Diskusi – Intelligent Investor: Kata Pengantar

posted by Konobe

Beberapa kali saya sempat membawa buku ini ketika berkumpul dengan beberapa teman. Ketika mereka menanyakan pada saya apa isi dari buku ini, yang mereka tangkap adalah buku ini berbicara mengenai chart. Saya tidak mengerti apakah karena memang penjelasan saya yang kurang baik (dikarenakan pemahaman yang masih sedikit) atau karena memang telah terjadi pergeseran makna dalam dunia investasi.

Karena itu tidak salah rasanya sebelum kita mulai dengan bab I, ada baiknya kita mereview bab Introduction / Kata Pengantar dalam buku ini. Kenapa?  Bab Pengantar biasanya sering dijadikan resume keseluruhan oleh pengarang mengenai apa sebenarnya isi buku. Siapa target pembacanya dan poin-poin penting yang perlu diingat. Dan Graham pun melakukan hal yang sama.  Graham jelas sudah memberikan state dari awal mengenai target pembaca buku dan maksud pembuatan buku tersebut.

————-oOo—————-

“Buku ini ditujukan kepada investor (dan bukan kepada spekulator) dan tugas pertama kita adalah untuk menjelaskan perbedaan di antara keduanya. Kami ingin menekankan bahwa ini bukanlah buku “bagaimana mendapatkan $1 juta”. Tidak ada jalan menuju kekayaan yg mudah dan pasti, baik di Wall Street maupun di mana saja.”

Jadi Note pertama dari buku ini yang saya rasa perlu kita ingat adalah mari kita pahami dulu bahwa seorang Investor berbeda dengan spekulator (pembahasan pada Bab 1). Dan buku ini jelas ditujukan bagi seorang investor. Bukan berarti seorang spekulator tidak boleh membaca. Hanya saja kata-kata ini ada untuk menghilangkan angan-angan tinggi pembaca spekulator yang mengharapkan jalan pintas untuk menjadi kaya,  misalnya dengan cara:  membaca chart.

————-oOo—————-

“Tujuan utama kami dalam buku ini adalah untuk menuntun pembaca untuk menghindari area-area yg bisa menimbulkan kesalahan-kesalahan besar, dan juga membantu mengembangkan kebijakan investasi yg cocok bagi mereka. Kami juga akan berbicara sedikit tentang psikologi investor. Ini karena musuh utama seorang investor adalah dirinya sendiri.”

Note kedua yang saya rasa perlu sekali kita ingat dalam bab introduction adalah Musuh utama seorang investor adalah dirinya sendiri. Karena itu, mempelajari buku ini lebih ditujukan untuk membuat diri kita menjadi lebih baik salah satunya dengan belajar dari kesalahan-kesalahan dasar yang pernah terjadi. Ibaratnya buku ini menyediakan sebagian bahan-bahan untuk dijadikan tameng dan senjata untuk berinvestasi. Tapi bagaimana membuatnya menjadi tameng dan senjata yang cocok akan tergantung dari masing-masing pribadi.

Selain kedua note diatas bab introduction juga cukup menarik karena pembelajaran mengenai kesalahan dasar sudah dimulai. Dari kasus kesalahan investasi dalam industri angkatan udara hingga prediksi yang berlebihan dalam return jangka panjang.

Bagi yang memiliki buku ini beserta komentar dari Jason Zweig, ada baiknya juga membaca bagian tersebut. Kita akan menemukan beberapa contoh kasus tambahan yang cukup menarik yang terjadi selama kurun waktu tahun 1970-2000 yang tidak terpublish dalam tulisan Graham.

So… any comment bout this chapter? Mungkin ada hal penting lain yang dirasakan berbeda?🙂

4 Comments

Filed under Intelligent Investor

4 responses to “Diskusi – Intelligent Investor: Kata Pengantar

  1. Saya baru baca sekali pengantarnya…
    malu mode is on
    rasanya penasaran ingin ngulang lagi karena masih belum mudeng bener…
    saat Graham mengomentari kasus Raskob tentang DCA, yaitu beli saham biasa $15 per bulan maka sesudah 20tahun akan menjadi $80.000,- ,
    saya belum mudeng tentang pandangan final Graham tentang DCA ini.

    Explain me dong…

    Trims,

    • konobe

      Hehe, sory ya baru jawab…
      IMHO, untuk kasus ini sebenarnya Graham hanya ingin mengingatkan kita untuk lebih realistis. Mbok ya kala prediksi itu jangan keterlaluan. Yang namanya pasar kan unpredictable, dan ga bisa langsung negasin pasti bakal naek segitu. Tapi memang walaupun tidak sefantastis itu perkembangan dananya, toh pasar saham tetap memberikan hasil yang cukup baik🙂

      CMIIW ya…

  2. alinaprimasari

    Ketika kita melaksanakan DCA, tanpa sadar kita sudah benar2 menjadi seorang Investor. Kenapa kok dibilang Investor?

    Seandainya kita membeli saham ketika menganggap saham tersebut sedang murah, di sini kita malah menjadi seorang Trader karena masih berpikir market timing, mencari waktu yang tepat untuk berinvestasi.

    Dengan DCA kita dituntut untuk secara rutin berinvestasi tanpa melihat market sedang bullish atau bearish.

  3. Trimaksih saya suka artikel di blog ini tertuma tentang investasi , saya nyimak aja ya …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s