Berkenalan dengan Options (3)

(sambungan dari part 2)

Di akhir part 2 artikel seri ini, saya sempat memberikan ‘PR’ kepada teman-teman pembaca seputar  option. Dalam artikel kali ini, kita akan melihat ‘jawaban‘ dari PR tersebut.

Harga saham Pepsi Cola (kode : PEP) saat ini adalah $50. Harga option PEP Jul 2009 55 PUT adalah $7,5. Jika kita membeli 1 kontrak option PUT tersebut:

  1. Berapa uang yang kita butuhkan?
  2. Jika kita telah membeli 1 kontrak option PUT tersebut, bagaimana jika harga saham Pepsi Cola di bulan July 2009 naik menjadi $80/lembar.
  3. Bagaimana jika harga saham Pepsi Cola di bulan July 2009 turun menjadi $42,5/lembar.
  4. Bagaimana jika di bulan July 2009, tersebar berita bahwa Pepsi Cola terancam kebangkrutan dan harga sahamnya turun menjadi $1/lembar?
  5. Berapa titik Break-Even Point transaksi ini?

Hal pertama yang perlu kita ingat untuk menjawab pertanyaan ini adalah tipe dari option tersebut, yaitu PUT. Seperti yang telah kita ketahui, option tipe ini memberikan kita hak untuk MENJUAL suatu saham di harga tertentu. Dalam kasus ini, Option PEP Jul 2009 55 PUT memberikan kita hak untuk menjual saham pepsi-cola dengan harga $55/lembar kepada si penjual option tersebut, dimana hak ini hanya berlaku hingga July 2009.

Hal kedua yang perlu diperhatikan dalam kasus ini adalah bahwa kita hanya membeli options saja dan tidak membeli saham PEP.

Sekarang mari kita lihat satu-persatu jawaban dari pertanyaan di atas.

Q: Berapa uang yang kita butuhkan untuk membeli 1 kontrak option PEP Jul 2009 55 PUT?
A: Harga 1 kontrak option tersebut adalah sebesar $$750, yaitu dari $7,5×100 (karena 1 kontrak option mencakup hak utk transaksi 100 lembar saham). Ingat, dalam hal ini kita hanya membeli option saja.

Q: Jika kita telah membeli 1 kontrak option PUT tersebut, bagaimana jika harga saham Pepsi Cola di bulan July 2009 naik menjadi $80/lembar?
A: Jika seandainya harga selembar saham PEP di pasar adalah $80/lembar, maka tentunya tidak akan ada orang ‘waras’ yang mau menjualnya dengan harga $55 (dengan menggunakan option tersebut), karena akan lebih menguntungkan utk dijual di pasar saja. Option yang kita beli pun menjadi tidak ada nilainya. Spekulasi kita gagal, dan kita rugi $750 (sebesar harga beli option tersebut)

Q: Bagaimana jika harga saham Pepsi Cola di bulan July 2009 turun menjadi $42,5/lembar?
A: Bayangkanlah jika anda adalah seorang pemilik pom bensin. Harga Solar di SPBU adalah Rp 4500 per liter. Tetapi bagaimana seandainya jika anda diberikan sebuah surat yang memberikan anda hak untuk menjual Solar anda dengan harga Rp 5500 per liter? (dgn asumsi orang tetap harus membeli dari anda, dan tidak bisa pindah ke SPBU lain). Tentunya surat tersebut akan mempunyai nilai/harga yang tidak sedikit.

Kasus ini tiada bedanya dengan pertanyaan di atas. Ketika harga saham Pepsi Cola turun menjadi $42,5/lembar, anda memiliki hak untuk menjual 100 lembar saham PEP dengan harga $55/lembar (dan penjual option tersebut harus membelinya dari anda). Berapa keuntungan kita? Kita bisa membeli 100 lembar saham di pasar dengan harga $4.250 dan lalu menjualnya (menggunakan option itu) dengan harga $5.500. Dengan demikian, kita mendapatkan keuntungan kotor sebesar $1.250.

Keuntungan bersih kita, dalam hal ini adalah $500, yaitu dari $1.250 dikurangi dengan modal awal kita $750.

