Edison’s Week in Review: 14 September 2008

WHAT THEY SAID…

Investing is simple, but it’s not easy

Warren Buffet

—–oOo—–

Ulasan minggu ini agak berbeda dari ulasan mingguan biasanya. Dalam ulasan minggu ini, saya hanya akan berbagi suatu cerita yang entah bisa berguna atau tidak bagi teman-teman pembaca blog (meskipun saya harap bisa berguna). Saya tidak akan berbicara panjang-lebar tentang kondisi bursa saham kita karena saya pikir hampir semua teman-teman tahu apa yang terjadi di bursa saham kita dalam 1 minggu terakhir, index IHSG di minggu ini turun hingga mencapai titik 1800.

Bagi saya sendiri, angka 1800 ini mempunyai arti yang agak ‘signifikan’. Sekitar 5-6 bulan lalu saya baru berkenalan dengan Parahita (‘dunkz‘ dari PortalRD) di thread Jangan Serakah forum kaskus. Dalam diskusi awal saya dengannya di forum kaskus tersebut, saya sempat sharing (karena selama ini hanya invest di bursa saham luar negeri, dan belum masuk di bursa lokal) bahwa :

Terus terang, utk ke depan pun, jika saya masuk di bursa indonesia, saya akan memakai dana spekulasi saya, saya nggak berani memakai dana investasi. Ataupun jika sampai memakai dana investasi, mungkin akan kecil sekali persentasenya, hanya 5%an.

Tapi pada saat ini, belum mau masuk rasanya. Saya merasa pasar indonesia masih terlalu tinggi valuasinya, apalagi saya maunya cari margin of error yg besar. Mungkin jika IHSG dibawah 1800, saya baru tertarik utk mulai “lihat-lihat”.

Apa bisa sampai 1800? Nggak tahu juga, possibility sih ada kalau melihat kekacauan dunia finansial saat ini (global).

(PS: Kutipan di atas saya ambil dari back-up thread Jangan Serakah forum Kaskus, karena thread originalnya hilang ketika Kaskus kena serangan hacker.)

Ketika itu index IHSG berada di level 2400-2500. Meskipun sudah turun dari titik tertingginya di 2800-an, pada level tersebut index bursa kita tetap mengalami kenaikan besar-besaran dari titik 500-an dalam jangka waktu hanya 5 tahun. Dibandingkan dengan bursa saham berbagai negara tetangga kita waktu itu, saham kita pun termasuk ‘mahal‘.

—–oOo—–

Dalam kutipan diskusi saya dengan Parahita (‘dunkz’) di atas, ada satu hal menarik yang bisa dilihat. Tetapi sebelumnya ada satu hal yang harus saya tekankan. Meskipun kini IHSG benar mencapai titik 1800, saya bukanlah seorang ‘peramal.

Seperti yang bisa dilihat dalam kutipan di atas, saya mengatakan bahwa saya tidak tahu apakah IHSG akan 1800 atau tidak, hanya saja : ‘jika tidak sampai di bawah 1800, rasanya saya tidak tertarik’. Ini adalah suatu hal yang sangat penting utk dimengerti (terutama agar saya tidak dihujani pertanyaan ‘apakah saham masih akan terus turun lagi?’).

Jadi hal apa yang menarik utk dilihat dari kutipan diskusi lama saya dengan Parahita tersebut?

Hal yang ingin saya angkat dalam artikel ini adalah kata ‘margin of error‘ yang muncul di diskusi tersebut. Graham sendiri menyebut ini sebagai ‘Margin of Safety’. Secara sederhana ini artinya seberapa besar ‘bemper’ yang kita punya sebelum kita harus membayar untuk kesalahan kita.

Untuk lebih mengerti apa itu ‘Margin of Safety’, mari kita lihat sebuah ilustrasi:

Anggaplah misalkan saat ini, seseorang menawarkan utk menjual kepada saya dan anda masing-masing 1 buah laptop bekas (modelnya sama persis).  Asumsikan jika kita berdua tidak tahu berapa nilai dari laptop tersebut, dan kita hanya diberi waktu 1 menit utk menawar dan membeli laptop tersebut.

Misalkan saja, kita berdiskusi dan ‘mengira-ngira’ bahwa Laptop itu sepertinya bernilai Rp 1,1juta. karena saya tidak pandai menawar, saya akhirnya membeli laptop tersebut seharga Rp 1 juta. Sedangkan, karena ‘darah’ pedagang anda, anda berhasil menawar dan membeli laptop yang sama dengan harga Rp 500 ribu.

Dalam contoh ini, ‘margin of safety’ anda tentunya jauh lebih besar daripada saya. Seandainya perkiraan kita akan nilai laptop tersebut meleset 200 ribu saja (artinya nilai laptop tersebut sebenarnya adalah Rp 900 ribu)  maka saya sudah rugi 100 ribu, sedangkan anda masih bisa menikmati keuntungan yang relatif besar.

Seperti kita lihat, semakin mahal kita membeli sesuatu yg nilai tepatnya kita tidak tahu, semakin kecil ‘margin of safety‘ yang kita miliki.

