Berkenalan Dengan Corporate Warrant

Article by Alina
Edited by Edison

Membaca artikel seri ‘Berkenalan dengan OPTION’ yang sedang digarap oleh Edison, saya pikir ada baiknya jika saya mencoba untuk memperkenalkan Corporate Warrant atau yang di Indonesia lebih dikenal sebagai Waran. Kenapa  Corporate Warrant? Ini karena di pasar modal Indonesia, para pelaku pasar lebih mengenal Corporate Warrant. Berbeda dengan Option yang tidak terdapat di salah satu instrumen pasar modal Indonesia, peredaran Corporate Warrant ini  cukup luas di bursa Indonesia. Setelah pembaca membaca artikel mengenai Option tentunya pembahasan mengenai Corporate Warrant ini akan lebih mudah dipahami.

Apa itu Warrant?

Corporate Warrant adalah kontrak resmi yang memberikan Hak (tanpa adanya kewajiban) untuk membeli sebuah saham yang diterbitkan Emiten atau Perusahaan Publik pada harga tertentu (yang dikenal sbg Strike Price) dan dalam jangka waktu tertentu (expiration).

Hmm…. mirip dengan Option yg sedang diceritakan oleh Edison ya? Benar sekali, instrumen ini mirip sekali dengan Option, Corporate Warrant bisa dibilang merupakan ‘saudara” dari Option. Oleh karena itu, saya tidak akan membahas lagi tentang apa itu strike price dan apa itu maturity, karena telah dibahas Edison di artikel ‘Berkenalan dengan Option’.

Meskipun di atas saya mengatakan bahwa warran mirip sekali dengan option, tetapi tetapi ada perbedaan mendasar  antara waran dengan Option. Tiga perbedaan yang mendasar antara Corporate Warrant dengan Option adalah :

  • Underlying Asset yang digunakan.

Option biasa menggunakan berbagai macam jenis underlying asset seperti saham, obligasi, komoditas, indeks, future. Nah, untuk Corporate Warrant underlying asset yang digunakan hanyalah saham

  • Hak yang diberikan.

Option terbagi atas dua, Put Option dan Call Option. Option yang memiliki hak untuk menjual underlying asset dan Option yang memiliki hak untuk membeli underlying asset. Untuk Corporate Warrant hak yang bisa dimiliki adalah hak untuk membeli underlying asset dalam hal ini berupa saham.

  • Penerbit.

Option bisa diterbitkan oleh berbagai pihak sedangkan Corporate Warrant diterbitkan oleh Emiten atau Perusahaan Publik yang mengeluarkan saham.

  • Expiry Date (Tgl Kadaluarsa)

Warrant biasanya berlaku untuk waktu yang lebih lama (sampai beberapa tahun), sedangkan kebanyakan option hanya berlaku untuk beberapa bulan.

—–oOo—–

Penerbitan Corporate Warrant dilakukan oleh Emiten pada saat IPO (Intial Public Offering)  atau dengan CA (Corporate Action). Waran kerapkali  digunakan sebagai ‘pemanis‘ saat berlangsungnya IPO untuk menjaring banyak investor. Waran sendiri dapat diperdagangkan di bursa layaknya saham.

Untuk memahami cara kerja Waran, saya coba sajikan ilustrasi mengenai Waran ini :

Misalkan PT Jangan Serakah melakukan penerbitan saham perdana (IPO) dengan harga saham (PTJS) saat penawaran Rp 5,000 per lembar. Kepada para pembeli saham di IPO itu, PT Jangan Serakah memberikan Waran (PTJS-W) secara cuma-cuma/gratis dengan rasio 2:1, artinya setiap pembelian 2 lembar saham PTJS, si pembeli  berhak memperoleh 1 waran PTJS-W dengan jangka waktu maturity 3 tahun. Strike-Price waran (biasanya di atas harga IPO) ditentukan pada harga Rp 5.500.

Dalam ilustrasi di atas,  pembeli saham PT Jangan Serakah yang membeli pada saat IPO, mendapatkan ‘hadiah’ berupa waran. Waran ini nantinya bisa dijual, ataupun digunakan untuk membeli saham PTJS dengan harga Rp 5500 tanpa dipengaruhi harga saham tersebut di pasar (selama Waran tersebut masih berlaku, alias selama 3 tahun). Mengenai cara kerja atau penerapan waran di pasar, sama persis dengan option, jadi pembaca bisa  lihat di skenario Option di artikel ‘Berkenalan dengan Option’.

