Celoteh: Uji Coba Fitur Komentar Berantai

Hari ini kebetulan saya harus bangun lebih pagi dari biasanya karena anak bungsu saya harus tiba di sekolah lebih pagi untuk acara tamasya ke Taman Safari. Sambil menunggu anak mandi, iseng-iseng saya membuka internet untuk melihat ada berita apa tadi malam. Tentunya tidak lupa sambil menengok blog ini sebentar.

Begitu saya sampai di halaman admin, tiba-tiba ada pengumuman yang menarik perhatian saya, yaitu adanya fitur baru yang bisa digunakan di blog. Fitur baru ini adalah Komentar Berantai (Comment Threading).

Jadi apa itu Komentar Berantai?

Penjelasan paling sederhananya mungkin bisa dilihat di screenshot di bawah ini:

Komentar Berantai

Komentar Berantai

Seperti yang terlihat di gambar, kini kita bisa memberikan respons/komentar terhadap komentar orang lain. Respons/Komentar kita lalu akan ditempatkan dibawah komentar orang itu (dengan sedikit indentasi alias ‘agak ke kanan sedikit’). Tujuan fitur baru ini adalah agar jika ada komentar yang bersifat ‘dialog’, maka alur dialognya lebih mudah diikuti.

PS: Untuk menghindari kesan bertumpuk-tumpuk, seperti yang bisa dilihat di atas, Komentar Berantai saya batasi sampai hanya 3 tingkat saja. Dalam gambar di atas, komentar tingkat 1 adalah komentar NewCo (komentar awal), tingkat 2 adalah komentar saya (respond terhadap NewCo), dan tingkat 3 adalah komentar saya (yg berisi “Ini adalah contoh Komentar Berantai”).

—–oOo—–

Jadi bagaimana cara memakai fitur baru ini? Seperti yang bisa dilihat di gambar di atas, kini di setiap komentar ada link: Reply. Untuk memberikan respons terhadap suatu komentar, tinggal klik saja komentar tersebut, dan akan muncul tampilan sebagai berikut:

Cara menggunakan Komentar Berantai

Cara menggunakan Komentar Berantai

Setelah muncul tampilan ini, teman-teman tinggal menuliskan komentar seperti biasanya. Jika diinginkan, teman-teman juga bisa mendapatkan info dari blog ini ketika komentar yang ditulis mendapatkan respons. Caranya mudah, tinggal pilih Pilihan : Notify me of follow-up comments via e-mail (seperti yg ada di bagian bawah gambar ini). Tentunya dengan syarat e-mail yg anda berikan sewaktu menulis komentar memang adalah e-mail yg benar dan aktif.

Bagaimana jika komentar yang ingin kita tulis tidak ada kaitan dengan komentar-komentar sebelumnya? Sama seperti dulu, teman-teman tinggal menuliskan komentarnya dalam form komentar di bagian paling bawah dari suatu artikel.

Jadi, selamat mencoba fitur baru ini, dan selamat berdialog. Saya tunggu masukan dari teman-teman mengenai fitur baru ini (pro & kontra)…

10 Comments

Filed under Celoteh

10 responses to “Celoteh: Uji Coba Fitur Komentar Berantai

  1. konobe

    waduh, screenshot komentar berantainya bandwith killer ya…😦

    • oh ya? padahal filenya tidak besar loh. Total kedua gambar tersebut hanya 100 kilobytes….

      (padahal gak penting utk dikomentari…tetapi sengaja dibalas sekalian utk mencoba fitur baru ini…hahaha)

    • alinaprimasari

      Nice fiture, tidak perlu menggunakan ‘@ siapa’ lagi, akan ada perubahan apa lagi nih bung di blognya?
      Oh iya selamat buat konobe yang sudah jadi author baru di sini. Jadi bung nikken punya dua pendamping sekarang.

  2. Fitur baru yang menarik, tapi bagaimana dengan komentar yang ke empat?

    • Yg dibatasi sebenarnya bukannya ‘jumlah’ komentarnya, tetapi ‘tingkat’-nya.. jika komentarnya masih berada di tingkat ke-2 dan ke-3, berapapun jumlah komentarnya tidak masalah

      • san

        masih ga paham dengan tingkat-tingkat komentar 2 dan 3 apaan. Apa jadinya kayak yang dikaskus gitu? lalu nanti kalo komentarnya puanjaaanggg banget.. nyambung terus gitu yah?

        ….

        Edison: Komentar saya yang sebelum ini, berada di tingkat 2, oleh sebab itu masih ada pilihan “Reply”

        Sebaliknya, komentar san ini sudah di tingkat 3, makanya jika kita perhatikan, tidak ada lagi pilihan “Reply”. Yang bisa me-reply komentar di tingkat 3 ini hanya saya…. itupun dalam bentuk sisipan seperti ini.

  3. verit

    cocoknya ini buat edison, jadi bisa komentarin sebuah komentar.

  4. NewCo

    wuih..

    komen gw dijadiin contoh😀

    • ferdynando

      Hahaha… Jadi beken dong…
      btw, bandwith killer tuh apa yah?

      • konobe

        sory, diatas salah nulis, harusnya bandwidth killer.
        Singkatnya, term ini dipakai untuk gambar, tampilan, atau apapun di internet yang memerlukan waktu lama untuk loading dan menghabiskan resource. Biasanya karena besarnya ukuran. CMIIW ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s