Tag Archives: Ekonomi

Detik-Detik Menjelang Hukuman Mati Raksasa Otomotif Chrysler

Sewaktu kuliah dahulu, di antara saya dan teman-teman saya ada sebuah ‘adat’ yang sejujurnya sangat menjengkelkan. ‘Adat’ jelek tersebut membuat ‘adegan’ di bawah ini kerap sekali terjadi dalam kelompok kami, terutama di sekitar waktu makan siang..

Edison: Wah, lapar nih!! Makan yuk?
Teman A: Yuk! Tapi makan apa ya?
Teman B: Gue sih terserah… Makan apa juga oke…
Teman A, C, D dan F: (dengan harmonis seperti paduan suara) Gue juga terserah….
Edison: Kalau gitu makan Bakmi gang Kelinci yuk? (P.S: sekarang Grand Kelinci)
Teman B: Wah, jangan Bakmi gang Kelinci deh…
Teman A: Gimana kalau Wendy’s?
Teman F: Duh… masak Wendy’s lagi? Bosen ah… yang lain aja…
Teman C: Food Court aja kalau gitu…
Teman A: Yaaaah, masak lagi panas-panas begini makan di food-court… keringetan nanti…. Gimana kalau MacDonald aja?
Teman C: Duh, MacDonald jam segini rame banget…antrinya lamaa!!!! Jangan di sana deh…
Edison: (Mengurut dada…. bingung di mana terserah-nya)

Continue reading

Advertisements

24 Comments

Filed under Saya suka cerita Ekonomi

Ada Apa dengan Saham Perbankan?

Senin lalu, di kafetaria Kantor Redaksi Harian Jangan Serakah, saya dan Mister Ben sedang makan siang bersama. Sambil menunggu makanan kami diantarkan, kami berdua pun ngobrol-ngobrol sebentar.

Mister Ben: Bagaimana dengan investasi kamu di Indonesia, son? Ada hal yang menarik akhir-akhir ini?
Edison: Kalau investasi sih tidak ada yang menarik, mister. Kan cuma sekedar menjalankan Dollar Cost Averaging. Tapi kalau di bagian spekulasi sih ada.
Mister Ben: Oh ya? Memangnya ada apa dengan Spekulasi kamu?
Edison: Dua bulan lalu saya membeli saham bank X. Tetapi minggu lalu saya ‘terpaksa’ jual saham tersebut minggu lalu.
Mister Ben: Loh? Memangnya kamu dipaksa siapa?
Edison: Dipaksa Mister Market…
Mister Ben:
Loh kok begitu?
Edison: Ceritanya begini nih, mister…………

Continue reading

21 Comments

Filed under Spekulasi

Mal-Mal Yang Malang: Perkembangan Krisis Sektor Properti

Sekedar artikel ringan seputar ekonomi  yang saya tulis sambil menunggu siaran Liga Inggris.

Beberapa hari yang lalu ketika sedang berjalan-jalan di mal, saya bersua dengan seorang kenalan saya yang sudah agak lama tidak saya jumpai. Kami berdua pun lalu menanyakan kabar masing-masing setelah sekian lama ini, dari kabar tentang keluarga, anak hingga ke perihal pekerjaan. Kebetulan pekerjaan teman saya itu di bidang properti. Saya pun lalu menanyakan tentang berita-berita ‘hangat’ di pekerjaannya. Continue reading

32 Comments

Filed under Saya suka cerita Ekonomi

Surat Tahunan Warren Buffet Kepada Pemegang Saham (2009)

WHAT THEY SAID…

In GOD we trust; All Others PAY CASH!

anonymous

—–oOo—–

Saya sempat tertawa kecil ketika membaca kutipan di atas. Kutipan tersebut saya dapatkan dari surat tahunan Buffet kepada pemegang saham perusahaannya di tahun 2009 ini. Kutipan tersebut sendiri dipakai oleh Buffet untuk menggambarkan kondisi di sektor kredit di Amerika, dimana sepanjang tahun 2008 lalu berbagai institusi finansial ‘enggan‘ untuk mengucurkan kredit. Kondisi tersebut, kata Buffet, mengingatkan kepada tulisan yang kerap dibacanya di berbagai restoran sewaktu ia muda : “In GOD we trust; All Others Pay Cash” (terjemahannya dalam bahasa Indonesia kira-kira: “Kalau Tuhan, kami percaya; Tapi selain Tuhan semua harus bayar cash, krn tidak dipercaya sehingga tidak boleh hutang).

