Monthly Archives: March 2009

7 Kesalahan Terbesar Dalam Menggunakan Kartu Kredit

WHAT THEY SAID

Lebih baik mencegah daripada mengobati

anonim

Article by Konobe
Edited by Edison

kk22

Bermacam-macam kartu kredit

Baru-baru ini saya membaca berita di detik kalau NPL (non performing loan) kartu kredit di Indonesia sudah lebih dari 10%. Saya pun jadi teringat artikel yang ditulis Bung Edison Meneropong 2009: Ancaman Kredit Konsumen. Wah, tampaknya sudah mulai terlihat ya hasil prediksinya..

Meskipun ancaman macetnya kartu kredit mempunyai dampak yang cukup menakutkan terhadap perekonomian, artikel saya kali ini akan membahas masalah ini dari sisi yang lain, yaitu dari sisi si pemegang kartu kredit.

Ketika kartu kredit macet, tentunya yang ‘pusing’ bukan cuma Bank saja. Si pemegang kartu  kartu (umumnya) juga mengalami tekanan batin yang tidak kecil. Contohnya adalah seorang kenalan saya. Dia memiliki masalah dengan kartu kreditnya hingga gelisah dan stres. Hampir tiap hari  ia ditelepon oleh debt collector. Bukan cuma sekedar teguran yang diterimanya tetapi juga ancaman. Padahal, dari pengamatan  saya, dia termasuk orang yang cukup berada.

Jadi mengapa kenalan saya tersebut bisa sampai terjerat hutang  kartu kredit? Meskipun saya tidak tahu persis penyebabnya, tetapi kemungkinan besar ia melakukan salah satu (atau bahkan beberapa) dari 7 kesalahan terbesar dalam menggunakan kartu kredit. Jadi apa saja 7 kesalahan terbesar itu? Continue reading

104 Comments

Filed under Perencanaan Keuangan

Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS)

Article by Alina

Berbicara mengenai Lembaga Penjaminan Simpanan, rasanya saya yakin tidak ada pembaca blog ini yang tidak mengenal badan yang satu ini. Bahkan jika ada orang yang belum pernah mendengar tentang LPS, maka hanya dari namanya saja, orang tersebut akan bisa menebak bahwa ‘tugas’ LPS adalah menjamin simpanan.

Nah, masalahnya kini, apakah anda sudah benar-benar mengerti cara menentukan simpanan/tabungan mana saja yang dijamin oleh LPS? Sebagian dari pembaca blog mungkin akan mengatakan bahwa ‘asalkan bunganya tidak di atas bunga penjaminan dan nilainya tidak di atas Rp 2 milyar, maka termasuk simpanan/tabungan yang dijamin’.

Meskipun jawaban tersebut benar, tetapi sebenarnya ada beberapa hal lagi yang masih terkait dengan penjaminan simpanan yang justru kerap tidak diketahui oleh banyak orang. Dalam artikel ini, kita akan melihat bersama-sama cara penentuan simpanan yang dijamin oleh LPS. Continue reading

73 Comments

Filed under Saya suka cerita Ekonomi

Economic Moat: Ciri Saham ‘Tahan’ Serangan

Sebagai seseorang yang senang membaca, salah satu topik yang paling menarik minat saya (selain topik investasi tentunya) adalah ‘seni perang’, terutama dalam perang di ‘jaman dahulu kala’. Sejak sekitar kelas 4 SD,  nama-nama ‘seniman perang’ seperti Zhuge Liang, Sun Tzu, Alexander, Nobunaga Oda, dan Genghis Khan lebih melekat di kepala saya dibandingkan dengan nama-nama seperti Superman, Batman dan lain-lainnya. Tidak pernah bosan rasanya saya mengikuti sepak terjang mereka dalam mengalahkan lawannya dalam kancah peperangan.

Ok, sampai di situ saja cerita pribadi tentang saya. Jadi apa kaitan antara (1) investasi, (2) judul artikel ini dan juga (3) celoteh saya tentang kecintaan saya terhadap ‘seni perang’? Penasaran? Continue reading

32 Comments

Filed under Pemikiran tentang Investasi

Efek Prestise: Ketika Seorang Investor Terpukau

Mungkin hanya secuil pembaca blog ini yang pernah mendengar nama Harry Markopolos dan Lawrence J. de Maria. Kedua orang tersebut mempunyai ‘kisah’ yang hampir sama, dan saya hanya berharap ‘kisah‘ saya di kemudian hari tidak sama dengan ‘kisah‘ kedua orang tersebut.

