Monthly Archives: January 2009

Berkenalan dengan Options (1)

article by Edison & Alina
edited by Edison

Sebenarnya rencana awal saya tadinya adalah menuliskan artikel seri Options sesudah artikel seri ‘Laporan Keuangan’ selesai. Tetapi terkadang timbul juga ‘rasa suntuk’ berbicara tentang topik tertentu, sehingga akhirnya saya putuskan untuk mengeluarkan artikel seri Options ini lebih awal.

—–oOo—–

Bagi sebagian pembaca blog ini, mungkin kata ‘Options’  sudah tidak asing lagi. Iklan-iklan yang menawarkan seminar/workshop option bisa dengan mudah ditemukan di berbagai media (walaupun sekarang tidak ‘seramai’ dulu lagi). Sebagai contoh, koran Kompas 2 hari lalu masih memuat iklan workshop option seharga Rp 5,5 juta dengan ‘garansi‘ bahwa ‘jika posisi trading rugi, sekalipun rugi sedikit, maka biaya seminar dikembalikan‘ (meskipun ada embel-embel ‘syarat & ketentuan berlaku‘). Iklan-iklan lainnya yang kerap saya lihat mengiming-imingkan keuntungan ratusan hingga ribuan persen. Dengan begitu gencarnya angin surga yang ditawarkan, tidak mengherankan banyak orang yang tergiur janji ‘surga option‘ dan rela merogoh koceknya untuk mendapatkan ‘jurus ampuh‘ bermain option. Continue reading

16 Comments

Filed under Spekulasi

Mengenal Sekilas Laporan Keuangan (7)

(sambungan dari part 6)

Costs of Goods Sold (COGS)

Dalam bahasa Indonesia Cost of Goods Sold dikenal sebagai HPP atau Harga Pokok  Penjualan (ada juga yang menyebutnya sebagai Harga Pokok Produksi). Ini merupakan segala biaya yg dikeluarkan oleh perusahaan dalam proses membeli dan memproses bahan baku hingga menjadi Produk (Barang Jadi) yg dijual perusahaan itu.

Biasanya COGS ini terdiri dari 3 komponen utama : Continue reading

20 Comments

Filed under Pemikiran tentang Investasi

SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA (SUKUK) RITEL

article by Alina
edited by Edison

Tahun 2009 ini perekonomian dunia diperkirakan akan mengalami perlambatan yang juga akan berpengaruh terhadap perekonomian Indonesia. Di tengah terjadinya krisis eknomi global kali ini, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan hanya tumbuh sekitar 4%. Angka pertumbuhan ini boleh dikatakan sangat tidak memadai, karena suatu penelitian memperkirakan bahwa untuk menyerap tenaga kerja dan menghindari bertambahnya pengangguran, ekonomi Indonesia harus tumbuh sekitar 8%. Dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya sebesar 4%, diperkirakan tahun ini jumlah pengangguran akan bertambah.

Untuk memerangi tingkat pengangguran, dalam keadaan normal akan membutuhkan peran dari sektor swasta dan  juga pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja. Tetapi dalam kondisi saat ini, dimana dunia usaha sedang ‘susah‘, pemerintah terpaksa harus menanggung sebagian besar tanggung jawab itu. Ini karena sulit untuk mengharapkan swasta untuk menciptakan lapangan kerja dalam kondisi ekonomi saat ini. Sederhananya, tidak melakukan PHK saja sudah bagus.

—–oOo—–

Akibat kondisi di atas, maka pemerintah  di tahun 2009 ini, terpaksa menambah pengeluaran belanjanya untuk membantu memutar roda perekonomian. Padahal di saat yang bersamaan, pendapatan pemerintah sedang turun akibat turunnya harga komoditas. Pendapatan pajak juga diperkirakan akan menurun karena pendapatan pajak akan sangat tergantung dari kondisi ekonomi. Jika ekonomi baik, tentunya penerimaan pajak akan tinggi. Sebaliknya jika ekonomi dalam kondisi seperti saat ini, laba dunia usaha akan menurun sehingga penerimaan pajak juga akan turun.

