Tag Archives: Berita

GM, Ford, Chrysler : Om, Kasihan Om… Belum Makan….. (Part 2)

Kemarin saya sempat ‘curhat’ dengan salah satu pembaca lama blog ini. Saya mengatakan bahwa saya punya banyak hutang. Dalam hal ini, bukan hutang uang, tetapi hutang ‘janji’ kepada pembaca blog, misalnya saja artikel ttg rasio keuangan, lalu proyek ‘kamus ala JS’ yang juga terbengkalai, dan juga part 2 artikel seri ini. Teman tersebut lalu berkomentar ‘Wah bukankah artikel tentang GM sudah basi?’.

Bagi saya pribadi, kondisi 3 raksasa otomotif di atas masih mempunyai aspek yang menarik untuk dibicarakan. Mengapa? Karena selain masih ‘kusut’ dan belum terlihat bagaimana akhir ceritanya, saya melihat adanya sedikit kesamaan dengan kondisi di negara kita. Tahukah anda kira-kira apa kesamaan yang saya maksud? Continue reading

15 Comments

Filed under Saya suka cerita Ekonomi

GM, Ford, Chrysler : Om, Kasihan Om… Belum Makan….. (Part 1)

Om… Kasihan Om… Belum Makan Om….

Saya rasa teman-teman yang tinggal di Jakarta mungkin sudah tidak asing lagi dengan kalimat di atas. Di restoran, lampu merah, ataupun ruang publik lainnya, kalimat ini (dan berbagai variasinya) menjadi ‘salam‘ dari kaum papa di negara kita.

‘Salam’ kaum papa ini sendiri terkadang bisa menimbulkan reaksi yang beragam. Bagi sebagian orang, ‘salam’ tersebut menimbulkan rasa simpati, tetapi bagi sebagian orang lannya, hal yang sama bisa menimbulkan rasa sebal, Biasanya rasa sebal ini akan muncul kalau kalimat tersebut keluar dari mulut seseorang yang kita rasakan tidak pantas meminta-minta, misalnya saja anak muda yang masih sehat dan masih mampu merokok pula.

2 hari terakhir ini, ‘salam’ yang kita bicarakan di atas juga ramai terdengar di Capitol Hill (semacam kompleks DPR USA). Yang menariknya, orang-orang yang mengucapkan ‘salam’ tersebut berbaju jas rapi, dan datang ‘mengemis‘ ke Capitol Hill dengan naik pesawat jet pribadi. Continue reading

7 Comments

Filed under Saya suka cerita Ekonomi

B.B: Kenaikan Nilai Penjaminan Simpanan

Mungkin sebagian besar teman-teman telah tahu bahwa dana simpanan kita di bank (dalam bentuk tabungan & deposito) dijamin keamanannya oleh pemerintah melalui program penjaminan simpanan yang dikelola oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan).

Dengan adanya program ini, seandainya sebuah bank peserta program penjaminan simpanan bank ‘tumbang’, para nasabah bank tersebut tidak perlu khawatir karena simpanannya ‘digaransi’ oleh LPS, selama simpanan mereka memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Salah satu persyaratan tersebut adalah bahwa jumlah simpanan tersebut adalah maksimum Rp 100 juta. (Syarat utama lainnya adalah bunga simpanannya tidak boleh di atas bunga ‘wajar’ yang ditentukan oleh LPS, dan bisa dilihat di situs LPS)

Hari ini, pemerintah melakukan kenaikan nilai penjaminan simpanan LPS tersebut dari nilai Rp 100 juta menjadi Rp 2 Milyar. Saya melihat ada beberapa hal yang menarik untuk diperbincangkan seputar kenaikan nilai penjaminan simpanan tersebut. Continue reading

19 Comments

Filed under B.B (Berita Besar)

Hati-Hati Mister Bernanke!

WHAT THEY SAID…

May you live in interesting times

Anonim

—–oOo—–

Semoga kau hidup di masa yang menarik‘.