Q: Bagaimana jika di bulan July 2009, tersebar berita bahwa Pepsi Cola terancam kebangkrutan dan harga sahamnya turun menjadi $1/lembar?
A: Sekali lagi, option yang kita miliki memberikan kita hak untuk menjual saham Pepsi-Cola seharga $55/lembar. Padahal kita bisa mendapatkan saham tersebut di pasar dengan harga $1/lembar. Kita bisa membeli 100 lembar saham Pepsicola dengan harga $100 ($1×100) dan lalu menjualnya dengan harga $5.500 ($55×100). Keuntungan kotor kita dalam hal ini adalah sebesar $5.400 ($5500-$100). Keuntungan bersih kita dalam hal ini adalah $4.650,- (dari $5.400-$750)

Q: Berapa titik Break-Even Point transaksi ini?
A: Titik BEP transaksi ini akan dicapai ketika keuntungan option = harga pembelian option kita. Ini akan terjadi pada harga $47,5. Pada harga tersebut, keuntungan yang kita dapat dari menjual saham menggunakan option adalah sebesar $7,5/lembar ($55-$47,5). Keuntungan tersebut sama dengan harga pembelian option kita, sehingga kita tidak mendapatkan untung ataupun rugi.

—–oOo—–

Salah satu kesalahpahaman yang kadang terjadi ketika seseorang baru mulai belajar option adalah mengira option dan saham dijual sebagai 1 kesatuan (alias ‘kalau beli option, perlu beli sahamnya juga‘).

Yang benar adalah bahwa  option dijual secara terpisah dari saham. Seperti kita lihat dalam contoh yang telah saya pakai selama ini, kita bisa membeli hanya option saja, tanpa perlu membeli sahamnya.

Di akhir artikel ini, kembali saya ingin memberikan ‘PR’ kepada para pembaca. Sekali lagi, cobalah untuk menjawab pertanyaan ini tanpa melihat jawaban pembaca lain karena akan lebih bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman anda tentang options:

  1. Jika seseorang berspekulasi bahwa harga saham suatu perusahaan akan naik (bullish), Options apakah yang akan ia beli? PUT? atau CALL?
  2. Dan sebaliknya, jika seseorang berspekulasi bahwa harga saham suatu perusahaan akan turun (bearish), Options apakah yang akan ia beli? PUT? atau CALL?
  3. Apakah mungkin seseorang yang Bullish ‘bermain‘ PUT option?
  4. Apakah mungkin seseorang yang Bearish ‘bermain‘ CALL option?

Selamat mencoba🙂

24 Comments

Filed under Spekulasi

24 responses to “Berkenalan dengan Options (3)

  1. adit

    Harus nunggu sampai seri-3🙂, untuk mengerti tentang hal ihwal “option”…
    Pengetahuan yang sangat berguna….ujung-ujungnya spekulasi juga ya Bung, karena ada 1 pihak yang dirugikan…..

  2. 1. call options
    2. put options
    3. mungkin, dengan short put.
    4. mungkin, dengan short call.

    mohon jawaban saya dikoreksi. trims.

  3. Godaikun

    1. Bullish, beli call.
    2. Bearish, beli put.
    3. Jual Put.
    Misalnya harga sekarang $50.
    Kita tertarik untuk beli saham pada harga $45
    Kita jual put dengan strike price $45, dengan
    premium $2 misalnya.
    Kalau harga turun lebih rendah dari $45,
    toh kita juga sudah tertarik beli di $45,
    Malah dapat di harga $43 ( $45 – $2)
    Kalau harga naik, ya tetap kantongi $2

    4. Jual Call.
    kebalikan dari point 3.

  4. putrie_kmps

    Yes jawaban putrie di seri 2 bener semua
    yang ke 3 ntar dl dech

  5. Blazy DK

    apa maksudnya orang yg bullish atau bearish?maksudnya bull minded ato bear minded?

  6. uty

    1. call
    2. put
    3 dan 4. ga bisa (kalee….)

    nunggu jawabanya ah
    :linux2:

  7. Blazy DK

    1. Jika seseorang berspekulasi bahwa harga saham suatu perusahaan akan naik (bullish), Options apakah yang akan ia beli? PUT? atau CALL?
    call option
    2. Dan sebaliknya, jika seseorang berspekulasi bahwa harga saham suatu perusahaan akan turun (bearish), Options apakah yang akan ia beli? PUT? atau CALL?
    put option
    no 3 n 4 gA ngerti maksud soalnya🙂

  8. toto_lutu

    No.3 & 4 mungkin maksudnya jika ada orang yg berspekulasi keadaan akan bullish ataupun bearish..

  9. Konobe

    Ikutan… (CMIIW)

    1. Bullish: call
    2. Bearish: put
    3. Rata-rata masa option itu brapa lama? kalo dia ekspektasi setelah bullish bakal bearish, mungkin aja. Ato selama masa bullish itu ada saat-saat turun sebentar, bisa aja sih. Cuma risky ya…
    4. Kira-kira setipe dengan jawaban no 3.