Akibat bertambahnya pengeluaran dan menurunnya pendapatan, maka tahun ini defisit APBN pemerintah diperkirakan akan meningkat. Untuk menutupi defisit tersebut, pemerintah terpaksa ‘kas-bon’ (alias hutang). Salah satu instrumen hutang yang akan dipakai oleh pemerintah di tahun ini adalah SUKUK RITEL Continue reading

141 Comments

Filed under Instrumen Investasi

Celoteh: Selamat datang Alina

Ketika saya memulai blog “Jangan Serakah”, salah satu harapan saya adalah bahwa suatu hari blog ini akan bisa menjadi tempat belajar dan juga bertukar informasi seputar investasi. Tentunya untuk mencapai tujuan tersebut tidak bisa mengandalkan diri saya sendiri, terlebih mengingat keterbatasan waktu saya. Oleh sebab itu, ‘di belakang layar‘ saya selalu berupaya mencari orang yang bisa memberikan kontribusi terhadap blog ini. Beberapa hari terakhir ini, upaya saya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Saya berhasil menemukan seseorang yang saya rasa akan bisa memberikan kontribusi yang akan sangat bermanfaat bagi para pembaca blog ini.

Sebenarnya dalam post ini saya ingin memperkenalkan kontributor baru kita tersebut, tetapi karena beberapa alasan pribadi yang tidak bisa dijelaskan di sini, saya dan kontributor tersebut merasa perlu untuk menjaga anonimitas identitasnya. Oleh karena itu, dalam menuliskan artikel-artikel di blog ini, kontributor tersebut akan menggunakan nama pena ‘Alina

alina

Jadi, mari kita semua sambut Alina…. Terima kasih sebelumnya atas kesediaannya membantu teman-teman pembaca blog ini.

22 Comments

Filed under Celoteh

Guest Blogger: Seusai Kasus Sarijaya – Seberapa Aman Portofolio Anda?

Bersamaan dengan kasus Sarijaya Securities yang terjadi baru-baru ini, beberapa pembaca menanyakan kepada saya tentang bagaimana nasib portofolio mereka di broker yg lain? Apakah aman? Bagaimana mereka bisa tahu bahwa portofolio mereka tidak seenaknya saja dimainkan oleh perusahaan sekuritas yg mereka pakai? Salah satu e-mail seputar masalah ini yang saya terima adalah dari rekan Sutanto, dan isinya adalah seperti di bawah ini:

Bung Edison,

Ini kali kedua saya mengirim email ke anda. 🙂

Kali ini saya ingin menanyakan soal rekening sub-account KSEI, mengingat saya kuatir juga dengan kasus-kasus broker/manajer investasi yang menilep duit nasabahnya. Dulu, waktu saya buka rekening saham di broker, saya kan juga isi form pembukaan rekening di KSEI. Barusan saya tanya ke broker dan diberi tahu bahwa nomer sub rekening account KSEI saya XXXXX-XXXX-XXX-XX. Tapi bagaimana saya tahu bahwa rekening tersebut benar-benar ada dan isinya juga sesuai dengan saham/dividen yang saya miliki? Continue reading

19 Comments

Filed under Guest Blogger

Meneropong 2009: Ancaman Kredit Konsumen

Untuk artikel awal tahun ini, saya pikir saya ingin menulis tentang beberapa hal yang saya pikir mungkin akan bisa menjadi isu penting di tahun 2009. Artikel-artikel ini akan saya tuliskan dalam seri “Meneropong 2009”.

—–oOo—–

Dalam bagian pertama artikel seri ini, saya ingin membahas mengenai kredit konsumen di Indonesia. Kredit konsumen, yang kerap dikenal juga sebagai kredit konsumsi, adalah segala pinjaman yang diambil oleh konsumen untuk melakukan keperluan konsumsi. Yang termasuk ke dalam kategori ini misalnya adalah pinjaman kartu kredit, kredit motor, mobil dan lain-lain. Sederhananya? Pinjaman yang tidak dipakai untuk melakukan kegiatan usaha.

Mengapa saya tertarik untuk membahas masalah kredit konsumen? Jawabannya bisa ditemukan di Korea Selatan di tahun 2003. Continue reading

18 Comments

Filed under Saya suka cerita Ekonomi