Celoteh: Kita Ada Di Mana?

Buy!!! Buy!!! Sell!!! Sell!!

Buy!!! Buy!!! Sell!!! Sell!! (klik utk perbesar)

Ilustrasi ini merupakan cover sampul di The Economist Tahun 1989. Mungkin sebagian teman-teman sudah pernah melihatnya. Kalau melihat kondisi bursa saham kita sekarang, kita berada di paruh bawah kartun ini…. Pertanyaan iseng-isengnya : apakah menurut teman-teman kita sudah mau masuk lagi ke bagian atas? (perhatikan orang pojok kanan bawah dan orang pertama di bagian atas🙂 )

11 Comments

Filed under Celoteh

11 responses to “Celoteh: Kita Ada Di Mana?

  1. wuih, pertamax nih… hehehe…

    saya baru pertama ngelihat, dan masih bingung maksudnya apa.
    apa ini semacam perilaku orang-orang di bursa saham?
    sorry, bingung beneran, nih.

  2. fiqull

    yes.. its just an ordinary day, yang biasa kita lihat dilantai bursa atau kita rasakan saat get in to the market, terbawa suasana,isu kabur dan emosi pasar. meski dipublikasikan sejak 1989, rasanya kartun ini masih tetap relevan sampai saat ini. jangan-jangan kondisi ekonomi makro kita juga bisa dipengaruhi opini dari sebagian kelompok yang kebetulan punya legitimasi global dalam ekonomi???gmn dong bang edi?kan keenderungan eko makro ngruh juga ke perilaku investor?

  3. tentang “penyewa saham” ya?

  4. konobe

    buat saya sendiri, sekarang ga lagi di dua-duanya… soalna lagi nungguin dividen.. dan secara target belum tercapai (bukan TP lho ya), hehehe… jadi diem dulu d.. pura-pura ga liat market daripada pusing ^^

  5. keputusan buy and sell harus dari diri kita, jangan terpengaruh orang lain. Hal ini karena terkadang orang lain memiliki konflik kepentingan.

  6. orang-orang kok pada gila gitu ya? rumor ga jelas kok ya didengerin & dilakuin? apa kebawa emosi ya?

    • Jadi inget aku juga pernah ngalamin histeria massa seperti gambar itu waktu suatu hari beli roti di toko roti pas mau tutup kan didiskon setengah harga, tadinya mau beli sesuai kebutuhan trus liat orang rebutan belinya sampe acak2an tokonya jadi kebawa emosi pengen beli banyak banget. jadinya malah ada yang ga kemakan. jadi bukan untung (karena lagi diskon) tapi malah rugi (kebuang rotinya). Aku juga ternyata bisa gila juga ya. apa bener manusia dalam kerumunan massa akan bertindak berbeda dengan dirinya yang sebenernya ya, jika tidak berada dalam kerumunan massa ya?

  7. toto_lutu

    hihihi..
    kalau lihat kedua strip itu, orang yg bro Ed maksud sebenarnya bisa jadi bukan yg awal atau akhir..
    yg lucunya, orang yg ingin mengakhirinya malah bisa jadi awal dari yg lain..
    istilahnya: mbulet..

  8. Hihihi jadi inget ada yang bilang kalau manusia dititipkan uang maka akan berkurang tapi sebaliknya kalau dititipkan info maka akan berubah/bertambah

  9. san

    Wah… untung ga ikut-ikutan ada dilantai bursa…..🙂

    Emang bener, jadi investor pasif itu untung, ga ikut repot walau gatel kadang ga tahan liat naik turunnya…😦

    • Dilantai bursa asyik juga loh buat belajar…. tapi emang bener, kalo baru kayak saya jantungan liat saham turun. Kalau banyak bertanya , akhirnya kita jadi agak cuek juga kok…. seperti kondisis sekarang, katanya santai aja. Saya coba santai, biar deg degan juga…hehehe…. tapi belajar itu memang ada harganya….buat saya gk cukup cuma teori aja. Kadang teori berbanding terbalik dengan kondisi dilapangan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s