    Btw Bung nikken. Itu soal no 3&4 secara ga langsung ngejawab soal no 1&2😛

  10. geisha

    sesion 2 kemaren salah smua logika gei xixixixixi kacao

    sesion 3 skrg :
    1. call
    2. putt
    3. harusnya sih ga mungkin (kalo dr penjelasan sampe sesion 3 ini), tp gada yg ga mungkin di dunia ini xixixixi meski cuman human eror
    4. sama jg no 3 ….

    smoga bener xixixixixi seru banget ada pr nya begini T___T’

  11. ekanata

    Transaksi option adalah zero sum game. Dalam keadaan di mana pembeli dapat untung/menang, maka pada saat yg sama penjualnya kalah, dan begitu juga kebalikannya. Contoh:
    1. Jika setelah transaksi keadaan menjadi BULL, maka pemBELI option CALL menang. Dia pasti akan menagih haknya. Jadi penjualnya kalah, krn dia terikat kewajiban menjual saham/aset ybs pada harga rendah yg telah disepakati.
    4. Sebaliknya jika keadaan menjadi BEAR, pembeli merugi krn option CALL nya menjadi tak bermanfaat. PenJUAL menang mengantongi uang pembelian option tanpa perlu menunaikan kewajiban apa2.
    2. Jika setelah transaksi keadaan menjadi BEAR, maka pemBELI option PUT menang. Dia pasti akan menagih haknya. Jadi penjualnya kalah, krn dia terikat kewajiban membeli saham/aset ybs pada harga tinggi yg telah disepakati.
    3. Sebaliknya jika keadaan menjadi BULL, pembeli merugi krn option PUT nya menjadi tak bermanfaat. PenJUAL menang mengantongi uang pembelian option tanpa perlu menunaikan kewajiban apa2.

    Bro Edison, Bisakah spekulator/hedger retail menciptakan option (menjual tanpa didahului membeli option dari pihak lain) ? Bagaimana melindungi pembeli agar pencipta option tidak ngemplang?

    Hayo2, siapa lagi? Murid2nya semangat donk, biar dosennya makin semangat. Jadi gak tunggu sampai weekend lagi😀

    • @ekanata

      Ini sudah agak ‘loncat’ (pembahasan belum ke arah sana), tetapi orang-orang yg menjual option, itu dikontrol dengan ketat oleh brokernya. Jika kita menjual PUT option misalnya, broker akan memastikan terus bahwa kita memiliki dana untuk menutupi transaksi tersebut. Jika mereka merasa sudah ‘riskan’, mereka akan meminta kita memasukkan dana tambahan ke rekening, jika tidak, posisi tersebut akan ditutup (uang kita yg ada akan dipakai utk membeli kembali option yg kita jual.. (tidak beda jauh dengan jika kita beli saham dengan margin, lalu kena margin call🙂 )

  12. putrie_kmps

    iy ada apa?
    Kok banyak bgt yang manggil Put….
    hihihi…..

  13. Agung Sedayu

    1.Call
    2.Put
    3.Tidak mungkin
    4.Tidak mungkin

  14. Heldenhammer

    Artikel yang bagus bro Edison, namun saya kurang setuju kalau seri artikel ini dikategorikan dalam bagian ‘Spekulasi’. IMO, option, seperti halnya margin, hanyalah tool/alat. Walaupun sebagian besar transaksi option merupakan spekulasi, bukan berarti tidak ada yang menggunakan option sebagai alat bantu dalam investasi. Bagi pembaca yang ‘konservatif’, mungkin stigma “option = spekulasi” bisa membuat mereka enggan untuk mengenal option dan penggunaannya lebih dalam.

    Contoh :

    Si A ingin membeli 100 lembar ETF SPY (harga saat ini $87/lembar) untuk investasi jangka panjangnya, namun karena satu dan lain hal (misalkan, menunggu dapat uang hasil penjualan rumah/mobil/pembayaran proyek, menunggu jatuh tempo deposito, kurs dollar-rupiah yang lebih baik, atau alasan2 lainnya) saat ini A hanya punya dana $5000 di brokernya. Maka A lalu membeli SPY Jan 2011 50 Call seharga $40.

    Dalam hal ini, A seakan-akan ‘mencicil’ (tentunya namanya cicilan, ada sedikit ‘bunga’ yg harus dibayar) pembayaran sahamnya menjadi 2 bagian, yaitu saat ini sebesar $4000 (harga call option), dan pada Januari 2011 sebesar $5000, sehingga total uang yang harus dikeluarkan menjadi $9000.
    ‘Bunga’ yang harus dibayarkan berupa perbedaan apabila membeli saham langsung saat ini ($9000 – $8700 = $300), plus dividen sampai tahun 2011.

    • @heldenhammer

      Hallo, lama tidak kelihatan🙂 Bagaimana kabarnya? Baik?