22 Comments

Filed under Spekulasi

22 responses to “Berkenalan Dengan Corporate Warrant

  1. warrant memang mirip dengan call options.

    • yusticia

      ehm… tp kayaknya g mirip2 bgt bro… bedanya….
      1. Wktu penerbitan : jngka wktu dan opsi yg diprdagangkn dbursa lbh singkat dr waran
      2. Penerbit : Opsi Call diterbitkn oleh individu /perusahan lain sedangkan waran diterbitkn oleh perusahaan tu sendiri.
      Mohon Koreksi. Thx

      Edison: Memang ada perbedaan🙂 Di artikel ini juga alina telah menuliskan perbedaan-perbedaannya dan di antaranya memang spt yg yusticia tulis

  2. Saya Joko Susilo akan memberikan klarifikasi atas analisa anda di blog ini mengenai RB.com saya. Harap buka kembali fasilitas komentar di posting tersebut.

    Jika anda tidak bersedia membuka diri utk diskusi, saya tuntut anda untuk menghapus posting itu.

    Saya dukung anda membuat blog yang mengungkap website scam, tapi saya sangat tidak setuju jika anda gunakan untuk menjelekkan / menjatuhkan nama seseorang, termasuk saya tanpa data yang benar2 akurat.

    Harap dicamkan, saya punya dana dan kemampuan untuk menuntut anda atas fitnah dan pencemaran nama baik saya.

    • Wah, benarkah ini mas Joko Susilo? Mudah-mudahan ini benar-benar mas Joko yang asli.

      Pertama-tama, komentar anda ini salah ‘tempat’.. Kalau misalkan anda membaca komentar saya yg terakhir di artikel yg anda maksud tersebut, saya telah menuliskan bahwa “ataupun ada yang ingin memberikan info tambahan yang dirasakan bisa bermanfaat, bisa melalui E-MAIL saya saja“. Saya sendiri selalu terbuka untuk diskusi, tetapi memang Komentar di artikel tersebut memang sengaja saya tutup karena saya merasa komentar-komentar di sana sudah menjurus ke ‘bickering’.

      Kedua, jika memang anda merasakan bahwa tulisan saya ini merupakan ‘fitnah’ dan ‘pencemaran nama baik’, saya persilahkan anda untuk menuntut saya. Saya dengan senang hati akan menunggu anda membuktikan di pengadilan hukum bahwa pertanyaaan yang saya tulis di tulisan tersebut sudah termasuk kategori fitnah dan pencemaran nama baik.

  3. Posting tersebut beserta komentar yang mengikutinya belum memberikan titik terang sebenarnya dari tuduhan anda. Jadi, tidak selayaknya anda tutup dulu komentar itu. Biarkan saya beri penjelasan karena saya yakin anda juga menginginkan titik terang. Anda pernah bilang, gambar2 itu asli atau palsu, hanya Joko yang tahu. Nah sekarang beri kesempatan kepada saya untuk menjelaskan gambar tersebut. Bagaimana? Anda keberatan?

    Menurut saya, lebih baik komentar menjadi “bickering” atau apapun istilah anda, daripada anda terkesan memberikan fitnah seperti itu. Jelas terlihat, jika anda langsung tutup komentar itu, seakan anda tidak mau kebenaran yang sesungguhnya terkuak dalam postingan /tuduhan tersebut.

    Jika saya ikuti, sebenarnya diskusi anda mulai menarik. Dan saya ingin ikut serta dalam diskusi agar pembaca bisa tahu bagaimana sebaiknya menyikapi hal ini.

    Jika anda tetap menutupnya, tanpa memberi saya kesempatan memberi keterangan, secara jelas anda telah melakukan kebohongan dan berita buruk tentang saya. Bagaimana? Ada yang salah dengan permintaan saya sehingga anda tidak bersedia membuka kembali forum komentar anda?

    • Seperti yang saya katakan, mas Joko:

      Hubungi saya di e-mail!! Jika memang nanti hasil pembicaraan saya dengan anda melalui e-mail ada titik terang, dengan senang hati saya akan mempostkan hasil diskusi kita.

      Apakah ada yang salah dengan permintaan anda? Tidak.