Ketika seseorang membeli saham ketika index saham berada di tingkat 2500, maka secara umum bisa berarti ‘margin of safety‘ yang ia miliki akan lebih kecil dibandingkan dengan ketika index saham berada di tingkat 1800. Ini berarti bahwa investasi saham di saat ini justru lebih ‘aman‘ dibandingkan dengan satu tahun lalu.

—–oOo—–

Di awal artikel ini, saya mengutip ucapan Buffet yang mengatakan bahwa investasi itu simpel (tidak rumit), tetapi tidak ‘mudah’. Mengapa simpel? Karena untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam investasi itu tidak rumit, cukup dengan menjadi investor pasif, menyusun dan memelihara sebuah portofolio utk investor pasif, melakukan investasi rutin dengan Index investing dan metode Dollar Cost Averaging. Untuk melakukan ini semua, seseorang mungkin hanya butuh tidak sampai 30 menit setiap bulannya.

Tetapi meskipun demikian, hal di atas menjadi ‘sulit’ karena memang investasi seperti ini membutuhkan disiplin mental yang tinggi untuk tetap komitmen menjalankan investasi rutinnya. Di saat pasar (Mister Market) sedang tersenyum, kebanyakan orang bisa dengan ‘mudah’ terus menjalankan investasinya. Tetapi di saat seperti ini, kebanyakan orang mengalami ‘kesulitan’ untuk bertahan.

Mudah-mudahan dengan mengenal konsep ‘Margin of Safety’ yang saya tulis di atas, sebagian teman-teman akan lebih bisa memandang kondisi saat ini dengan kacamata yang benar.

 

8 Comments

Filed under Edison's Week in Review

8 responses to “Edison’s Week in Review: 14 September 2008

  1. Akibat ada acara makan-makan bersama anak buah kantor, artikelnya jadi terlambat dipublish… masuknya tgl 15🙂 hahaha

  2. Blazy DK

    Lehman mau bangkrut bro,g buat artikel BB?:D

    Edison: hahaha, jangan kasih bocoran sama orang lain dong… saya masih nunggu perkembangannya…

  3. toto_lutu

    Ssst…
    Selain Lehman Bros., ada apa juga dengan AIG tuh..😉

  4. putrie_kmps

    yak sudah resmi Lehman Brothers bangkrut.
    Hari ini memang penuh kejutan. Lehman Brother bangkrut, sementara Bank of America membeli Merrill Lynch untuk menyelamatkan bank investasi tersebut dari kejatuhan.
    Efek kebangkrutan langsung terlihat, bursa dunia turun semua hari ini.

    Ayo bung buat artikelnya….

  5. Blazy DK

    wah hari ini saya pulang kampung, bakal sebulan hidup tanpa internet, telat deh baca cerita lehman brodernya,hehehehe
    padahal pasti seru liat DJ nanti malem😀
    seru2 miris tapi😦

  6. toto_lutu

    Tuh kan..AIG makin runyam..
    Bawa2 nama Buffet juga..

  7. cs

    ga tau knp hari ini lagi baca2, eh dapet neh: “Edison’s Week in Review: 14 Septermber 2008”, spelling error bang edi. (^_^)

    Edison: Iya nih, beginilah kalau ‘korannya‘ one man show… tidak pakai proof reader… hahaha.

    Makasih ya atas koreksinya.

  8. kris

    Minta pendapat dong om edi , saya ada polis AIG lippo rezeki , udah dr th 1998 .th 2008 akhir ini udah jatuh tempo (10 th ) saya dpt terus manfaat asuransinya tanpa bayar premi hingga 10 th kedepan dan saya pun berhak mencairkan dana saya.
    apa yg hrs saya lakukan , melihat berita ttg AIG ini , apa dana yg ada hrs saya ambil ato biarkan dana tersebut berkembang …thanks Om

    Edison: Pertanyaannya sejujurnya berat untuk saya jawab, karena saya biasanya menghindari membahas produk suatu perusahaan…

    Oleh karena alasan itu, saya akan mencoba menjawab pertanyaannya secara ‘general’ saja…

    Setahu saya, produk yg bro sebut di atas adalah produk asuransi + tabungan/investasi. Dan sejujurnya saya pribadi tidak menyukai produk semacam ini. Saya lebih menyukai untuk membeli produk asuransi dan tabungan/investasi secara terpisah dan tidak dicampur. Ini karena dengan cara ini, saya bisa melakukan perbandingan biaya, manfaat serta hasil dari masing-masing produk tersebut…

    Meskipun demikian, biarpun produk unit-linked seperti yang bro sebutkan itu menurut saya ‘jelek’, akan lebih jelek lagi jika bro tidak menabung/investasi sama sekali…

    Jika saya dalam posisi bro, yang akan saya lakukan adalah mulai membuat portofolio investasi sendiri ‘ala’ investor pasif (sudah pernah saya tulis caranya di blog ini). Tidak sulit dan sejujurnya tidak membutuhkan waktu yg lama untuk mengelolanya. Mungkin hanya sekitar 30 menit setiap bulannya…

    Jika membutuhkan asuransi, belilah produk asuransi murni (tidak ada unsur investasi/tabungannya) secara terpisah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s