      Kenapa artikel options saya masukkan ke dalam kategori spekulasi? Ada beberapa alasan:

      Pertama, karena banyak workshop options sudah ‘menjajakan’ options sebagai alat investasi yang sama dengan options (Mantra mereka : Beli options sama saja dengan beli Saham, tetapi lebih murah sehingga resiko lebih kecil). Saya ingin agar artikel saya bisa menjadi ‘counter-balance’ (penyeimbang) dari apa yg rata-rata ‘disebarkan’ di workshop option.

      Kedua, karena tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai instrumen (jadi tanpa menilai bagaimana cara operasi kita, dan bagaimana option itu dipakai), options mempunyai unsur spekulatif yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham.

      Saya pribadi mengerti kekhawatiran bro tentang bagaimana jika nanti pembaca ‘konservatif’ jadi mempunyai stigma options= PASTI spekulasi? Tetapi saya pribadi lebih mengkhawatirkan nasib orang-orang yang terjun di options dengan berpikir bahwa “beli options tiada bedanya dengan beli saham”.

      Tetapi subjek yg bro tulis ini memang perlu disadari banyak orang.

      Investasi atau spekulasi, lebih ditentukan oleh cara kita berinvestasi dibandingkan oleh instrumen apa yg kita pakai. Jika kita lihat definisi Investasi Graham, dari 3 syarat yg dikemukakan oleh Graham (mudah-mudahan teman pembaca lainnya semua masih ingat apa ketiga syarat Graham tersebut), tidak ada satupun yg menyinggung tentang alat apa yg boleh/tidak boleh dipakai….

  15. elki

    hu hu… jawaban ku salah semua…..
    tapi coba jawab lagi deh:
    1. call
    2. put
    3. gak mungkin
    4. mungkin

    moga ada yang bener

  16. Heldenhammer

    Baik2, makasih bro..

    Saya juga termasuk salah satu ‘korban’ workshop option dulu hahaha. Padahal kalau dipikir2, banyak ilmu tentang option yang bisa didapatkan dengan gratis di internet (tanpa embel2 berbagai macam ‘jurus rahasia’ yang, hampir semuanya, sebenarnya hanya 50-50 saja chance untung-ruginya).

    Tapi paling tidak, karena saya ikut workshop itu paling tidak saya jadi bisa buka account di broker US (knowing myself, kalau tidak diajari mungkin saya bingung/males/ragu untuk buka sendiri), dan jadi belajar dunia pasar modal sedikit2.

    Sukses selalu bro, and keep blogging🙂

  17. fredy

    Mampir sebentar….lihat-lihat…siapa tau dah ada ulasan tentang pemberlakuan PP nomor 16 tahun 2009. Uppss…kayaknya belum ada nih.

  18. alinaprimasari

    @ fredy

    Saya sedang mencari detail isi PP nomor 16 tahun 2009 ini, tapi belum nemu. Peraturan mengenai pengurangan pajak dividend menjadi 10% dari awalnya 20% yang diumumkan siang tadi merupakan berita positif buat investor saham di tanah air. Terbukti dari langsung berbalik arahnya pergerakan IHSG meskipun masih ditutup melemah 0,75%.

    Peraturan ini cukup membuat hati saya geli. Kenapa? Peraturan baru diumumkan hari ini, 10 Februari 2009 tetapi mulai berlaku sejak 1 Januari 2009. Timbul pertanyaan di sini, apakah semua pajak dividend yang sudah dibayarkan sejak 1 Januari hingga hari kemarin 9 Februari akan dikembalikan separuhnya oleh pemerintah kepada investor?

    sumber berita :
    http://www.kontan.co.id/index.php/Nasional/news/8230/PPh_Atas_Dividen_Turun_Menjadi_10_

  19. toto_lutu

    Harusnya sih akan dikembalikan dalam bentuk pengurangan untuk pengutipan pajak berikutnya.
    Semoga..;-)

  20. glory united

    Salam kenal bung edison, blog yang bagus buat refresh pelajaran ekonomi di kampus dulu, saya coba jawab :
    1. call.
    2. Put.
    3. Mungkin saja, untuk saham yang berada dalam suatu kondisi yang fluktuatif, dengan resiko jika benar terjadi bullish maka si pemain harus siap siap menerima keuntungan setelah dikurangi dengan modal pembelian ” put “, tetapi jika terjadi bearish dia tetap masih mempunyai peluru cadangan.
    4. kebalikan No.3

  21. Pingback: Berkenalan dengan Options (4) | Tips Keuangan

  22. cecep

    kalau saya mau transaksi Option..bagaimana caranya? bagaimana prosedurnya?apa saja syaratnya? berapa biaya yang di butuhkan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s