kredit)

    Ekspor kita melambat karena banyak negara tujuan ekspor kita terkena krisis, Amerika dan Eropa. Indonesia beberapa tahun terakhir telah merubah tujuan negar ekspornya ke negara2 Asia (besar di China). Porsi negara2 tujuan ekspor Indonesia sekarang banyak di Asia. Harga komoditas yang jatuh bukan hanya terjadi di Indonesia tetapi di semua negara, jatuhnya harga2 ini lebih disebabkan oleh para spekulan (orang2 berduit banyak yang suka mempermainkan harga untuk mencari keuntungan)

    Yup memang benar Krisis Ekonomi kali ini adalah yang paling besar sepanjang sejarah, tetapi kita di Indonesia tidak akan merasakan lebih buruk dari krisis thn 98 karena kita memiliki pemerintahan dan Tim Ekonomi terbaik sepanjang sejarah Indonesia. Jadi mulai sekarang berhematlah, jangan terlalu konsumtif nyindir yang hobby kamera ma kena racun sepeda nih, hehehe….)

  4. tula

    grmlmgrmlmglrl (lagi menggerutu :D) nungguin ulasan dari empunya janganserakah.com

    cephaaat om niken … da gasabar neh😀

    sejujurnya utk orang awam.. baca ulasan penulis bener smua, harus baca sanggahan2 , pro kontra … (saya awam T____T”)

  5. Lebih baik lagi baca laporan Tim Ekonomi Indonesia Bangkit pada awal tahun 2008. Kejadiaan ini udah diprediksi oleh mereka.
    Menurut mereka terkenanya Indonesia dari dampak ekonomi global karena dua hal : banyaknya hot money (2 kali dari krisis 1998) dan kenaikan harga komoditas ekspor. Akibat krisis ini hot money kembali ke negara asal dan harga komoditas ekspor turun (contoh harga kelapa sawit, baca kompas hari ini, 24/11/08). Makanya indonesia terkena dari dua sisi. Doa saya sih jangan sampai memburuk tetapi sekarang aja udah ada bank yang terkapar (bank century).

    Sampai sekarang saya masih kagak ngerti mengapa Menkeu SMI bisa terbaik ya. Prediksi SMI dan staf-nya kebanyakan salah tuh. Lihat harga BBM cepat dinaikin mengikuti harga dunia eh taunya sekarang turun cepat banget bahkan sekarang harga dunia lebih murah dibandingkan pada saat harga BBM sebelum dinaikin dulu.

  6. ya, udah di bahas ma si `gendut’ :-E

  7. @Tom

    Baru tahu EOWI ada membahasnya :)… tapi setelah baca, ada beberapa hal yang saya tidak setuju dengan mas Imam…

    Tapi menarik juga, utk part 2-nya nanti akan saya selipkan juga komen mas Imam utk perbandingan…

  8. cash memang penting di saat krisis. Lebih baik deposito dalam bentuk rupiah atau dollar?

  9. Bro..email dari Rina Sutarto itu saya juga dapet..di forward dari temen…terus terang waktu baca, emang kbanyakan menurt saya ada beberapa yg sudah trjadi di Indonesia, ampe sekarang email itu amsih saya simpen…

    gak nyangka bro Edy juga nerima toh…yo weesss di bahas lah, btw mnurut bro Edy gmna nih nasib industri di Indonesia, apalagi setelah muncul SKB 4 Menteri. Bro..mnurut situ industri apa lagi yg rawan PHK sekarng ini?? selain makanan tekstil dan baja. Saya sih skrang bekerja di perusahaan knsultan mrketing..kira2 apa perusahaan knsultan rawan PHK juga gak ya??? heu..heu..heu.. jadi serba salah..

    ya udah bro cepet bahas ya, makin banyak info kita bisa makin bijak menyingkapi suatu kondisi…
    Ditunggu selalu…
    best regards…

  10. nalarhati

    katanya klo gi depresi kita bagusnya invest, barang murah, borong, belum saatnya ya?

  11. Tom

    @nalarhati

    saya rasa, tidak ada yang tahu jawaban atas pertanyaan anda. logika-nya barang memang sudah murah, namun kita tidak tahu masih bisa lebih murah lagi gak.

    jadi point-nya adalah jangka panjang, invest dengan dana yang tidak mendesak sehingga anda tidak “dipaksa” withdraw pada saat yang tidak menguntungkan.

    jangan serakah juga. dalam artian, bila barangnya lebih murah lagi, anda masih mempunyai dana untuk membeli. tapi bila ternyata naik, juga jangan menyesal. toh warren buffet yg master-nya saja tidak tahu, apalagi kita dan pakar-2 di radio hehe..

    have fun and good luck.

  12. Menyimak bro..saya juga dapet email ini juga soalnya…hehe…

  13. Pingback: Artikel Indonesiaku ; Menghadapi Krisis Global « TuanSUFI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s