Begitu kira-kira arti dari kutipan di atas. Kutipan di atas seringkali saya baca, tetapi entah di mana. Entah siapa juga yang pertama kali mengucapkan kalimat tersebut. Ketika saya periksa di Wikipedia, ada teori yang mengatakan bahwa sebenarnya kalimat di atas merupakan suatu kutukan Cina kuno. Entah benar atau tidak, tetapi jika benar itu merupakan kutukan, maka berarti sejak dahulu saya telah berharap ‘kutukan‘ tersebut menimpa saya. Saya selalu merasa bahwa ‘hidup di masa yang menarik‘ itu lebih tepat dikatakan sebagai ‘berkah‘ daripada ‘kutukan‘.

Tampaknya hari ini harapan saya terkabul. Continue reading

24 Comments

Filed under Pembahasan kondisi Ekonomi Makro

B.B: Alamak!!!! Kena Suspended!!

Alamak!!!

(ini cara orang Melayu bilang ‘Astaga!!!)

Perdagangan di Bursa Saham Indonesia dihentikan (suspended)….

Padahal hari Rabu ini adalah jadwal rutin bulanan saya untuk membeli ETF-LQ45.  Pantas ‘pesanan’ saham hari ini saya kok tidak dapat-dapat. Ketika saya cek, kok aneh ada garis ‘lurus’ di grafik bursa?

Kok lurus?

Continue reading

33 Comments

Filed under B.B (Berita Besar)

Krisis Kredit Amerika, Kisah Kegagalan Sektor Finansial (4)

(sambungan dari part 3)

Ketika saya menulis part 3 artikel seri ini, korban terakhir dari krisis Finansial adalah perusahaan finansial Bear Sterns. Waktu itu saya lalu berniat untuk menulis part 4 ini setelah ada perkembangan lebih lanjut yang sangat signifikan. Ternyata hanya dalam dua bulan sejak part 3 saya tulis, semakin banyak nama-nama besar di dunia finansial yang bertumbangan. Walaupun begitu, saya masih belum terlalu terpikir untuk melanjutkan artikel seri ini, karena beritanya masih relatif sama, yaitu perusahaan finansial tumbang.

Meskipun demikian, dalam satu minggu terakhir, saya membaca beberapa berita ‘seram‘ yang membuat saya berpikir ‘Mungkin sudah saatnya saya meneruskan cerita tentang krisis kredit‘. Meskipun demikian, mungkin kini judul yang tepat bukanlah ‘Krisis Kredit Amerika’ lagi, melainkan Krisis Kredit Global’.

—–oOo—–

Berita ‘seram’ pertama yang mungkin terlewatkan dari ‘radar’ kebanyakan orang adalah berita mengenai keadaan di 2 negara bagian Amerika, yaitu Massachusetts dan California. Pengaruh krisis kredit telah begitu meluas dan dampaknya pun terasa ke sektor pemerintahan. Kedua negara bagian tersebut kini mengalami kesulitan keuangan untuk membayar berbagai pengeluaran rutinnya (spt gaji guru, polisi, pemadam kebakaran, dll).

Gubernur California, Arnold Schwarzenegger, beberapa hari lalu menulis surat kepada Departemen Keuangan USA bahwa negara bagiannya mungkin membutuhkan pinjaman lunak darurat sebesar kira-kira US$7 Milyar. Tidak lama kemudian, Bendahara negara bagian Massachusetts pun menyatakan kemungkinan membutuhkan pinjaman lunak untuk menutupi defisit anggarannya.

Dalam kondisi normal, negara bagian USA yang membutuhkan dana bisa dengan mudah mendapatkan dana tersebut dengan menerbitkan obligasi sendiri, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Tetapi dalam krisis kredit saat ini, ‘jalan’ ini bisa dikatakan tertutup. Mengapa demikian? Ini karena setelah tumbangnya berbagai lembaga finansial, berbagai perusahaan finansial yang tersisa mengalami ‘trauma’ untuk meminjamkan uang kepada pihak lain. Uang yang mereka miliki akan mereka ‘pegang erat-erat’ untuk berjaga-jaga.

Sebagai ilustrasi, kondisi ini mungkin bisa kita ibaratkan seandainya kita adalah pemilik toko sembako dan lalu terjadi kelaparan yang sangat parah yang entah kapan akan berakhir. Dalam kondisi ini, seandainya kita mengalami kesulitan mendapatkan pasokan sembako, kita mungkin akan enggan untuk menjual barang dagangan kita dan memilih menyimpannya utk konsumsi keluarga kita sendiri. Singkatnya, kondisi saat ini bisa dikatakan dalam bahasa gaul ‘Elu elu, Gue gue, jaga diri masing-masing‘.

