Tag Archives: Reksadana

Reksadana DINAR vs ETF R-LQ45X

Teman-teman blog yang telah lama mengikuti blog ini mungkin sudah tidak asing lagi dengan rekomendasi saya terhadap Index Investing. Dalam artikel lama di blog ini, saya telah menceritakan tentang apa itu index investing, serta mengapa bagi kebanyakan orang index investing merupakan pilihan terbaik.

Saat ini di Indonesia, ada dua jalan untuk berinvestasi di saham melalui index investing, yaitu melalui reksadana DINAR (Danareksa Indeks Syariah) dan ETF Index R-LQ45X. Dalam artikel kali ini, saya akan mencoba mengadakan perbandingan antara dua instrumen tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi teman-teman yang tertarik untuk melakukan index investing. Continue reading

22 Comments

Filed under Instrumen Investasi

Investor Pasif dan Bogleheads

WHAT THEY SAID…

Jangan mencoba mencari jarum dalam jerami. Beli saja jeraminya

John Bogle

—–oOo—–

Investor, menurut Ben Graham, dapat dibagi ke dalam dua golongan : Investor Aktif dan Investor Pasif. Penggolongan ini sendiri tidak mempunyai artian/konotasi positif ataupun negatif, dalam hal ini “Pasif” bukanlah berarti jelek dan “Aktif” juga bukan berarti bagus.

Investor Pasif, dalam hal ini adalah tipe Investor yang dalam menjalankan investasinya mengutamakan keamanan modal pokok, serta (tidak kalah pentingnya) kebebasan dari segala “kerepotan” (dalam mengelola investasinya)

Investor Aktif, di lain pihak, adalah tipe Investor yang bersedia mencurahkan waktu dan pikiran untuk menseleksi instrumen investasi yang AMAN. Sebagai imbalan atas “keringat”-nya ini, seorang investor bisa mengharapkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Investor Pasif. (Perlu ditekankan di sini, bahwa untuk “tingkat keuntungan yang lebih tinggi” ini baru sekedar “bisa mengharapkan” dan bukan “dijamin”) Continue reading

11 Comments

Filed under Pemikiran tentang Investasi

Berkenalan dengan Reksadana

WHAT THEY SAID…

If we do not hang together, we will all hang separately

Benjamin Franklin

—–oOo—–

Saya teringat sewaktu SD dahulu uang jajan saya Rp 100. Di sekolah saya dulu, dengan jumlah uang itu, saya dihadapkan kepada dua pilihan jajanan : nasi uduk, yang nilai lebihnya adalah bisa membuat kenyang atau kerupuk bangka, yang nilai lebihnya adalah “enaaak” (biasa, anak kecil paling suka kerupuk).

Setiap hari saya selalu dipusingkan oleh “dilema” itu, sampai suatu hari saya menemukan solusinya. Saya bersama teman saya yang uang jajannya juga sebesar Rp 100 menggabungkan “kekuatan” lalu membeli nasi uduk DAN kerupuk. Nasi uduk dan kerupuk itu lalu kami bagi dua, sehingga masing-masing bisa menikmati kerupuk tetapi juga tetap lumayan kenyang.

Solusi cemerlang ini berjalan mulus hingga suatu hari kami berkelahi karena suatu hal yang sangat penting (“hal yang sangat penting” itu bernama Melly, anak baru dari Sukabumi). Setelah perkelahian itu, saya kembali harus menghadapi permasalahan memilih antara nasi uduk dan kerupuk bangka.

—–o0o—–

Reksadana, jika disederhanakan, tidaklah berbeda dari apa yang saya dan teman saya lakukan di atas (yang saya maksud di sini adalah menggabungkan “kekuatan” uang, bukan berkelahi memperebutkan Melly). Continue reading

16 Comments

Filed under Instrumen Investasi

Exchange Traded Fund (ETF) & Exchange Traded Note (ETN)

Salah satu keuntungan menjadi investor di luar negeri dibandingkan dengan investor di pasar Indonesia adalah banyaknya alternatif instrumen investasi yang bisa kita pilih. Setiap instrumen investasi mempunyai karakteristik yang unik dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mengingat setiap investor mempunyai karakteristik investasi yang berbeda-beda pula, maka dengan beragamnya instrumen yang tersedia, kita bisa memilih instrumen yang karakteristiknya lebih cocok untuk diri kita.

Salah satu produk yang populer di pasar luar negeri adalah produk ETF (Exchange Traded Fund) dan ETN (Exchange Traded Note). Dalam post ini, kita akan “berkenalan” dengan kedua produk ini.

ETF pada dasarnya merupakan sebuah Reksadana. Tetapi berbeda dengan reksadana “biasa”, ETF berbentuk saham (common stock) dan diperdagangkan di bursa Saham. Karena ETF berbentuk saham, dalam membeli ataupun menjual ETF tidak ada bedanya dengan membeli ataupun menjual saham. Sebagai perbandingan, pembelian dan pencairan unit penyertaan di Reksadana “biasa” hanya bisa dilakukan dengan perusahaan penerbit reksadana yang bersangkutan dan berbagai agen yang ditunjuk oleh perusahaan tersebut. Continue reading

18 Comments

Filed under Instrumen Investasi