Jadi sebenarnya siapa itu Harry Markopolos dan Lawrence J. de Maria? Apa hubungan di antara keduanya? Dan mengapa saya berharap ‘kisah‘ saya tidak berakhir seperti ‘kisah‘ mereka? Continue reading

54 Comments

Filed under Pemikiran tentang Investasi

Guest Blogger: Kasus Koperasi KarangAsem Membangun

Article by: Anandita (aditpulsa)
Edited by: Edison

Kasus Kospin (Koperasi Simpan Pinjam) di Kabupaten Pinrang, Sulawawesi Selatan yang menawarkan bunga simpanan fantastis hingga 30% per bulan sampai akhirnya nasabah dirugikan ratusan milyar rupiah, ternyata belum menjadi pelajaran bagi masyarakat Indonesia.

Baliho Koperasi KarangAsem

Baliho Koperasi KarangAsem

Bagi Anda yang belum pernah tahu Kabupaten KarangAsem, belakangan ini akan semakin sering mendengar nama KarangAsem di media massa. Apa pasalnya, sehingga nama KarangAsem mencuat? Jawaban paling sahih, mencuatnya nama KarangAsem akibat adanya kasus investasi  Koperasi KarangAsem Membangun. Continue reading

22 Comments

Filed under Guest Blogger

Kisah Nadya Suleman: Perencanaan Keluarga dan Perencanaan Keuangan

Kalau ada orang yang paling ‘berjasa’ atas lahirnya artikel ini, maka orang itu bernama Nadya Suleman. Saya terpikir untuk menuliskan artikel ini karena merasa ‘gemas’ membaca berita di berbagai media tentang Nadya. Untungnya, meskipun namanya ‘berbau’ Indonesia, Nadya bukanlah orang Indonesia melainkan orang Amerika. Tapi sayangnya, saya melihat banyak masyarakat kita yang ‘salah langkah’ seperti Nadya, walaupun ‘derajat kesalahannya’ belumlah sampai separah yang dilakukan oleh Nadya.

Jadi siapakah Nadya itu? Dan mengapa dia membuat saya ‘gemas’? Continue reading

65 Comments

Filed under Perencanaan Keuangan

Berkenalan dengan Options (4)

(sambungan dari part 3)

Dalam artikel part 4 ini, kita akan melihat lebih jauh beberapa hal tentang option. Tetapi sebelum saya melanjutkan pembahasan mengenai options, mari kita lihat dulu jawaban atas pertanyaan yang saya berikan di akhir part 3 artikel seri ini. Bagi teman-teman yang telah menjawab pertanyaan tersebut, cobalah utk memeriksa jawaban anda:

  • Jika seseorang berspekulasi bahwa harga saham suatu perusahaan akan naik (bullish), Options apakah yang akan ia beli? PUT? atau CALL? Karena dalam pertanyaan ini, yang ditanyakan adalah ‘membeli option’, maka jawabannya adalah CALL.
  • Dan sebaliknya, jika seseorang berspekulasi bahwa harga saham suatu perusahaan akan turun (bearish), Options apakah yang akan ia beli? PUT? atau CALL? Karena yg ditanyakan adalah ‘membeli option’, maka jawabannya adalah PUT
  • Apakah mungkin seseorang yang Bullish ‘bermain‘ PUT option? BISA, dengan cara MENJUAL PUT. Jika kita lihat pertanyaan no. 2, dimana pembeli PUT mempunyai pandangan yg ‘bearish’, maka tentunya lawannya (PENJUAL option PUT)  mempunyai pandangan ‘bullish’.
  • Apakah mungkin seseorang yang Bearish ‘bermain‘ CALL option? BISA, dengan cara MENJUAL CALL. Jika kita lihat pertanyaan no. 1, dimana pembeli CALL mempunyai pandangan yg ‘bullish’, maka tentunya lawannya (PENJUAL option CALL) mempunyai pandangan ‘bearish’.