Sulitnya mendapatkan dana dari sektor finansial memaksa para gubernur negara bagian tersebut kini berpaling kepada pemerintah pusat untuk meminta bantuan. Meskipun demikian, belum ada kabar bagaimana jawaban pemerintah pusat terhadap permohonan bantuan pinjaman ini.

Lalu apa yang akan terjadi seandainya bantuan pinjaman ini tidak diberikan ketika para negara bagian itu membutuhkannya? Tentunya negara-negara bagian tersebut tidak bisa membayar para pegawainya (polisi, guru, dll). Proyek-proyek pembangunan akan dikurangi sebagian. Ini semua akan berpengaruh negatif kepada ekonomi yang saat ini sudah ditimpa berbagai masalah lain.

Saya sendiri merasa bahwa perkembangan dari berita ini akan menarik untuk diikuti, terlebih setelah disetujuinya program Bailout terhadap sektor finansial. Jika sektor finansial bisa mendapatkan pertolongan bailout sedangkan negara bagian tidak, bisa diperkirakan akan timbul reaksi yang keras dari masyarakat Amerika. Tetapi jika satu negara bagian diberikan pertolongan, maka ada kemungkinan negara bagian lain juga akan ‘antri’ meminta bantuan dari Depkeu. Ini akan semakin menambah besar beban pemerintah pusat yang sudah harus mengeluarkan uang banyak untuk program Bailout.

—–oOo—–

Berita ‘seram‘ lainnya yang membuat saya merasa harus menulis artikel ini terkait dengan satu negara kecil di Eropa, yaitu Islandia. Perdana Menteri Islandia, dalam satu keterangan pers mengucapkan suatu kalimat yang menimbulkan kehebohan, ‘Islandia terancam bangkrut nasional‘.

Penyebab timbulnya komentar yang mengagetkan ini tidak lain lagi-lagi adalah krisis kredit.

Sama seperti negara lainnya, krisis kredit juga menimpa bank-bank di Islandia. Selama masa booming beberapa tahun terakhir, berbagai bank di Islandia melakukan ekspansi besar-besaran. Begitu hebatnya ekspansi ini, hingga kini hutang di sektor perbankan negara itu mencapai US$100 Milyar, jauh di atas Produk Domestik Bruto Nasionalnya yang cuma US$14 Milyar.

Ketika krisis kredit mulai menyebar, bank-bank tersebut pun mulai sulit mendapatkan pinjaman. Pemerintah Islandia pun mengalami kesulitan yang besar untuk menolong bank-bank tersebut karena ukurannya yang terlalu besar dibandingkan dengan negaranya. Bantuan dari luar negeri pun sulit diharapkan karena negara-negara lain juga sedang sibuk memerangi krisis kredit di negara masing-masing.

Kesulitan yang dialami oleh Islandia ini semakin menumpuk karena mata uangnya sudah melemah hingga 40% dalam tahun ini saja. Akibatnya beban hutang yang mereka tanggung semakin besar. Melemahnya mata uang Islandia ini juga mengancam kondisi perekonomian mereka yang sangat tergantung kepada import, karena menimbulkan inflasi tinggi akibat semakin mahalnya barang import. Berita terakhir menyatakan bahwa inflasi di negara ini telah mencapai 14%.

—–oOo—–

2 tahun yang lalu, saya beruntung menemukan sebuah artikel yang membuat saya tersadar akan bahaya bubble properti di Amerika. Tidak lama setelah itu, saya kembali beruntung menemukan sebuah artikel yang menulis tentang betapa berbahayanya bubble di pasar instrumen derivatif seperti CDO, CDS, dll. Oleh karena itu ketika bubble ini akhirnya pecah, saya tidak kaget sama sekali karena memang sudah saya antisipasi sejak lama.  Meskipun demikian, tidak pernah sekalipun saya terpikir bahwa krisis kredit saat ini akan sampai bisa menggoyang sebuah negara bagian ataupun negara (sekalipun negara kecil seperti Islandia).

Dengan perkembangan terakhir ini, saya pikir ada baiknya saya kembali mengulangi ‘wanti-wanti’ saya kepada para pembaca blog ini.