Surat tahunan Buffet sendiri biasanya termasuk salah satu bacaan ‘wajib’ rutin bagi investor. Dalam artikel ini, saya akan menuliskan beberapa point utama dari surat Buffet tahun ini (meskipun tentunya akan lebih baik jika anda mencoba membaca sendiri surat dari Buffet tersebut, yg bisa didownload di sini). Dalam membahas surat Buffet ini, saya sebisa mungkin menterjemahkan sesuai bentuk aslinya, tetapi ada beberapa bagian yg saya ‘re-phrase’ agar lebih ‘enak’ dibaca. Continue reading

28 Comments

Filed under Pemikiran tentang Investasi

Edison’s Week in Review: 28 February 2009

Rasanya sudah lama sekali saya tidak menulis artikel seri Week in Review (ketika saya periksa, ternyata memang sudah lebih dari 2 bulan). Meskipun tadinya saya berencana untuk mengeluarkan artikel seri ini secara rutin, tetapi dalam perkembangannya, karena berbagai kendala, rencana saya ini jadi sulit dilaksanakan. Continue reading

7 Comments

Filed under Edison's Week in Review

Meneropong 2009: Ancaman Tingkat Pengangguran

Dalam artikel pertama Meneropong 2009, saya telah berbicara mengenai ancaman Kredit Konsumsi. Kini, melanjutkan artikel tersebut, saya ingin mengangkat topik berikutnya yang saya rasakan akan menjadi salah satu fokus tahun 2009 ini, yaitu ancaman tingkat pengangguran.

Sebenarnya saya mulai terpikir untuk menulis artikel ini sejak 1 bulan lalu (13 January, skrg sudah 11 February). Tetapi setelah menulis 2 paragraf, entah mengapa pikiran saya menjadi buntu. Saya tidak menemukan ide untuk menulis tentang topik ini dengan menarik (minimal agar yang membacanya tidak sampai ketiduran).

Artikel yang 'terlantar' sebulan

Artikel yang 'terlantar' sebulan

Jadi mengapa saya ingin mengangkat topik tingkat pengangguran? Mengapa artikel ‘terlantar‘ ini akhirnya saya ‘tongolkan‘ juga? Continue reading

24 Comments

Filed under Saya suka cerita Ekonomi

Meneropong 2009: Ancaman Kredit Konsumen

Untuk artikel awal tahun ini, saya pikir saya ingin menulis tentang beberapa hal yang saya pikir mungkin akan bisa menjadi isu penting di tahun 2009. Artikel-artikel ini akan saya tuliskan dalam seri “Meneropong 2009”.

—–oOo—–

Dalam bagian pertama artikel seri ini, saya ingin membahas mengenai kredit konsumen di Indonesia. Kredit konsumen, yang kerap dikenal juga sebagai kredit konsumsi, adalah segala pinjaman yang diambil oleh konsumen untuk melakukan keperluan konsumsi. Yang termasuk ke dalam kategori ini misalnya adalah pinjaman kartu kredit, kredit motor, mobil dan lain-lain. Sederhananya? Pinjaman yang tidak dipakai untuk melakukan kegiatan usaha.

Mengapa saya tertarik untuk membahas masalah kredit konsumen? Jawabannya bisa ditemukan di Korea Selatan di tahun 2003. Continue reading

18 Comments

Filed under Saya suka cerita Ekonomi