Bagaimana? Apakah jawaban anda tepat semuanya? Selamat jika anda telah menjawab seluruh pertanyaan saya dengan benar. Kini saya akan mengajak teman-teman untuk melihat lebih detail salah satu ‘aspek’ Option, yaitu Harga Option.

Continue reading

9 Comments

Filed under Spekulasi

Lagi-lagi Pelajaran Bagi Investor (Kasus RBS)

Article by Alina

Pembaca blog masih inget dengan kasus Reksadana “Bodong” Bank Century ? Bank Century menjual produk Reksadana yang dikeluarkan oleh PT Antaboga Delta Sekuritas. Produk ini bernama Investasi Dana Tetap Terproteksi, dana nasabah yang dikumpulkan berkisar antar Rp 1 Triliun – Rp 1,5 Triliun. Di situs BAPEPAM bisa dilihat bahwa ternyata Bank Century tidak termasuk sebagai APERD (Agen Penjual Efek Reksa Dana).

Nah baru-baru ini kasus Reksadana yang bermasalah kembali muncul. Royal Bank of Scotland (RBS) dulu bernama ABN AMRO, dituduh melakukan penipuan kepada sekitar 1.500 nasabahnya senilai Rp 1,4 triliun. Pihak RBS melalui marketingnya menawarkan produk tersebut kepada para nasabahnya dengan nama Dana Prima dan menjelaskan bahwa produk tersebut adalah Reksadana Terproteksi. Produk ini sendiri dikatakan pihak RBS merupakan keluaran dari PNM Asset Management. Continue reading

25 Comments

Filed under Pemikiran tentang Investasi

Surat Tahunan Warren Buffet Kepada Pemegang Saham (2009)

WHAT THEY SAID…

In GOD we trust; All Others PAY CASH!

anonymous

—–oOo—–

Saya sempat tertawa kecil ketika membaca kutipan di atas. Kutipan tersebut saya dapatkan dari surat tahunan Buffet kepada pemegang saham perusahaannya di tahun 2009 ini. Kutipan tersebut sendiri dipakai oleh Buffet untuk menggambarkan kondisi di sektor kredit di Amerika, dimana sepanjang tahun 2008 lalu berbagai institusi finansial ‘enggan‘ untuk mengucurkan kredit. Kondisi tersebut, kata Buffet, mengingatkan kepada tulisan yang kerap dibacanya di berbagai restoran sewaktu ia muda : “In GOD we trust; All Others Pay Cash” (terjemahannya dalam bahasa Indonesia kira-kira: “Kalau Tuhan, kami percaya; Tapi selain Tuhan semua harus bayar cash, krn tidak dipercaya sehingga tidak boleh hutang).

Surat tahunan Buffet sendiri biasanya termasuk salah satu bacaan ‘wajib’ rutin bagi investor. Dalam artikel ini, saya akan menuliskan beberapa point utama dari surat Buffet tahun ini (meskipun tentunya akan lebih baik jika anda mencoba membaca sendiri surat dari Buffet tersebut, yg bisa didownload di sini). Dalam membahas surat Buffet ini, saya sebisa mungkin menterjemahkan sesuai bentuk aslinya, tetapi ada beberapa bagian yg saya ‘re-phrase’ agar lebih ‘enak’ dibaca. Continue reading

28 Comments

Filed under Pemikiran tentang Investasi

Berkenalan Dengan Corporate Warrant

Article by Alina
Edited by Edison

Membaca artikel seri ‘Berkenalan dengan OPTION’ yang sedang digarap oleh Edison, saya pikir ada baiknya jika saya mencoba untuk memperkenalkan Corporate Warrant atau yang di Indonesia lebih dikenal sebagai Waran. Kenapa  Corporate Warrant? Ini karena di pasar modal Indonesia, para pelaku pasar lebih mengenal Corporate Warrant. Berbeda dengan Option yang tidak terdapat di salah satu instrumen pasar modal Indonesia, peredaran Corporate Warrant ini  cukup luas di bursa Indonesia. Setelah pembaca membaca artikel mengenai Option tentunya pembahasan mengenai Corporate Warrant ini akan lebih mudah dipahami.

Apa itu Warrant? Continue reading

22 Comments

Filed under Spekulasi