Seperti kita ketahui, saat ini mulai terjadi persaingan antar bank untuk memberikan ‘bunga’ yang tinggi untuk deposito, di atas bunga yang dijamin oleh program LPS bahkan di atas bunga dari Obligasi ORI. Tentunya kita perlu mempertanyakan alasan mengapa bank-bank tersebut melakukan hal seperti ini. Umumnya, penyebab utamanya adalah bank-bank tersebut mengalami kesulitan menghimpun dana dari masyarakat dan ada kemungkinan keadaan keuangannya agak ‘ketat’.

Jika bank-bank tersebut mengalami ‘masalah’, tentunya akan beresiko terhadap nasib uang yang kita tempatkan di bank itu, karena sudah tidak termasuk program penjaminan LPS. Pertimbangkan masak-masak sebelum teman-teman menempatkan uang di sana. Ingatlah bahwa tabungan dan deposito bukanlah tempat mencari hasil yang tinggi. Ingatlah bahwa fungsi utama dari instrumen tabungan dan deposito adalah keamanan dan likuiditas. Jangan sampai karena tergiur bunga lebih tinggi 1%-2% (per tahun),  akhirnya menyesal karena timbul masalah yang tidak diinginkan.

42 Comments

Filed under Saya suka cerita Ekonomi

Celoteh: Bailout, Lebaran ala Dunia Finansial

WHAT THEY SAID…

Profits are private, but Losses are socialized

Luigi Zingales

—–oOo—–

Sebagai orang Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah umat muslim, mungkin kita semua tahu bahwa Lebaran adalah hari untuk memberi dan meminta maaf. Meskipun saya sendiri bukan seorang muslim, hari raya Lebaran merupakan salah satu hari yang saya tunggu-tunggu.

Mengapa? Continue reading

7 Comments

Filed under Celoteh

B.B: Program ‘Bailout’ Amerika, Hot Gates ala Dunia Finansial

Saya rasa sebagian pembaca blog akan agak bingung membaca judul artikel saya hari ini. Apa itu Hot Gates? Teman-teman pembaca yang telah menonton film ‘300‘ mungkin akan tahu apa yang saya maksud. Film ‘300‘ bercerita tentang pertempuran antara Leonidas, raja Sparta (Yunani) melawan Xerxes, raja Persia yang ingin menaklukkan Yunani. Pertempuran ini terjadi di Hot Gates of Thermopylae. Dalam film tersebut, meskipun akhirnya kalah, Leonidas yang hanya bermodalkan 300 orang prajurit Sparta sempat membuat Xerxes dan pasukannya yang berjumlah jutaan ‘sakit kepala‘.

Program ‘Bailout’ (Penyelamatan) pemerintah Amerika kemarin (19 Sept) mengingatkan saya akan film ‘300’ ini. Masalahnya cuma satu, saya tidak tahu apakah pemerintah Amerika, dalam film’300′ versi dunia finansial ini, berperan sebagai Leonidas atau Xerxes…. Continue reading

8 Comments

Filed under B.B (Berita Besar)

B.B (Berita Besar): Rusuh!!!

Hari ini, dunia finansial ‘rusuh‘…

Badan Rating S&P dan Moody’s menurunkan credit rating (rating kredit) perusahaan asuransi AIG. Credit Rating merupakan suatu ‘ranking‘ yang menandakan seberapa amannya kondisi suatu institusi finansial. Jika suatu institusi finansial mempunyai ranking yang bagus, artinya ia dianggap beresiko rendah. Dalam dunia obligasi, ‘resiko yg rendah’ ini akan memungkinkan perusahaan itu meminjam uang dengan bunga yang rendah. Continue reading

7 Comments

Filed under B.B (Berita Besar)

B.B (Berita Besar): Countrywide, Bear Sterns, Lehman, Merril Lynch, (Siapa Berikutnya)?

*Gedebum*… Akhirnya pohon besar itu roboh…..

Mungkin ada sebagian teman-teman pembaca blog ini yang membaca artikel seri Edison’s Week in Review minggu lalu (7 Sep 2008). Ketika itu saya menulis bahwa: Continue reading

4 Comments

Filed under B.B (Berita Besar)