      Tetapi sebagai pengelola blog ini, apakah ada yang salah dengan keinginan saya agar diskusinya dilakukan melalui e-mail sehingga tidak memenuhi artikel tersebut dengan komentar yang tiada ujungnya? (Saya pribadi belum pernah mendengar ada peraturan bahwa seorang Blogger HARUS membuka bagian komentarnya jika diminta oleh orang lain, atau mungkin ada peraturan yang terlewatkan oleh saya?).

      Anda mengatakan bahwa saya melakukan kebohongan dan berita buruk tentang anda. Saran saya, baca baik-baik dan pelan-pelan tulisan saya tersebut tanpa emosi. Seperti yang saya katakan berulang-ulang di dalam bagian komentar artikel itu, artikel saya tersebut bersifat pertanyaan meskipun memang saya tulis dalam bentuk humor. Jadi saya bingung kebohongan dan berita buruk apa yang saya sebarkan?

      Mohon maaf jika komentar anda yang berikutnya di artikel ini tidak saya tampilkan (unapprove) karena memang artikel ini bukan tempatnya. Sekali lagi, jika anda ingin berdiskusi mengenari artikel tersebut, hubungi saya lewat e-mail.

      • yusticia

        wah ono opo ki kok ribut2???

      • pak Edison, udah deh jangan ditanggapin orang-orang kayak gitu. aku baca JS kan mau belajar investasi lebih dalam lagi. eh malah baca orang berdebat ga selesai-selesai. walaupun seru, aku jadinya lupa kalau aku baca soal investasi-nya di JS. pas aku baca lagi posting-posting lama pak Edison di bagian instrumen investasi. aku baca lagi posting-posting lamanya. banyak yang aku belum tau tadinya jadi aku ngerti kayak bond laddering, dll. Tetep buat artikel investasi yang bagus-bagus ya pak!

      • bebek padangpasir

        Wah ngopo sehh… koyo ngono diribute. didiemin aj pak Edison. Mendingan ayo kita belajar investasi lg. Thx lek yus kasih tw site ini,bahasa mudah dipelajari&dipahami “manusia”. he…3x. sukses JS.

  4. toto_lutu

    Bro Ed..
    Yg buat artikel ini (Berkenalan Dengan Corporate Warrant) siapa ya? Kok gak ada namanya..

  5. san

    Waran dimainin juga dibursa. Hm.. apa skalanya gede2an gitu apa bisa ritelan juga? Untuk coba-coba main waran ini apa kita mesti daftar disekuritas juga? Sama seperti option gitu?

  6. alinaprimasari

    Waran memang salah satu instrumen di pasar modal Indonesia. Untuk bisa membeli waran prinsipnya sama jika kita ingin investasi di saham. Mendaftar terlebih dahulu di salah satu sekuritas dan menyetorkan dana untuk bertransaksi. San tertarik mencoba?

  7. bebek padangpasir

    Dear All,

    minta info sedikit mengenai Waran, maklum newbie.

    Saya ada baca-baca mengenai waran, ada beberapa waran yang saya baca tertulis, Correct me if i’m wrong

    Exercise Price : kita boleh membeli saham X pada level harga ini pada waktu Waran tersebut jatuh tempo, regardless harga saham tersebut pada waktu itu ?
    Dan di situ juga tertulis rasio waran tersebut terhadap saham-nya (biasanya 1:1)

    Pertanyaan saya, biasanya Waran itu kan jangka panjang, bila terjadi stock split pada saham X, apakah rasio Waran tersebut tetap 1:1 terhadap harga saham X yang baru ?

    Thx

    • Exercise Price: Harga dimana kita bisa membeli saham (yg terkait dengan waran itu), selama waran itu masih berlaku.

      Secara teori, tidak perlu menunggu jatuh tempo utk menggunakan hak ‘exercise’ ini, tetapi memang pada prakteknya, waran baru diexercise ketika jatuh tempo, karena jika diexercise sebelum jatuh tempo, pemilik waran itu akan rugi komponen Time Valuenya.

      Jika terjadi stock split, maka waran & option juga ‘split’…

  8. adalah situs web ini availible di English?

    Edison: No, the articles in this blog aren’t available in English.🙂

  9. AC3NK88

    Boleh bantu jelasin reksadana terproteksi yg ada unsur warrant nya?….seberapa secure kah produk itu? Terima kasih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s